Pameran dan Lelang Lukisan Puspawarna Nusantara 2026: Apresiasi Seni dari Gedung Bersejarah
Monika Yulando Putri
Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 21:36:28 |
578 kali
Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan
menyelenggarakan acara puncak sekaligus penutupan Pameran dan Lelang Lukisan
Puspawarna Nusantara 2026 pada Sabtu (27/6) di Gedung A.A. Maramis Jakarta
Pusat. Kegiatan pameran yang telah berlangsung sejak 25 Juni 2026 ditutup
dengan pelaksanaan lelang konvensional yang menggandeng tiga balai lelang
spesialisasi benda seni binaan DJKN, yaitu PT Balai Lelang Larasati, PT Balai
Lelang Sinarmas, dan PT Speed Reliance Auction.
Secara keseluruhan,
kegiatan ini menampilkan sekitar 60 karya seni, terdiri atas 31 lukisan yang
ditawarkan melalui mekanisme lelang dan karya lainnya yang dipamerkan kepada
publik. Pameran ini juga menghadirkan dua karya pelukis penyandang disabilitas
sebagai wujud komitmen terhadap inklusivitas dalam ekosistem seni Indonesia.
Dalam laporan
pelaksanaan kegiatan, Direktur Lelang DJKN Syukriah HG menyampaikan bahwa
penyelenggaraan Puspawarna Nusantara 2026 merupakan upaya mengenalkan kembali
Gedung A.A. Maramis sebagai aset negara yang memiliki nilai sejarah sekaligus
mengoptimalkan pemanfaatannya melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi DJKN untuk merevitalisasi lelang
spesialisasi aset, khususnya lelang karya seni, agar semakin dikenal dan
diminati masyarakat.
Dalam keynote speech,
Plt. Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Rahayu Puspasari, mengatakan bahwa
setiap lukisan bukan sekadar kanvas yang dipenuhi warna, melainkan representasi
perjalanan waktu, gagasan, dan ekspresi yang memiliki nilai budaya sekaligus
nilai ekonomi.
"Bagian dari DJKN yaitu
fungsi lelang terus menerus kita upayakan untuk memiliki makna, tidak hanya sekadar
cerita lelang tertinggi, tetapi juga sebagai sarana strategis, misalnya
bagaimana karya seni bisa dihantarkan kepada mereka yang paling passionate,"
ujarnya.
Lebih lanjut, Rahayu
juga menyinggung terkait digitalisasi Lelang. Transformasi digital layanan
lelang juga semakin memperluas akses masyarakat. Kini, siapa pun, termasuk dari
daerah terpencil, dapat mengikuti lelang secara daring.
Kepercayaan masyarakat
terhadap mekanisme lelang pun terus meningkat, termasuk kepercayaan bahwa
lelang merupakan mekanisme penjualan barang dengan harga yang fair. Hal
tersebut tercermin dari nilai pokok lelang sukarela yang terus meningkat dalam
dua tahun terakhir.
Dengan berakhirnya
Pameran dan Lelang Lukisan Puspawarna Nusantara 2026, DJKN berharap masyarakat
semakin mengenal instrumen lelang sukarela, ekosistem industri lelang lukisan
di Indonesia dapat terus berkembang, sekaligus revitalisasi balai lelang
spesialis benda seni di Tanah Air dapat diperkuat.
(MYP/YFU)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru