DJKN RISE 2026 Resmi Diluncurkan, Jadi Momentum Transformasi Menuju DJKN Next Level
Lukman Taufik Tri Hidayat
Rabu, 20 Mei 2026 pukul 14:08:39 |
102 kali
Jakarta — Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) resmi memulai langkah transformasi organisasi melalui kegiatan Kick Off & Penyelarasan Visi Bersama DJKN RISE 2026 yang digelar pada Rabu (20/5). Kegiatan ini menjadi momentum peluncuran DJKN RISE sekaligus penegasan arah transformasi DJKN menuju organisasi yang semakin inovatif, kolaboratif, dan berdampak.
Acara dibuka pleh Plt. Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Ibu Rahayu Puspasari, yang menekankan bahwa transformasi organisasi tidak hanya berbicara mengenai teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir dan budaya kerja. “Transformasi digital bukan sekadar membeli teknologi baru atau membangun sistem yang lebih canggih. Yang paling fundamental justru transformasi mindset bagaimana kita berpikir, bekerja, mengambil keputusan, dan berkolaborasi,” ujar Puspa.
Dalam sambutannya, Puspa juga menyampaikan bahwa DJKN Next Level merupakan arah besar transformasi organisasi untuk menjadikan DJKN lebih strategis, agile, dan impactful dalam mengelola kekayaan negara. “Ke depan, DJKN tidak hanya dikenal sebagai administrator aset negara, tetapi juga sebagai strategic asset manager yang mampu menciptakan value bagi negara dan masyarakat,” tambahnya.
Semangat transformasi tersebut juga diperkuat oleh pandangan para pimpinan DJKN lainnya. Kepala Kanwil DJKN Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara, Sumarsono, menilai bahwa percepatan digitalisasi harus diiringi dengan perubahan cara berpikir dan budaya kerja. “Transformasi itu tidak hanya dari sistem aplikasi dan sebagainya, tetapi juga perubahan pola pikir dan cara kerja. Karena percepatan digitalisasi pada akhirnya harus mampu meningkatkan kualitas layanan,” ujar Sumarsono.
Sementara itu, pelaksana LMAN, Silvi, menekankan pentingnya kolaborasi dan keterlibatan generasi muda dalam mendorong perubahan organisasi. “Transformasi bukan hanya tentang bahasa langit, tetapi bagaimana gerakan itu berdampak pada setiap lini kehidupan organisasi. Generasi muda memiliki peran penting karena tumbuh di era yang kaya informasi dan dituntut adaptif terhadap literasi digital dan data,” kata Silvi.
Melalui semangat DJKN RISE, DJKN ingin membangun gerakan bersama untuk memperkuat inovasi, kolaborasi, dan keberanian mencoba hal-hal baru di seluruh lini organisasi. Menurut Puspa, transformasi tidak dapat hanya digerakkan dari pusat, tetapi harus hidup di setiap unit, tim, dan individu insan DJKN. Kegiatan ini juga menjadi awal pelaksanaan IDEAS Hub, sebuah ruang kolaborasi dan berbagi gagasan bagi pegawai DJKN. Pada sesi perdana tersebut, Kepala KPKNL Singkawang, Bapak Darmawan Dwi Atmoko, hadir sebagai narasumber untuk berbagi inspirasi dan pengalaman transformasi di lingkungan kerja.
Dengan diluncurkannya DJKN RISE 2026, DJKN berharap dapat memperkuat energi kolektif organisasi dalam menghadapi perubahan yang semakin dinamis sekaligus mendorong terciptanya budaya kerja yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada dampak bagi masyarakat dan pembangunan nasional. “Transformasi harus menjadi gerakan bersama. Ide besar bisa datang dari mana saja, dan perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten bersama-sama,” tutup Puspa. (lt)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru