DJKN dan BTN Perkuat Akses Investasi melalui Lelang Properti
Nadia Safira
Selasa, 26 Mei 2026 pukul 08:37:49 |
157 kali
Jakarta – Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyelenggarakan Lelang Akbar 2026 bertajuk “Peluang Investasi Properti 2026” pada Senin (25/5) di Menara BTN, Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan sekitar 10.000 aset properti eks Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang ditawarkan kepada masyarakat melalui mekanisme lelang. Direktur Lelang DJKN Kementerian Keuangan, Syukriah, dalam sambutannya menyampaikan optimismenya bahwa pelaksanaan Lelang Akbar BTN 2026 dapat berkontribusi dalam menurukan non-performing loan (NPL) BTN melalui optimalisasi penyelesaian aset secara efektif dan transparan.
Pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi
salah satu bentuk sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan dalam
memperluas akses masyarakat terhadap hunian sekaligus membuka peluang investasi
properti yang aman, transparan, dan kompetitif.
Melalui kegiatan ini, masyarakat
dapat mengakses beragam pilihan aset properti, mulai dari rumah tinggal hingga
aset properti lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah
properti ditawarkan dengan harga yang kompetitif sehingga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang sedang mencari hunian maupun investor yang
ingin memperluas portofolio asetnya.
SEVP Assets Management BTN, Benjamen
Sihombing, menyampaikan bahwa BTN menargetkan tingkat keberhasilan lelang sebesar
35 persen untuk tahun 2026. Pihaknya optimis hal tersebut dapat dicapai, mengingat tahun
sebelumnya BTN berhasil mencatat performa lelang laku mencapai 34,4 persen sepanjang tahun 2025.
Kolaborasi DJKN dengan BTN semakin memperkuat peran lelang sebagai instrumen yang efektif dalam mendukung
perputaran ekonomi serta optimalisasi pengelolaan aset secara produktif. Selain itu,
pelaksanaan lelang secara terbuka juga memberikan kepastian hukum dan
transparansi bagi seluruh pihak yang terlibat.
Melalui Lelang Akbar BTN 2026, masyarakat diharapkan semakin memahami mekanisme lelang sebagai sarana transaksi yang kredibel dan mudah diakses. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya untuk meningkatkan partisipasi publik serta memperkuat pemanfaatan lelang sebagai bagian dari ekosistem investasi nasional.
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru