Dorong Optimalisasi PNBP, Dirjen KN Tekankan Peran Strategis Transformasi Digital dan Keamanan Informasi
Nurul Latifatun Nisa
Senin, 11 Agustus 2025 pukul 08:52:14 |
507 kali
Jakarta, 8 Agustus 2025 - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) terus mendorong percepatan transformasi digital dan penguatan tata kelola organisasi melalui kegiatan bertajuk Penguatan SDM Managing Change for Digital Transformation Bagi Kantor Wilayah DJKN dalam Menunjang Optimalisasi PNBP. Kegiatan ini dilaksanakan pada 6–8 Agustus 2025 bertempat di Aula 2 Lembaga National Single Window, Jakarta, dan dihadiri oleh para Kepala Kanwil DJKN, pejabat eselon II di lingkungan DJKN, serta para Change Agent Duta Transformasi DJKN dan SMV.
Direktur Transformasi dan Sistem Informasi DJKN Edward U.P.
Nainggolan, menyampaikan harapannya agar seluruh peserta mampu
mengimplementasikan hasil pembelajaran ini secara konkret dan berdampak
langsung terhadap peningkatan kualitas layanan serta optimalisasi PNBP dari
pengelolaan kekayaan negara, piutang negara, dan lelang.
Kegiatan
dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Rionald Silaban
menegaskan pentingnya transformasi digital dalam menjawab tantangan era
teknologi yang kian dinamis. “Sebagai institusi publik, DJKN harus merespons
perubahan melalui digitalisasi proses bisnis demi meningkatkan efektivitas
layanan dan optimalisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP),” ujarnya.
Dalam
rangkaian kegiatan Managing Change for Digital Transformation,
DJKN menyampaikan sejumlah fokus strategis yang menjadi bagian dari agenda
penguatan kapasitas di lingkungan Kantor Wilayah. Salah satu yang menjadi
sorotan adalah peningkatan kualitas data penilaian melalui pengembangan Sistem
Informasi Penilaian Nasional (SIPN) yang disampaikan oleh Arik Hariyono
Direktur Penilaian. Sistem ini dirancang untuk mewujudkan transparansi dan
akurasi dalam nilai aset negara, sekaligus mendukung proses verifikasi dan
validasi data transaksi agar dapat digunakan secara optimal dalam perumusan
kebijakan pengelolaan aset.
DJKN terus
mendorong penguatan tata kelola teknologi informasi dan keamanan informasi
sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem kerja yang aman dan andal.
Dalam sesi yang dimoderatori oleh Edy Nuryanto, hadir narasumber Wawan
Juswanto, Kepala Pusat Manajemen Transformasi dan Perubahan, Badan Teknologi,
Informasi, dan Intelijen Keuangan.
Beliau menekankan bahwa penguatan ini menjadi semakin krusial
seiring meningkatnya ketergantungan pada sistem digital. Langkah-langkah
strategis yang dilakukan mencakup perlindungan data sensitif, pengelolaan
risiko keamanan siber, serta pembinaan perilaku digital pegawai agar selaras
dengan kebijakan keamanan informasi Kementerian Keuangan. Seluruh inisiatif
tersebut dibingkai dalam semangat transformasi proses bisnis berbasis value
stream, yang menekankan integrasi lintas unit dan alur kerja yang lebih
berorientasi pada nilai.
Sekretaris DJKN Kusumawardhani menegaskan bahwa penguatan
manajemen sumber daya manusia menjadi kunci pembentukan birokrasi yang agile,
kolaboratif, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan strategis. Langkah ini diharapkan
mampu meningkatkan kapasitas organisasi dalam merespons tantangan dan peluang
di masa depan.
