Wamenkeu Suahasil Dukung Sinergi SMV dan Stakeholder Untuk Memperkuat Agenda Pembangunan
Esti Retnowati
Selasa, 25 November 2025 pukul 15:56:00 |
248 kali
Jakarta
– Wakil Menteri
Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan pentingnya kolaborasi antar
berbagai pihak dalam mendorong pencapaian agenda pembangunan, seperti sinergi pemanfaatan
instrumen fiskal dan ekosistem pembiayaan kreatif (creative financing) dengan
melibatkan Special Mission Vehicle (SMV) sebagai alat fiskal, pemerintah
daerah, pelaku usaha, dan stakeholder terkait. Hal ini ia sampaikan saat
berbicara pada SMV Business Forum 2025, Selasa (25/11) di Jakarta. Ia mengungkapkan
bahwa Forum 2025 ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat
sinergi lintas SMV bersama pemerintah daerah dan seluruh para pemangku
kepentingan pembangunan Indonesia.
Wamenkeu
Suahasil menjelaskan bahwa SMV Kemenkeu merupakan salah satu inovasi dalam
pengelolaan APBN yang lebih canggih. SMV mengombinasikan belanja negara dengan
badan usaha. Kehadiran SMV dalam program strategis pemerintah diharapkan
menimbulkan efek crowding in, agar lembaga pembiayaan dan private
sector dapat berpartisipasi dalam pemerataan pembangunan antar daerah.
Menurutnya,
SMV memiliki mandat pembangunan, bukan semata mengejar keuntungan. Baik berbentuk
Badan Layanan Umum, BUMN, maupun lembaga khusus di bawah Kementerian Keuangan,
SMV berfungsi menggerakkan sektor-sektor yang membutuhkan dukungan negara.
Ia
mencontohkan PT SMI yang menyalurkan pembiayaan infrastruktur dan pembangunan
daerah, PT SMF yang memperkuat likuiditas pembiayaan perumahan jangka menengah
dan panjang, PT PII yang memberikan penjaminan proyek infrastruktur baik KPBU
maupun non-KPBU, serta LPEI yang mendukung ekspor melalui pembiayaan dan
penjaminan.
Wamenkeu
Suahasil berharap business forum ini menjadi ruang bagi daerah untuk memahami
berbagai instrumen pembiayaan yang disediakan SMV, serta mengoptimalkan peluang
kolaborasi. “Kita ingin pembangunan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. SMV
adalah salah satu cara kerja APBN yang bisa memberikan daya ungkit besar bagi
pembangunan,” ujar Suahasil.
Dalam
forum yang sama, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Febrian
Alphyanto Ruddyard menegaskan perlunya arsitektur pembiayaan yang lebih kreatif
dan kolaboratif untuk mempercepat pembangunan wilayah. Ia menyebut bahwa APBN
dan APBD tidak mampu menutup seluruh kebutuhan investasi nasional yang kian
meningkat. “Kita butuh arsitektur pembiayaan yang lebih kreatif, integratif,
dan kolaboratif. SMV memegang peranan sangat strategis sebagai jembatan
berbagai sumber pendanaan, baik konvensional maupun alternatif,” terangnya. (es/faj/mon/nof)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru