Pemerintah Dukung GeoDipa Percepat Transisi Energi
Nanang Ansari
Jum'at, 08 November 2024 pukul 10:53:32 |
658 kali
Bandung
– Pemerintah melalui
Kementerian Keuangan berkomitmen dalam penyediaan sumber energi baru
terbarukan. Komitmen tersebut berupa penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN)
pada PT Geo Dipa Energi (Persero) (GeoDipa), salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan.
Direktur
Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban menegaskan komitmen terkait transisi
energi yang ramah lingkungan. “Komitmen pemerintah terkait transisi energi itu
adalah sesuatu yang mutlak dan kita berusaha memenuhinya dengan baik,” kata
Rionald dalam Media Briefing di Bandung pada Kamis (7/11).
Rionald menyebutkan bahwa
beberapa tahun terakhir ini GeoDipa tidak menerima PMN. Tercatat, GeoDipa
menerima PMN pada tahun 2015 Rp607 miliar dan pada tahun 2020 Rp700 miliar. Selain
bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperbaiki struktur
permodalan GeoDipa, penambahan PMN tersebut dilakukan untuk mendukung
pembangunan proyek Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Dieng 2 dan PLTP Patuha 2 yang masing-masing berkapasitas 55 MW untuk
meningkatkan kapasitas terpasang dari 120 MW menjadi 230 MW dan diharapkan
nantinya dapat terus bertambah.
Selain
PMN, pemerintah juga memberikan dukungan agar GeoDipa bisa mendapatkan bantuan
dari multilateral institution. Menurut Rionald, institusi multilateral
ini berminat dengan green energy yang selama ini dikembangkan oleh
GeoDipa. Dengan dukungan yang ada, GeoDipa terus mengembangkan pembangkit
listrik geothermal dan memiliki beberapa wilayah proyek yang tersebar di
beberapa wilayah di Indonesia.
Dalam
kesempatan yang sama, Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan Direktorat Jenderal
Kekayaan Negara (DJKN) Meirijal Nur menambahkan bahwa Pemerintah bersama PT
Penjaminan Infrastruktur Indonesia yang juga salah satu SMV Kementerian
Keuangan, memberikan dukungan kepada GeoDipa berupa Penjaminan Pemerintah (Government
Guarantee) dengan total penjaminan USD335 juta. Dukungan penjaminan ini
diperuntukkan untuk pembangunan proyek PLTP Dieng 2 dan PLTP Patuha 2.
Lebih lanjut, Direktur
Pengembangan Niaga dan Eksplorasi GeoDipa Ilen Kardani mengatakan PLTP Patuha memiliki
potensi mencapai 400 MW, dengan kapasitas terpasang sebesar 55 MW. Selama
sepuluh tahun (2015-2024) beroperasi, PLTP Patuha Unit 1 telah memberikan
kontribusi penyaluran listrik sejumlah 4.018.100 KWh. Dan saat ini, dengan dukungan
penambahan PMN, GeoDipa sedang melakukan pengembangan PLTP Patuha Unit 2 dengan
kapasitas 55 MW.
Pada tahun 2024 ini, GeoDipa terus berupaya untuk
meningkatkan kinerja pengelolaan panas bumi pada PLTP yang dikelolanya.
Berbagai wujud upaya GeoDipa meliputi implementasi teknologi GEOREC terbaru,
ekspansi proyek, dan pemeliharaan preventif berbasis kondisi untuk memastikan
peralatan pada PLTP tetap dalam kondisi optimal dan beroperasi dengan efisiensi
tinggi. (na/my)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru