Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita DJKN
Wamenkeu Suahasil Dukung Sinergi SMV dan Stakeholder Untuk Memperkuat Agenda Pembangunan

Wamenkeu Suahasil Dukung Sinergi SMV dan Stakeholder Untuk Memperkuat Agenda Pembangunan

Esti Retnowati
Selasa, 25 November 2025 pukul 15:56:00 |   248 kali

Jakarta – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan pentingnya kolaborasi antar berbagai pihak dalam mendorong pencapaian agenda pembangunan, seperti sinergi pemanfaatan instrumen fiskal dan ekosistem pembiayaan kreatif (creative financing) dengan melibatkan Special Mission Vehicle (SMV) sebagai alat fiskal, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan stakeholder terkait. Hal ini ia sampaikan saat berbicara pada SMV Business Forum 2025, Selasa (25/11) di Jakarta. Ia mengungkapkan bahwa Forum 2025 ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas SMV bersama pemerintah daerah dan seluruh para pemangku kepentingan pembangunan Indonesia.

Wamenkeu Suahasil menjelaskan bahwa SMV Kemenkeu merupakan salah satu inovasi dalam pengelolaan APBN yang lebih canggih. SMV mengombinasikan belanja negara dengan badan usaha. Kehadiran SMV dalam program strategis pemerintah diharapkan menimbulkan efek crowding in, agar lembaga pembiayaan dan private sector dapat berpartisipasi dalam pemerataan pembangunan antar daerah.

Menurutnya, SMV memiliki mandat pembangunan, bukan semata mengejar keuntungan. Baik berbentuk Badan Layanan Umum, BUMN, maupun lembaga khusus di bawah Kementerian Keuangan, SMV berfungsi menggerakkan sektor-sektor yang membutuhkan dukungan negara.

Ia mencontohkan PT SMI yang menyalurkan pembiayaan infrastruktur dan pembangunan daerah, PT SMF yang memperkuat likuiditas pembiayaan perumahan jangka menengah dan panjang, PT PII yang memberikan penjaminan proyek infrastruktur baik KPBU maupun non-KPBU, serta LPEI yang mendukung ekspor melalui pembiayaan dan penjaminan.

Wamenkeu Suahasil berharap business forum ini menjadi ruang bagi daerah untuk memahami berbagai instrumen pembiayaan yang disediakan SMV, serta mengoptimalkan peluang kolaborasi. “Kita ingin pembangunan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. SMV adalah salah satu cara kerja APBN yang bisa memberikan daya ungkit besar bagi pembangunan,” ujar Suahasil.

Dalam forum yang sama, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan perlunya arsitektur pembiayaan yang lebih kreatif dan kolaboratif untuk mempercepat pembangunan wilayah. Ia menyebut bahwa APBN dan APBD tidak mampu menutup seluruh kebutuhan investasi nasional yang kian meningkat. “Kita butuh arsitektur pembiayaan yang lebih kreatif, integratif, dan kolaboratif. SMV memegang peranan sangat strategis sebagai jembatan berbagai sumber pendanaan, baik konvensional maupun alternatif,” terangnya. (es/faj/mon/nof)

Foto Terkait Berita

Berita Terbaru

Floating Icon