“Penguatan manajemen SDM merupakan fondasi agar DJKN mampu bertransformasi menjadi birokrasi yang responsif dan berdaya saing,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pejabat di lingkungan
Sekretariat DJKN turut memaparkan peran strategis unit masing-masing. Dedi
Riswandi, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana, menyampaikan materi
mengenai Penyusunan Rencana Strategis DJKN 2025–2029. Fenny Arie Kartini,
Kepala Bagian Keuangan, memaparkan Dukungan Anggaran dalam Rencana Strategis.
Sementara itu, Acep Irawan, Kepala Bagian Sumber Daya Manusia,
membahas Peran Kepala Kantor dalam Pengelolaan SDM SPBE dan Pengembangan
Kompetensi Teknis. Krisdianto, Kepala Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara,
Rumah Tangga, dan Tata Usaha, menjelaskan pengelolaan BMN di lingkungan DJKN.
Adapun Navis Zikra, Kepala Bagian Kepatuhan Internal, menguraikan Kepatuhan
Internal dalam Ekosistem TIK.
Melalui sinergi ini, DJKN berkomitmen memperkuat tata kelola
organisasi, mengoptimalkan pengelolaan sumber daya, serta memastikan seluruh
lini mendukung pencapaian target strategis lembaga.
Di sisi lain, Windraty Ariane Siallagan Tenaga Pengkaji
Restrukturisasi Privatisasi dan Efektivitas KND menyampaika jika hal ini
sejalan dengan semangat kebijakan berbasis bukti, DJKN juga mendorong
peningkatan literasi data dan pemanfaatan data analytics dalam proses
pengambilan keputusan. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas analitis
di tingkat daerah, tetapi juga memungkinkan lahirnya kebijakan yang lebih
responsif, kontekstual, dan berdampak langsung terhadap kinerja organisasi.
Dalam
paparannya, Mohamad Akyas dari Direktorat Lelang menyampaikan Rancangan
Peraturan Menteri Keuangan (RPMK) tentang Perubahan atas PMK Nomor 122 Tahun
2023 mengenai Petunjuk Pelaksanaan Lelang. Perubahan regulasi ini diarahkan
untuk memperkuat kepastian hukum dan memberikan perlindungan yang lebih optimal
bagi para pihak yang terlibat, menegakkan norma melalui penerapan sanksi yang
tegas, serta menyederhanakan dan mengharmonisasikan ketentuan agar pelaksanaan
lelang menjadi lebih efektif dan efisien.
Selain itu, DJKN juga menekankan pentingnya Optimalisasi Barang
Milik Negara (BMN) sebagai instrumen strategis dalam mendukung kebijakan
nasional, seperti Asta Cita dan program ketahanan pangan sebagaimana
disampaikan oleh Encep Sudarwan Direktur Perumusan Kebijakan Kekayaan Negara.
Pemanfaatan BMN yang tepat dan produktif diharapkan dapat memberikan kontribusi
nyata dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang inklusif dan
berkelanjutan.
Kegiatan
ini menjadi refleksi bahwa keberhasilan transformasi digital bukan hanya soal
adopsi teknologi, tetapi juga bergantung pada kesiapan manusia, kualitas data,
dan kepemimpinan yang mampu mengelola perubahan. Kantor Wilayah DJKN sebagai
ujung tombak di daerah diharapkan dapat menjadi role model dalam
mengawal proses transformasi dengan pendekatan strategis, terukur, dan
berkelanjutan.
Dengan
semangat kolaboratif yang dibangun selama kegiatan, DJKN berkomitmen untuk
terus menghadirkan ruang pembelajaran lintas unit yang memperkuat fondasi
organisasi digital, sekaligus menjaga tata kelola yang adaptif dan andal.
Transformasi bukanlah tujuan akhir, melainkan proses berkelanjutan untuk
memastikan DJKN tetap relevan dan memberikan dampak nyata bagi pengelolaan
kekayaan negara.
(Penulis: Nurul Latifatun Nisa, Dokumentasi: Habibullah Yusyaf dan
I Gusti Ngurah Adi Wicaksana)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru