LPEI Siapkan Strategi Peningkatan Ekspor di 2025
Tawassalna Arin Salsabillah
Kamis, 19 Desember 2024 pukul 22:37:46 |
977 kali
Jakarta –
Sepanjang 2024, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)berhasil mencetak 938
eksportir baru dan membina 1.692 desa devisa. Angka ini mencerminkan peran LPEI
sebagai motor penggerak pengembangan ekonomi berbasis ekspor. Keberhasilan ini
pun menjadi dasar untuk menetapkan target ambisius di tahun mendatang. Hal ini
diungkap Direktur Eksekutif LPEI Riyani Tirtoso dalam Rapat
Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Rencana Kerja
dan Anggaran Perusahaan (RKAP) di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
pada Kamis (19/12).
Riyani menyebutkan,
dari total desa devisa yang tercipta, sektor kopi mendominasi dengan 451 desa,
diikuti makanan dan minuman sebanyak 374 desa, serta kakao dengan 319 desa.
Selain itu, sektor kelapa dan turunannya mencatatkan 203 desa, disusul oleh
rempah-rempah dengan 123 desa, dan perikanan serta hasil laut dengan 69 desa.
Sektor lain seperti fashion, furniture & home decor, hingga ekowisata juga
memberikan kontribusi signifikan. “Capaian ini menjadi pijakan untuk mencapai
target yang lebih besar di 2025,” terangnya.
Pada
2025, LPEI menargetkan penambahan 400 desa devisa baru dan mencetak 450
eksportir baru. Target ini sejalan dengan visi pemerintah memperkuat daya saing
produk Indonesia di pasar global. Dengan komitmen ini, diharapkan LPEI terus
memainkan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan
melalui sektor ekspor.
LPEI
juga merencanakan arah bisnis baru yang berbasis digital untuk mendukung
keberlanjutan programnya. Fasilitas seperti Eksporpedia
akan menyediakan informasi digital, sementara pembelajaran berbasis digital
akan melibatkan e-learning, Program Khusus Rintisan Eksportir Baru
(CPNE), dan pelatihan desa devisa. Selain itu, LPEI akan menghadirkan digital marketplace untuk
mempertemukan pelaku usaha dengan pasar global, serta solusi pembiayaan
digital. Upaya ini diharapkan semakin memperkuat ekosistem ekspor nasional di
era digital. (taw/ain)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru