Kick Off 118 Tahun Lelang Indonesia, DJKN Perkuat Transformasi Lelang Modern, Terbuka, dan Tepercaya
Ayu Seger Miranda Pamungkas
Rabu, 29 April 2026 pukul 13:39:56 |
80 kali
Jakarta
–
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) menggelar Kick Off Rangkaian Peringatan
118 Tahun Lelang Indonesia pada Rabu (29/4) di Aula Lantai 2 Lembaga National
Single Window (LNSW) Jakarta. Acara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal
Kekayaan Negara, Rionald Silaban, dengan mengusung tema “Modern, Terbuka,
dan Tepercaya” kegiatan ini menegaskan arah transformasi pelaksanaan lelang
dan menguatkan komitmen DJKN untuk terus mendorong modernisasi layanan lelang melalui
digitalisasi, memperkuat transparansi proses, serta menjaga integritas dan
akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan lelang.
Direktur Lelang, Syukriah H.G dalam sambutannya
menyampaikan bahwa lelang bukan semata proses jual beli. Lelang adalah
instrumen kepercayaan, di dalamnya terdapat prinsip keadilan, keterbukaan
informasi, kepastian hukum, dan perlindungan bagi para pihak. Tema peringatan
lelang ke-118 tahun ini juga sangat relevan dengan arah pengembangan lelang
Indonesia ke depan yaitu berkembang menjadi sistem lelang digital yang semakin
modern, terbuka, dan tepercaya.
“Ke depan, terdapat tiga pilar utama yang akan kita bangun dalam mengembangkan kinerja lelang, yaitu SDM, regulasi, dan teknologi.”, ungkapnya.
Selama lebih dari satu abad lelang berjalan sejak diberlakukan Vendu
Reglement pada tahun 1908, Syukriah
berharap lelang hadir sebagai instrumen yang memberi solusi dan memberi kontribusi
nyata bagi Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan capaian kinerja lelang selama
tahun 2025 yang mencatatkan pokok lelang tertinggi yang dihasilkan dari seluruh kegiatan lelang yang
dilaksanakan yaitu 52 triliun rupiah dan total penerimaan negara bukan
pajak (PNBP) dari lelang mencapai 1,13 triliun rupiah.
Menegaskan
pernyataan Direktur Lelang, Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Rionald Silaban,
dalam keynote speechnya menyampaikan bahwa peringatan 118 Tahun Lelang
Indonesia merupakan momentum penting untuk meneguhkan peran lelang sebagai
instrumen publik yang terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.
“Perjalanan
ini bukan hanya tentang perubahan sistem dan teknologi, tetapi juga tentang
bagaimana negara terus menghadirkan keadilan, transparansi, dan kepercayaan
dalam aktivitas ekonomi,” ujar Rionald.
Menurut
Rionald, lelang memiliki potensi besar sebagai sarana pemberdayaan ekonomi
masyarakat, termasuk bagi perempuan pelaku UMKM, penyandang disabilitas,
dan kelompok rentan lainnya melalui akses ekonomi yang lebih inklusif.
“Setiap
ketukan palu lelang harus membawa harapan, membuka peluang, dan menghadirkan
keadilan ekonomi,” tegas Rionald.
Lebih
lanjut, Rionald menyampaikan bahwa selain transformasi digital dan sistem
lelang juga diarahkan untuk memberikan manfaat sosial yang lebih luas, dengan menekankan
pentingnya pengarusutamaan gender (PUG) serta pendekatan GEDSI (Gender
Equality, Disability, and Social Inclusion) dalam pengembangan layanan
lelang.
Untuk
memberikan perspektif dan wawasan lebih terkait pendekatan GEDSI, dalam
kegiatan Kick Off Rangkaian Peringatan 118 Tahun Lelang Indonesia turut
menghadirkan Lia Marpaung, GEDSI Adviser
for International Development.
Dalam
paparannya, Lia menjelaskan bahwa GEDSI merupakan strategi penting untuk mengembangkan
kebijakan yang lebih inklusif, aksesibel, dan bebas diskriminasi, serta memastikan
pembangunan yang adil, dan terbuka sehingga masyarakat dapat berpartisipasi dan
merasakan manfaat pembangunan secara setara.
“Setiap
institusi, termasuk layanan publik seperti lelang harus memberi kesempatan
setara bagi semua orang, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, dan
kelompok rentan”, ujar Lia.
Akhirnya
melalui peringatan 118 Tahun Lelang Indonesia, DJKN berharap dapat semakin
memperkuat kepercayaan publik terhadap Lelang Indonesia sekaligus membangun
ekosistem lelang yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing. Rangkaian
peringatan 118 Tahun Lelang Indonesia diharapkan menjadi sarana refleksi
sekaligus penguatan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendorong
lelang Indonesia menjadi semakin modern, terbuka, dan tepercaya.
(asmp/yf)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru