Severity: Warning
Message: XXXXX(/var/lib/php/sessions/ci_sessions_2022/portaldjkn_20222bf5venlrtu00ruf07vs3kc7h9aktg3d): failed to open stream: No space left on device
Filename: drivers/Session_files_driver.php
Line Number: 176
Backtrace:
File: /home/piesa/webdjkn/application/controllers/Berita.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/piesa/webdjkn/index.php
Line: 326
Function: require_once
Severity: Warning
Message: XXXXXXXXXXXXX(): Failed to read session data: user (path: /var/lib/php/sessions/ci_sessions_2022)
Filename: Session/Session.php
Line Number: 143
Backtrace:
File: /home/piesa/webdjkn/application/controllers/Berita.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/piesa/webdjkn/index.php
Line: 326
Function: require_once
Bukukan Nilai Ekonomi SDA, Dirjen KN: Valuasi Ekosistem SDA Dukung Pembangunan Berkelanjutan Dengan Perhatikan Kelestarian Lingkungan
Faza Fakhriyan Wildan
Selasa, 04 Februari 2025 pukul 11:57:02 |
910 kali
Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) telah melakukan valuasi ekonomi sumber daya alam hayati di sektor kehutanan dan kelautan. Hasil dari kegiatan ini telah didokumentasikan dalam publikasi berjudul “Nilai Ekonomi Sumber Daya Alam Indonesia: Nilai Jasa Ekosistem pada Wilayah Konservasi Tahun 2022–2024”.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban menuturkan bahwa identifikasi dan valuasi jasa ekosistem sumber daya alam hayati memiliki peran strategis dalam mendukung penyusunan kebijakan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.
“Dengan
adanya valuasi ini, para pemangku kepentingan dapat mengeksplorasi berbagai
alternatif pembangunan yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi
juga memastikan kelestarian sumber daya alam,” ujar Rionald saat launching publikasi
dokumentasi Nilai Ekonomi SDA Indonesia pada Selasa (4/2) di Kantor Pusat DJKN
Jakarta.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Metode yang digunakan dalam proses valuasi ekonomi ini berdasarkan System of Environmental-Economic Accounting (SEEA) yang telah diakui secara internasional dan dapat digunakan sebagai acuan untuk menilai jasa ekosistem SDA lainnya. Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan serta menjalin kerja sama antar kementerian untuk memastikan hasil yang komprehensif dan bermanfaat.
Upaya penilaian SDA ini, ujar Rionald, selaras dengan target nasional yang ditetapkan dalam Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045, yang disusun oleh Kementerian PPN/Bappenas.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Priyanto Rohmattullah menambahkan bahwa Kekayaan Keanekaragaman Hayati menjadi modalitas pengembangan bioprospeksi dan bioekonomi dalam mendukung ekonomi hijau dan biru. Valuasi Sumber Daya Alam diperlukan untuk mengetahui Potensi Ekonomi Sumber Daya Alam dan Keanekaragaman Hayati Indonesia agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Valuasi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati menjadi basis penting untuk mendorong kebijakan berbasis data sehingga mendorong perencanaan dan implementasi yang lebih baik,” jelas Priyanto.
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru