Jaga Kekayaan Negara Hayati, DJKN Hitung Nilai Ekonomi Taman Nasional Way Kambas
Mutiara Maulidya Putri Djamali
Rabu, 11 Februari 2026 pukul 19:43:25 |
272 kali
JAKARTA – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) bersama Pemerintah Inggris melalui Nature Transition Support Programme (NTSP) resmi meluncurkan laporan penilaian ekonomi Taman Nasional Way Kambas (TNWK) pada Rabu (11/02). Peluncuran ini merupakan langkah strategis dalam menjaga kekayaan negara hayati dengan memposisikan modal alam (natural capital) sebagai komponen vital dalam kebijakan ekonomi dan pengelolaan kekayaan negara yang berkelanjutan. Kerja sama bilateral ini tidak hanya menyoroti aspek konservasi, tetapi juga memperkuat peran profesional Penilai DJKN dalam menguantifikasi layanan ekosistem sebagai aset negara yang sangat berharga.
Dalam sambutannya, Direktur Penilaian DJKN, Arik Haryono, menekankan bahwa laporan ini memberikan landasan berbasis data bagi para pengambil kebijakan. "Pekerjaan ini bergerak melampaui sekadar pengakuan atas pentingnya ekologi, menuju pengakuan akan pentingnya ekonomi. Laporan ini memberikan informasi yang dibutuhkan bagi para pembuat kebijakan untuk memperkuat alasan investasi, perlindungan, dan pengelolaan jangka panjang terhadap aset alam kita," ungkap Arik. Ia menambahkan bahwa melalui keterlibatan aktif Penilai DJKN, nilai ekonomi dari Way Kambas dapat diukur secara akuntabel guna mendukung perencanaan pembangunan nasional.
Sejalan dengan hal tersebut, Director for International Biodiversity and Climate UK DEFRA, Andrea Ledward, CBE, menyatakan bahwa kolaborasi ini membuktikan bahwa melindungi habitat spesies ikonik adalah sebuah keharusan ekonomi. "Indonesia adalah pemimpin global dalam akuntansi modal alam laut, dan kami bangga mendukung upaya ini. Melindungi tempat-tempat dengan keindahan luar biasa dan signifikansi global seperti Way Kambas adalah sebuah economic imperative. Hanya dengan menilai alam secara benar, kita dapat membuat keputusan hari ini yang menjamin masa depan yang berkelanjutan bagi semua," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tenaga Pengkaji Bidang Sumber Daya Manusia DJKN, Ibu Nella Sri, menggarisbawahi pentingnya sinergi dan metodologi yang kuat dalam menghasilkan laporan yang kredibel. Beliau memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras tim yang terlibat, khususnya para pakar dan penilai yang berhasil menggabungkan analisis teknis dengan kemitraan strategis. "Upaya ini menunjukkan apa yang mungkin dicapai ketika kita menggabungkan analisis yang ketat dengan kemitraan yang kuat antara lembaga pemerintah dan para pakar. Temuan ini tidak hanya mengenali nilai ekonomi Way Kambas, tetapi juga pentingnya tata kelola aset alam bagi generasi mendatang," tutur Ibu Nella.
Hasil penilaian ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata, terutama dalam memobilisasi pendanaan inovatif melalui National Park Financing Task Force. Dengan mengetahui nilai ekonomi riil dari layanan ekosistem di Way Kambas, pemerintah dapat menyusun strategi investasi yang lebih tepat sasaran, menjaga keanekaragaman hayati, sekaligus memastikan bahwa kekayaan negara hayati Indonesia tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas secara berkelanjutan. (kk/lt)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru