Dirjen KN Dorong SMF Ciptakan Produk Inovatif untuk Memperkuat Perannya dalam Ekosistem Perumahan
Monika Yulando Putri
Selasa, 17 Desember 2024 pukul 18:09:13 |
341 kali
Jakarta – Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN),
Rionald Silaban, memberikan arahan kepada PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero)/SMF untuk terus memperkuat perannya dalam ekosistem perumahan melalui
pengembangan produk-produk inovatif yang mampu menjadi solusi dalam mewujudkan tujuan perusahaan. Arahan ini
disampaikan oleh Rionald dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan terkait
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) PT SMF Tahun 2025 yang berlangsung pada
Senin (16/12) di Kantor Pusat
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).
“Agar perseroan senantiasa menjaga kinerja keuangan dan operasionalnya bisa tetap
tumbuh positif dan memperhatikan profil
risiko,” ujar Rionald. Ia juga menambahkan “Saya juga ingin perseroan bisa mengoptimalkan
peran SMF Research Institute dengan memotret aspirasi masyarakat di
dalam pengembangan sektor perumahan.”
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama (Dirut) SMF Ananta Wiyogo
menyampaikan komitmen SMF untuk memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas
(liquidity provider) dan Special Mission Vehicle (SMV) di sektor
perumahan melalui berbagai inisiatif strategis yang direncanakan untuk tahun
2025. “Terdapat beberapa strategi yang disasar perseroan yang didasarkan pada
analisis SWOT,” ungkap Ananta.
Strategi yang dirumuskan oleh perusahaan mencakup upaya untuk mendorong pembiayaan sektor perumahan yang berkelanjutan serta
pengembangan skema pendanaan kreatif yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Pada tahun 2025, SMF menargetkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk
program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 181.800 unit.
Selain memaparkan strategi dan rencana kerja tahun 2025, SMF juga
menyampaikan pencapaian kinerja dan proyeksi perseroan keuangan untuk tahun
2024. Penyaluran pinjaman tahun 2024 diproyeksikan mencapai Rp15,9 triliun atau
110,59 persen dari target RKAP 2024, sementara pendanaan diperkirakan mencapai Rp12,3
triliun atau 184,92 persen dari target RKAP 2024. Pendapatan dan laba bersih
perusahaan juga diproyeksikan terus meningkat, dengan estimasi pendapatan sebesar Rp2,8 triliun dan laba bersih sebesar
Rp505 miliar.
Dalam RUPS Tahunan RKAP Tahun 2025, Direktur Jenderal Kekayaan Negara menyetujui dan mengesahkan RKAP serta kontrak kinerja direksi, dewan komisaris, dan dewan pengawas syariah SMF tahun 2025. Pelaksanaan RUPS tersebut ditutup dengan penandatanganan Kontrak Kinerja Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah SMF Tahun 2025. (mon/bhc)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru