Dirjen Kekayaan Negara: Lakukan Konsolidasi, Komitmen, dan Penyatuan Langkah sebagai Bagian dari Pengelolaan Kekayaan Negara
N/A
Senin, 11 November 2013 pukul 12:16:06 |
1417 kali
Denpasar – Direktur Jenderal Kekayaan Negara Hadiyanto menegaskan bahwa Rapar Kerja Nasional (Rakernas) merupakan momentum tahunan bagi DJKN untuk melakukan konsolidasi, meneguhkan komitmen, dan menyatukan gerak langkah dalam melaksanakan tugas sebagai Pengelola Kekayaan Negara. Selain itu, Rakernas juga berfungsi untuk melakukan evaluasi atas kinerja Direktorat Jenderal kekayaan Negara (DJKN) sepanjang tahun 2013, merumuskan rencana kerja DJKN untuk tahun 2014 yang mengacu pada kebijakan strategis Kementerian Keuangan 2014-2024. Hal ini disampaikannya saat memberikan arahan bagi peserta Rakernas DJKN pada 7 November 2013 di Ballroom Intercontinental Hotel and Resort, Jimbaran, Bali.
Acara ini diikuti oleh kurang lebih 260 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri dari pejabat eselon II dan III baik kantor pusat maupun kantor vertikal DJKN. Dirjen Kekayaan Negara Hadiyanto menyampaikan Rakernas DJKN 2013 ini bertujuan untuk memfokuskan pada evaluasi kinerja 2013 dan rencana kerja 2014, dan dari pelaksanaan Rakernas ini daharapkan adanya masukan dari unit vertikal tentang strategic asset management serta inovasi dan terobosan untuk menghasilkan kinerja lebih baik. Selanjutnya Dirjen menambahkan bahwa yang tidak kalah penting adalah bagaimana setiap insan DJKN menjadi change agent yang mendukung proses Tranformasi Kelembagaan Kementerian dan DJKN, yang mana keberhasilan Tranformasi Kelembagaan ini ditandai dengan meningkatnya pelayanan publik, efisiensi dan efektifitas penganggaran pelayanan publik, bentuk organisasi yang tepat/rightsizing dan sikap reform yang tepat/right behavior.
Dalam Rakernas ini, DJKN melaunching secara resmi Logo, Maskot, dan mars DJKN sekaligus. Acara launcing logo DJKN ini diawali dengan penyerahan dua pataka tanda kehormatan DJKN yang diserahkan langsung oleh Dirjen Kekayaan Negara kepada Plt. Sekretaris DJKN Tavianto Noegroho dan Kepala Kanwil DJKN Bali, Nusa Tenggara Etto Sunaryanto mewakili kepala kanwil dan diiringi lagu Bagimu Negeri oleh Paduan Suara DJKN. Para peserta mengikuti prosesi penyerahan pataka ini dengan hikmat. Lagu Bagimu Negeri semakin menambah kehikmatan detik-detik prosesi ini dan semakin menambah rasa bangga kepada tanah air untuk selalu mengabdi kepada bangsa Indonesia.
Usai penyerahan pataka, acara dilanjutkan dengan launching maskot DJKN yang ditandai dengan pembukaan tirai simbolik yang ditandu oleh empat penari sebagai wujud personifikasi DJKN yang menggambarkan organisasi yang bertindak tegas dan berwibawa dalam melaksanakan tugas. Paduan Suara DJKN dengan semangat menyanyikan lagu mars sebagai tanda telah dilaunchingnya Mars DJKN yang kemudian dinyanyikan oleh seluruh peserta Rakernas dengan semangat. Semua peserta terlihat menghayati dan mengikuti seluruh prosesi ini dengan penuh kehidmatan.
Usai launching mars DJKN, capacity buliding disampaikan oleh Pakar Komunikasi dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi dengan tema motivasi kepemimpinan sehingga tujuan organisasi dapat berjalan secara efektif dan efisien serta output yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan bisnis organisasi ke depan. Dengan gayanya yang kocak, Ari Junaedi menyampaikan materi dengan mempraktekkan cara berkomunikasi para pemimpin Indonesia dari masa ke masa.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pemaparan kinerja Kanwil secara regional yang dipimpin oleh Plt. Sekretaris DJKN Tavianto Noegroho. Sebelumnya, Plt. Sekretaris DJKN menyampaikan hasil Nilai Kinerja Organisasi (NKO) di lingkungan DJKN, dimana nilai NKO tertinggi diraih oleh Kanwil Banda Aceh, Kanwil Jateng DIY dan Kanwil Sultengbar, namun secara umum NKO diatas rata-rata unit lain di lingkungan Kementerian Keuangan.
Sessi yang tidak kalah menarik adalah pemaparan dialog interaktif yang dipimpin oleh Dirjen Kekayaan Negara mengenai organisasi dan kinerja. Namun, sebelum sesi tanya jawab disampaikan mengenai materi Asset Strategic Management oleh Tenaga Pengkaji Harmonisasi Kebijakan Nuning SR Wulandari.
Pada hari selanjutnya dilaksanakan capacity building dalam bentuk outbond yang diselenggarakan oleh Buana Outbond Training Service (BOTS) yang diawali dengan senam pagi bersama yang dipimpin langsung oleh Dirjen Kekayaan Negara dan diselingi tarian joget Caesar. Di akhir acara, dilakukan outbond kepemimpinan bersama (last project) dimana Dirjen mengendalikan mobil remote di atas jalan yang dibangun oleh perwakilan peserta Rakernas sebagai simbol bahwa seluruh peserta Rakernas mendukung penuh langkah pemimpin untuk menuju tujuan organisasi.
BUTIR-BUTIR PENTING RAPAT KERJA NASIONAL DJKN TAHUN 2013
Denpasar, 6 - 8 November 2013
Adapun butir-butir penting yang dapat disimpulkan dalam Rakernas kali ini adalah sebagai berikut:
Untuk memberikan kepastian hukum dalam pelaksanaan tugas dan fungsi DJKN sekaligus sebagai upaya peningkatan kinerja di waktu mendatang, DJKN perlu segera menyelesaikan instrumen hukum lain yaitu RUU tentang Pengelolaan Kekayaan Negara dan RUU tentang Penilai. (Dwinanto/Dani/bnz-humas)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru