Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita DJKN
LSHB 10.10: Dari Banua untuk Negeri, DJKN Kalselteng Hadirkan Inovasi dan Inklusi Lewat Lelang

LSHB 10.10: Dari Banua untuk Negeri, DJKN Kalselteng Hadirkan Inovasi dan Inklusi Lewat Lelang

Mohammad Eko Agus Yudianto
Jum'at, 10 Oktober 2025 pukul 14:50:33 |   380 kali

Banjarbaru, djkn.kemenkeu.go.id – Kemeriahan mewarnai Aula Kanwil DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah pada Jumat (10/10). Kegiatan Lelang Serentak Harat Banar (LSHB) 10.10 kembali digelar dengan tema “Ragam Objek, Satu Semangat untuk Negeri.”

Tidak sekadar ajang transaksi aset, LSHB 10.10 menjadi simbol inovasi dan kolaborasi lintas unit Kementerian Keuangan yang mengedepankan transparansi, pemberdayaan ekonomi lokal, dan inklusi sosial.

 

Transformasi Lelang untuk Negeri

Kepala Kanwil DJKN Kalselteng Tetik Fajar Ruwandari dalam sambutannya menyampaikan bahwa LSHB 10.10 merupakan bentuk transformasi DJKN menuju layanan publik yang semakin inklusif, inovatif, dan berdaya guna.

“LSHB bukan sekadar perhelatan lelang rutin, tetapi wajah baru DJKN yang menjadikan lelang sebagai instrumen yang membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar Tetik.

Hari ini, LSHB menghadirkan 493 lot lelang dengan total nilai limit mencapai Rp75 miliar, yang mencakup beragam objek, antara lain Hak Tanggungan sebesar Rp59,5 miliar, Kendaraan PL II senilai Rp13,3 miliar, Eks Kepabeanan dan Cukai senilai Rp1,24 miliar, BMN/Daerah Rp547 juta, Sitaan Pajak Rp380 juta, Aset Desa Rp77 juta, Hak Menikmati Rp40 juta, Rampasan Rp10 juta, serta Produk Sasirangan karya Anak Down Syndrome senilai Rp3,5 juta.

Melalui tema “Ragam Objek, Satu Semangat untuk Negeri,” kegiatan ini mempertegas semangat DJKN dalam menghadirkan lelang yang lebih dekat dengan masyarakat dan memberi manfaat nyata bagi daerah.

 

Apresiasi dari Kepala Perwakilan Kemenkeu Satu Kalsel

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan, Dwijo Muryono, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan LSHB 10.10 yang dinilai berhasil memperkuat semangat Kemenkeu Satu.

“LSHB 10.10 adalah contoh nyata bagaimana semangat Kemenkeu Satu dijalankan dengan tulus dan konkret. Sinergi antara DJKN, DJP, DJBC, dan DJPb tidak hanya memperkuat koordinasi internal, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Dwijo menambahkan, bahwa reformasi birokrasi dan modernisasi layanan publik tidak selalu berbentuk sistem digital atau kebijakan besar. “Kadang, perubahan dimulai dari satu ide sederhana—seperti membuka akses lelang bagi desa dan UMKM—yang kemudian tumbuh menjadi gerakan besar karena dikerjakan dengan hati dan semangat kolektif,” tambahnya.

 

Dukungan Pemerintah Daerah: Lelang Aset Daerah Disambut Antusias

Kegiatan LSHB 10.10 turut dihadiri oleh Bupati Tabalong, yang memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan terima kasih kepada Kanwil DJKN Kalselteng atas inisiatif menghadirkan lelang yang menarik perhatian masyarakat luas, termasuk terhadap Barang Milik Daerah (BMD) milik Pemkab Tabalong sebanyak 110 lot kendaraan roda dua dan roda empat, yang turut dilelang pada ajang ini.

 

“Setiap harinya, masyarakat datang ke Pendopo Pemkab Tabalong untuk melihat langsung kondisi aset daerah yang akan dilelang. Antusiasme ini menunjukkan bahwa kegiatan lelang mampu menghadirkan transparansi dan partisipasi publik dalam pengelolaan aset daerah,” ujar Bupati Tabalong.

 

Menurutnya, pelaksanaan LSHB 10.10 tidak hanya membantu percepatan optimalisasi aset daerah, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses lelang sebagai mekanisme yang terbuka, profesional, dan bermanfaat.

 

Inklusi Sosial dan Semangat Banua

Salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini adalah Lelang Kain Sasirangan hasil karya Anak Down Syndrome asal Kalimantan Selatan.

Sebanyak 10 lot kain Sasirangan dilelang dengan nilai limit total Rp3.500.000 dan berhasil terjual dengan nilai Rp7.400.000, atau naik 211,43?ri nilai limit awal.

Capaian ini menjadi simbol nyata inklusi sosial sekaligus penghargaan terhadap kreativitas anak-anak istimewa Banua.

“Setiap karya, sekecil apa pun, layak mendapat ruang dan kesempatan yang sama,” tegas Tetik Fajar Ruwandari.

Melalui LSHB, DJKN Kalselteng menunjukkan bahwa lelang bukan hanya urusan angka, melainkan juga sarana untuk menumbuhkan empati sosial dan kebanggaan lokal.

 

Sinergi, Transparansi, dan Kepercayaan Publik

LSHB 10.10 telah tumbuh menjadi gerakan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku ekonomi lokal.

Dengan semangat Harat Banar — yang berarti benar-benar hebat — DJKN Kalselteng meneguhkan komitmen untuk menghadirkan lelang yang transparan, inklusif, dan membawa manfaat nyata bagi negeri.

Foto Terkait Berita

Berita Terbaru

Floating Icon