Grand Final KIKN 2025 Tampilkan Empat Inovasi Pengelolaan Kekayaan Negara
Tawassalna Arin Salsabillah
Rabu, 19 November 2025 pukul 23:48:22 |
208 kali
Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
(DJKN) menyelenggarakan Grand Final Kompetisi Inovasi Kekayaan Negara (KIKN)
2025 di Kantor Pusat DJKN pada Rabu (19/11). Dalam sambutannya, Sekretaris DJKN
Kusumawardhani menegaskan pentingnya budaya inovasi dalam mendukung
transformasi organisas. KIKN merupakan momentum untuk merayakan kreativitas dan
karakter ASN DJKN.
“Momentum ini adalah perayaan semangat
inovasi, kolaborasi, dan karakter ASN DJKN,” tegas Kusumawardhani.
Lebih lanjut, Sekretaris DJKN menjelaskan
bahwa inovasi lahir dari keberanian untuk meninjau ulang cara kerja yang telah
lama berjalan. KIKN telah menjadi wadah internal DJKN untuk mendorong para pegawai
menghasilkan solusi baru, baik yang belum pernah diimplementasikan maupun yang
masih terbatas penerapannya.
“Inovasi tidak lahir di ruang yang
hening. Ia tumbuh ketika kita berani mempertanyakan cara lama,” tambahnya.
Empat inovasi unggulan yang
dipresentasikan para finalis mencerminkan dorongan kuat untuk menghadirkan
layanan publik yang lebih adaptif, inklusif, dan berdampak. Inovasi tersebut
meliputi “Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Special Mission Vehicle Kementerian
Keuangan (TJSL SMV Kemenkeu)” oleh Direktorat Kekayaan Negara Dipisahkan, “Sign
Language Translator (SILAT) untuk Layanan Kemenkeu yang Inklusif” oleh
Direktorat Transformasi dan Sistem Informasi bersama KPKNL Surabaya, “Aplikasi
Socio-Economic Impact Calculator (SEICA)” oleh Lembaga Manajemen Aset Negara
serta “Wahana Optimalisasi Aset Negara (WASENG)” oleh Kanwil DJKN Sulawesi
Utara, Tengah, Gorontalo, dan Maluku.
Proses penilaian KIKN 2025 dilakukan
oleh panelis yang terdiri dari Djanurindro Wibowo selaku Kepala Kanwil DJKN
Banten, Abdul Wahid Fajar Amin selaku Kepala Bagian Tata Kelola dan Pelayanan
Publik Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan, serta Mila Mumpuni selaku
Widyaiswara Ahli Madya Balai Diklat Keuangan Yogyakarta. Menutup rangkaian
kegiatan, Sekretaris DJKN kembali mengingatkan bahwa setiap inovasi harus
berlanjut pada aksi nyata.
“Kita tidak cukup hanya menggagas. Kita harus mengaksikan
dan menskalakan inovasi agar memberi dampak berkelanjutan,” pungkasnya.
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru