Pakar Komunikasi: Reputasi Institusi Dibangun dari Kerja Nyata yang Dikomunikasikan dengan Tepat
Mutiara Maulidya Putri Djamali
Selasa, 16 Desember 2025 pukul 10:16:28 |
154 kali
Jakarta – Pakar komunikasi menilai bahwa reputasi
institusi publik tidak lahir dari narasi yang indah semata, melainkan dari
kerja nyata yang disampaikan kepada publik secara akurat dan mudah dipahami.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Kehumasan Direktorat Jenderal
Kekayaan Negara (DJKN) Tahun 2025 yang digelar di Gedung AA Maramis, Jakarta,
Senin (15/12).
Communication strategist,
Prita Laura, menegaskan bahwa komunikasi publik harus menjadi bagian tak
terpisahkan dari proses kebijakan. Menurutnya, sebaik apa pun kinerja
institusi, tidak akan berdampak optimal apabila tidak dikomunikasikan dengan
benar kepada masyarakat. “Reputasi institusi tidak dibangun dari retorika,
tetapi dari kerja nyata yang dikomunikasikan dengan benar,” ujarnya.
Senada dengan itu, CEO
IMOGEN PR, Jojo Nugroho, mengingatkan pentingnya pendekatan komunikasi yang
berorientasi pada pemahaman publik. Ia menilai tugas DJKN tidak berhenti pada
pengelolaan aset negara semata, tetapi juga memastikan publik mengetahui pesan
di balik pengelolaan aset, seperti mengapa aset negara dikelola dan bagaimana
dampaknya bagi mereka. “Tugas DJKN bukan hanya mengelola aset, tapi memastikan
publik memahami makna dan keadilannya,” jelas Jojo.
Dalam kesempatan yang
sama, Plt. Direktur Hukum dan Hubungan Masyarakat DJKN, Muhammad Hasbi Hanis,
menegaskan bahwa kehumasan memiliki peran strategis sebagai jembatan antara
kerja teknis dan pemahaman publik. Menurutnya, komunikasi publik bukan hanya
dilakukan saat krisis, tetapi harus dibangun melalui konsistensi antara kinerja
dan penyampaian informasi. “Kehumasan hadir bukan untuk membungkus pekerjaan
teknis, melainkan menerjemahkannya ke dalam bahasa publik yang akurat dan mudah
dipahami,” kata Hasbi.
Hasbi juga menambahkan
bahwa komunikasi publik merupakan bagian dari upaya perlindungan dan edukasi
kepada masyarakat. Ketika institusi tidak menyampaikan informasi secara
terbuka, publik berpotensi mencari sumber lain yang belum tentu akurat.
Melalui rapat koordinasi
ini, DJKN menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara unit teknis
dan kehumasan, sehingga pesan institusi dapat tersampaikan secara transparan,
terpercaya, dan berdampak. DJKN optimistis penguatan komunikasi publik akan
mendorong pelayanan yang lebih baik serta memastikan manfaat kerja nyata
institusi dirasakan langsung oleh masyarakat. (kk/bk)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru