Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita DJKN
Apresiasi Pengelolaan BMN Hulu Migas dan PKP2B 2024: Sinergi untuk Optimalisasi Aset Negara

Apresiasi Pengelolaan BMN Hulu Migas dan PKP2B 2024: Sinergi untuk Optimalisasi Aset Negara

Esti Retnowati
Jum'at, 21 Maret 2025 pukul 15:42:12 |   741 kali

Jakarta - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) melalui Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara memberikan Apresiasi atas capaian pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) Hulu Minyak dan Gas (Migas) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) pada Jumat (21/03) di Kantor Pusat DJKN Jakarta Pusat. Apresiasi tersebut diberikan atas sinergi dan kontribusi para kontraktor dalam pengelolaan aset negara yang bernilai strategis bagi pembangunan nasional. “Industri hulu migas dan pertambangan batubara memiliki peran vital dalam perekonomian Indonesia, baik melalui penerimaan negara, alokasi gas domestik, maupun investasi di sektor eksplorasi dan eksploitasi,” jelas Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara Purnama T. Sianturi.

Purnama menyampaikan bahwa sektor ini berkontribusi pada pendapatan negara, baik melalui pajak maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2023, BMN Hulu Migas dan BMN eks PKP2B tercatat sebagai Aset Lainnya dengan nilai mencapai Rp630,4 triliun dan Rp2,94 triliun. Kontribusi besar ini mencerminkan potensi penerimaan negara yang terus dioptimalkan. 

Namun, ia juga menyoroti adanya berbagai tantangan dalam pengelolaan aset hulu migas, termasuk permasalahan pencatatan aset dan pemanfaatannya oleh pihak ketiga tanpa izin. "Pengelolaan aset migas bukan hanya soal produksi, tetapi juga transparansi dan akuntabilitas. Kami terus berupaya memastikan bahwa semua aset tercatat dengan baik dan digunakan sesuai ketentuan," ujar PurnamaSebagai langkah konkret, pemerintah berencana mempercepat sertifikasi aset hulu migas untuk memastikan legalitas dan optimalisasi penggunaannya. Sinergi dengan berbagai pihak, termasuk KPKNL, diharapkan dapat memperlancar proses ini.

Sebagai bentuk apresiasi, DJKN memberikan penghargaan kepada para kontraktor dan instansi yang berkontribusi dalam pengelolaan BMN Hulu Migas dan BMN eks PKP2B. Berikut adalah daftar penerima apresiasi:

  1. KKKS dengan Kontribusi Penerimaan Negara Terbesar 2024:
    • Terbaik I: KKKS PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore
    • Terbaik II: KKKS PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java
    • Terbaik III: KKKS PT Pertamina Hulu Mahakam
  2. KKKS dengan Tingkat Optimalisasi Aset Terbesar 2024:
    • Terbaik I: KKKS PT Pertamina Hulu Rokan
    • Terbaik II: KKKS PT Pertamina EP
    • Terbaik III: KKKS Medco E&P Grissik Ltd.
  3. KKKS dengan Tingkat Pengelolaan Aset Teraktif 2024:
    • Terbaik I: KKKS PT Medco Energi Internasional Tbk – Medco Group
    • Terbaik II: KKKS PT Pertamina Hulu Rokan
    • Terbaik III: KKKS PT Pertamina EP
  4. Kontraktor/Pemegang IUPK dengan Kontribusi Penerimaan Negara Terbesar 2024:
    • Terbaik I: PT Kaltim Prima Coal
    • Terbaik II: PT Adaro Indonesia Tbk.
    • Terbaik III: PT Kideco Jaya Agung
  5. Kontraktor/Pemegang IUPK dengan Tingkat Pengelolaan Aset Teraktif 2024:
    • Terbaik I: PT Adaro Indonesia Tbk.
    • Terbaik II: PT Arutmin Indonesia
    • Terbaik III: PT Kaltim Prima Coal
  6. KPKNL dengan Tingkat Lelang BMN Hulu Migas dan BMN eks PKP2B Teraktif 2024:
    • Terbaik I: KPKNL Balikpapan
    • Terbaik II: KPKNL Jakarta II
    • Terbaik III: KPKNL Surabaya
  7. KPKNL dengan Tingkat Penilaian BMN Hulu Migas dan BMN eks PKP2B Teraktif 2024:
    • Terbaik I: KPKNL Dumai
    • Terbaik II: KPKNL Samarinda
    • Terbaik III: KPKNL Balikpapan

Melalui acara apresiasi ini, DJKN berharap seluruh pemangku kepentingan dapat terus meningkatkan tata kelola BMN Hulu Migas dan BMN eks PKP2B demi optimalisasi aset negara dan peningkatan kontribusi bagi perekonomian nasional. "Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dalam optimalisasi pengelolaan aset migas. Mari bersama kita tingkatkan tata kelola BMN untuk kemajuan bangsa dan negara," tutup Purnama. (ff/das)

Foto Terkait Berita

Berita Terbaru

Floating Icon