Dengan Lokakarya, Siap Perkuat Kompetensi Asesor Teknis Bidang Kekayaan Negara
Nadea Skandina Putri
Selasa, 10 Juni 2025 pukul 08:34:20 |
10 kali
Jakarta – DJKN
berkolaborasi dengan Pusdiklat KNPK menyelenggarakan Lokakarya Jarak Jauh (LJJ) Penguatan
Kompetensi bagi Asesor Teknis Bidang Kekayaan Negara pada Selasa (3/06) sampai
dengan Kamis (5/06). Kegiatan dilaksanakan secara daring yang diikuti oleh 31 asesor
teknis dari DJKN dan Pusdiklat KNPK. Secara resmi, kegiatan dibuka oleh Kepala
Pusdiklat KNPK, Heru Wibowo. Dalam sambutannya, Heru Wibowo mengatakan bahwa
LJJ ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para asesor teknis di bidang
kekayaan negara. Harapannya, dengan peningkatan kompetensi ini, proses
penilaian kompetensi dapat dilakukan secara lebih berkualitas dan optimal.
Kegiatan ini menghadirkan
beberapa narasumber yang kompeten di bidang penilaian kompetensi. Hari pertama
diawali sharing session oleh Iis Isnawati, Kepala Subdirektorat
Kompetensi dan Pengembangan Kapasitas Pegawai, Direktorat KITSDA DJP beserta
tim dan Sumarni, Assessor SDM Aparatur Muda.
Dalam kesempatan ini, dijelaskan
mengenai teknis perencanaan asesmen kompetensi teknis dimana hal yang paling
utama dalam proses ini bagi asesor adalah mengetahui kamus kompetensi teknis
yang akan digunakan untuk penggalian potensi asesi. Selain itu, juga
disampaikan mengenai kualifikasi seorang asesor, salah satunya memiliki
keterampilan listening yang baik.
“Jangan sampai seorang
asesor itu lebih banyak bercerita ketika sedang sesi wawancara”, jelas Tim
Direktorat KITSDA DJP yang menekankan bahwa kemapuan listening menjadi
hal mendasar yang harus dimiliki oleh seorang asesor karena pada dasarnya
asesor akan menggali kompetensi asesi.
Lebih mendalam di hari
kedua sharing session terkait pelaksanaan asesmen bersama narasumber,
Tommy Darmawan, Assessor SDM Aparatur Madya. Tommy Darmawan banyak mengulas
terkait teknik yang perlu digunakan dalam pelaksanaan asesmen mulai dari teknik
penilaian kompetensi itu sendiri, teknik pengambilan dan pengolahan data,
sampai dengan teknik wawancara. Tommy Darmawan menyampaikan perlunya membangun
komunikasi yang baik dengan peserta saat sesi wawancara agar memberi kenyamanan
asesi. Tentunya, pendekatan ini tidak hanya untuk membantu menggali informasi
secara lebih mendalam, tetapi juga membuat asesi merasa dihargai dan percaya
diri dalam menyampaikan pandangannya.
“Ketika menjadi asesi
sangat bisa muncul berbagai sikap, seperti grosi, ketakutan karena
kekhawatirannya tidak dapat menjawab pertanyaan maka asesor perlu mencaikan
hal-hal kecil seperti ini, misalnya dengan sikap yang ramah”, jelas asesor yang
biasa disapa Tommy tersebut.
Lebih menarik lagi dalam
kesempatan ini dilakukan simulasi uji kompetensi yang diperankan oleh beberapa volunteer
peserta LJJ. Melalui simulasi ini, para asesor tidak hanya mendapatkan gambaran
nyata tentang proses asesmen, tetapi juga berkesempatan untuk mempraktikkan
teori penilaian kompetensi yang telah dipelajari sebagai bekal penting dalam
menghadapi pelaksanaan uji kompetensi yang sesungguhnya.
Di hari ketiga, Tommy
Darmawan melanjutkan sharing session mengenai evaluasi penilaian
kompetensi. Dilanjutkan sharing
session best practise pelaksanaan asesmen pada Kementerian Keuangan oleh
Sumarni.
Memasuki hari ketiga,
Tommy Darmawan membuka sharing session dengan pemaparan mengenai
evaluasi penilaian kompetensi. Kegiatan dilanjutkan dengan sharing session oleh
Sumarni mengenai best practice pelaksanaan asesmen di lingkungan
Kementerian Keuangan, memberikan gambaran nyata yang sangat relevan dengan
tantangan di lapangan.
Diskusi berlangsung
sangat interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta dalam menyampaikan
pandangan, bertukar pengalaman, serta mengajukan pertanyaan yang konstruktif,
sehingga menciptakan suasana pembelajaran yang dinamis dan kolaboratif.
Dengan terselenggaranya lokakarya ini, diharapkan para asesor teknis semakin siap dan percaya diri dalam menjalankan tugas asesmen secara profesional, akuntabel, dan berintegritas. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan kompetensi, tetapi juga momentum untuk memperkuat kolaborasi dan semangat pembelajaran berkelanjutan di lingkungan DJKN dan Pusdiklat KNPK.
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru