Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita DJKN
DJKN Lantik PUPNC: Perkuat Pengurusan Piutang dan Optimalisasi Penerimaan Negara

DJKN Lantik PUPNC: Perkuat Pengurusan Piutang dan Optimalisasi Penerimaan Negara

Ayu Seger Miranda Pamungkas
Rabu, 22 April 2026 pukul 16:13:35 |   117 kali

Jakarta, 22 April 2026 – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah Ketua Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) Cabang, Sugeng Apriyanto di Ruang Rapat Lt. 10 DJKN pada Rabu (22/4). Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara selaku Ketua PUPN Pusat, Rionald Silaban.

Pelantikan ini menegaskan peran strategis Ketua PUPN Cabang sebagai ujung tombak pengurusan piutang negara di tingkat operasional, seiring meningkatnya kompleksitas dan nilai piutang negara yang harus ditangani.

Dalam arahannya, Rionald menegaskan bahwa penguatan peran PUPN menjadi kunci dalam menjawab tantangan pengurusan piutang negara yang semakin kompleks sekaligus mendorong optimalisasi penerimaan negara.

“PUPN telah diberikan kewenangan yang lebih luas untuk melakukan penguasaan, pemanfaatan, hingga pengambilalihan aset sitaan negara. Kewenangan ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk sebesar-besarnya kepentingan negara dan masyarakat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, hingga 31 Maret 2026, PUPN/DJKN mengelola 26.485 Berkas Kasus Piutang Negara (BKPN) dengan nilai mencapai Rp 217,154 triliun. Kondisi tersebut menuntut kepemimpinan yang kuat dan pengambilan keputusan yang cepat di tingkat cabang, khususnya dalam pelaksanaan penagihan dan pengelolaan aset negara. Untuk menghadapi tantangan tersebut, DJKN mendorong penerapan langkah-langkah extraordinary, antara lain melalui pemanfaatan Automatic Blocking System (ABS) serta penguatan sinergi antar unit eselon I Kementerian Keuangan melalui skema Joint Collection. Upaya ini mencakup pertukaran data dan analisis bersama, penetapan Daftar Sasaran Bersama (DSB), hingga pelaksanaan kegiatan penagihan terpadu.

“Sinergi dan interoperabilitas data menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas penagihan dan mendorong kepatuhan, sehingga penerimaan negara dapat lebih optimal,” ujarnya.

Menutup arahannya, Rionald menyampaikan harapan agar pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

“Saya mengucapkan selamat bekerja. Semoga Saudara diberikan kelancaran dan keberhasilan dalam mengemban tugas, serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa dan negara,” pungkasnya.

(asmp/yf)

Foto Terkait Berita

Berita Terbaru

Floating Icon