Komunikasi Digital Inklusif, Kunci Layanan Publik Setara
Yuditha Franciska Ullyana
Senin, 29 September 2025 pukul 13:40:29 |
394 kali
Jakarta –
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) melalui talkshow Berbisik (Bincang
Inklusi Itu Asik!), membahas “Komunikasi Digital dalam Layanan Publik untuk
Disabilitas Tuli dan Disabilitas Netra” pada Senin (29/09) secara daring.
Diskusi ini menyoroti pentingnya layanan publik yang inklusif, terutama di
ranah digital, agar dapat diakses oleh semua orang tanpa terkecuali.
Forum tersebut menghadirkan aktivis inklusi Tri
Erwinsyah Putra, co-founder Kopi Tuli, dan Ari Triono, CEO Linktara
(Literasi Inklusi Indonesia) sebagai narasumber. Dimoderatori oleh Setiarini
dan R. Ahmad Iman Abdurahman selaku Duta Transformasi Kanwil DJKN DKI Jakarta
dan Aktivis Inklusi Kemenkeu, talkshow berlangsung dengan santai namun penuh insight.
“Inklusi adalah inti dari keadilan sosial, di mana
semua orang memiliki hak yang sama. Dalam konteks pelayanan publik, beragam
kemampuan dan identitas harus bisa dilayani. Kalau masih ada yang tersisih,
berarti masih eksklusif,” ujar Ari.
Dalam kesempatan
tersebut, turut dibahas bagaimana perlakuan lingkungan sosial terhadap teman
disabilitas. Seringkali cerita inspirasi datang dari kaum disabilitas. Padahal
menurut Ari, yang menginspirasi justru datang dari sistemnya – bagaimana sebuah
sistem dapat memberdayakan semua orang termasuk teman disabilitas, dan
memungkinkan mereka untuk hidup mandiri, sekolah, bekerja, dan lain sebagainya.
Selain itu, etika bertinteraksi dengan teman disabilitas penting untuk membuat
mereka merasa dihargai. “Tidak perlu bingung jika ingin berkomunikasi dengan
teman tuli, kami bisa baca gerak bibir kalian asalkan dengan tempo perlahan,”
ujar Erwin.
Bagi penyandang
netra, aksesibilitas digital bergantung oleh adanya fitur audio serta deskripsi
teks pada gambar. Sementara itu, komunitas tuli berkomunikasi melalui bahasa
isyarat, tulisan, ekspresi dan gestur, maupun aplikasi digital. Kondisi ini
menegaskan pentingnya fasilitas serta kompetensi sumber daya manusia pada
pelayanan publik dalam memahami etika interaksi dengan penyandang disabilitas,
agar komunikasi dapat berjalan efektif.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kanwil
DJKN DKI Jakarta, Sekretariat DJKN, Direktorat Hukum dan Humas DJKN, serta
Komunitas Peduli Inklusi Kemenkeu (KOMPLEMEN). Episode pertama talkshow
Berbisik mengajak audiens untuk belajar dari pengalaman nyata dari teman-teman
disabilitas yang dapat menjadi masukan berharga untuk memperkuat layanan publik
yang semakin inklusif di Kementerian Keuangan.
DJKN berkomitmen untuk menyediakan layanan publik yang inklusif melalui berbagai fasilitas yang telah tersedia. Penyamaan perspektif antara pimpinan dan seluruh anggota organisasi juga diperlukan agar sistem pelayanan publik semakin mengakomodir aksesibilitas dan akomodasi layak bagi seluruh pemangku kepentingan. (Tim Humas DJKN)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru