Sehat Jiwa, Kuat Kinerja: DJKN Ajak Pegawai Kelola Stres dengan Bijak
Yuditha Franciska Ullyana
Rabu, 29 Oktober 2025 pukul 11:41:58 |
216 kali
Jakarta – Direktorat Jenderal
Kekayaan Negara (DJKN) menggelar seminar kesehatan bertajuk “Berpikir Boleh,
Berlebihan Jangan: Menyikapi Stres dan Overthinking dengan Bijak” pada Rabu
(29/10) di Aula DJKN. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan
Hari Ulang Tahun ke-19 DJKN, sebagai wujud kepedulian DJKN terhadap pentingnya menjaga
kesehatan mental dan fisik pegawai agar tetap produktif, profesional, dan berdaya
saing.
Dalam sambutannya, Sekretaris DJKN
Kusumawardhani menegaskan bahwa jiwa dan raga yang sehat merupakan pondasi
esensial bagi pegawai untuk menjalani hidup berkualitas serta bekerja dengan
fokus dan berintegritas. Stres dan overthinking dapat dialami siapa saja
tanpa memandang usia, gender, atau latar belakang sosial.
“Yang perlu kita sadari bersama,
kita semua punya kebutuhan emosional—dan hal itu bukan kelemahan. Tantangannya
adalah bagaimana kita memenuhi kebutuhan emosional itu secara bijak,” pesan Sesditjen.
Seminar yang digelar secara hybrid ini
dihadiri oleh para pegawai DJKN, dengan narasumber utama Rena Masri, seorang adult
clinical psychologist. Dalam pemaparannya, Rena membagikan sumber tekanan
yang sering dialami, serta mengajak peserta seminar untuk belajar mengenali,
menerima dan mengelola stress secara bijak.
“Fokus pada hal-hal yang bisa
kita kendalikan–apa yang bisa dilakukan, siapkan, atau ubah saat menghadapi
sesuatu. Pahami konsekuensi dari suatu masalah, lalu ajak diri kita untuk
memikirkan hal-hal positif untuk mengurangi tingkat stres,” ujar Rena.
Kegiatan berlangsung interaktif
dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Mereka aktif bertanya dan berbagi
pengalaman mengelola stres di tengah tuntutan pekerjaan yang padat.
Melalui kegiatan ini, DJKN menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang kuat melalui individu yang sehat secara fisik, mental, sosial, dan spiritual, sekaligus sebagai langkah implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) di lingkungan kerja. (yf/ry)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru