KM9 Bersama Dirjen KN: Bahas APBN, dari Rhoma Irama sampai Bank Dunia
Alief Ibnu Nuzul
Senin, 07 Oktober 2024 pukul 18:38:08 |
671 kali
Jakarta - Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN) Rionald Silaban berpartisipasi sebagai salah satu relawan Kemenkeu Mengajar 9 (KM9) yang dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 47 Jakarta pada Senin (7/10). Dalam kegiatan tersebut, Dirjen KN berkesempatan untuk menjelaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan tugas Kementerian Keuangan dalam pengelolaan keuangan negara kepada siswa-siswa di kelas 12 di SMAN 47 Jakarta tersebut.
“Belanja itu adalah komitmen, janji, sementara pendapatan adalah proyeksi,” jelas Rionald membuka pembahasan mengenai APBN. Layaknya dalam rumah tangga, Dirjen KN menjelaskan bahwa contoh komitmen adalah ketika orang tua telah menjanjikan sepatu baru untuk anaknya, tapi uang untuk membelinya tentu masih bergantung pada pendapatan yang diterimanya di kemudian hari, inilah yang disebut proyeksi. APBN, lanjut Dirjen KN, ditujukan untuk tiga hal utama, yaitu mewujudkan kesejahteraan masyarakat, memajukan perekonomian, mengatur keuangan negara secara berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Dirjen KN menanyakan apakah siswa-siswa tahu sosok Rhoma Irama, yang serentak dijawab “tahu!,” oleh siswa-siswa. “Kalian tahu lagu Rhoma yang membahas penduduk Indonesia?” tanyanya lagi, dan kali ini tidak mendapat respon seperti sebelumnya. “Coba kita dengarkan lagu 135 juta, disitu dijelaskan bahwa di tahun 70-an, jumlah penduduk Indonesia masih berjumlah 135 juta jiwa. Sekarang, sudah lebih dari 270 juta jiwa,” ungkapnya. Menurut Rio, penambahan jumlah penduduk itu berimplikasi pula pada semakin besarnya kebutuhan akan APBN yang efisien dan tangguh, baik dari segi kuantitas ataupun kualitas. Untungnya, tambah Rionald, selama ini pemerintah berhasil mengelola keuangan negara dengan baik. Ia juga menceritakan bahwa pada tahun 2023, Bank Dunia menempatkan Indonesia ke dalam kelompok Negara berpenghasilan menengah ke atas. “Kita harus bersyukur atas pencapaian ini,” ungkapnya.
Dirjen KN juga menekankan bahwa peran APBN tidak akan maksimal tanpa partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat. Sekolah gratis yang telah difasilitasi tidak akan berdampak apabila siswa tidak rajin belajar. Begitu juga gedung-gedung yang sudah dibangun juga tidak akan bermanfaat untuk kesejahteraan jika tidak dijaga bersama. Menurutnya, semangat Kemenkeu Mengajar dapat diwujudkan jika Kementerian Keuangan sebagai pengelola keuangan negara menjalankan tugasnya dengan berkualitas, dan warga masyarakat berpartisipasi sesuai dengan perannya masing-masing demi menyongsong Indonesia Emas.
Kemenkeu Mengajar merupakan agenda rutin tahunan Kementerian Keuangan yang telah berlangsung selama sembilan tahun, dimulai sejak tahun 2016. Dalam kegiatan yang diadakan sebagai bagian dari peringatan Hari Oeang Ke-78 ini, insan Kementerian Keuangan memberikan bentuk pengabdiannya di dunia pendidikan melalui para relawan yang akan mengajar dan berbagi ilmu selama satu hari di sekolah-sekolah. Dalam kegiatan tersebut, siswa akan menerima materi terkait tugas Kementerian Keuangan dalam mengelola APBN, peran dan manfaat APBN dalam kehidupan sehari-hari, serta pengenalan profesi yang ada di Kementerian Keuangan. Dari kegiatan ini, para siswa diharapkan bisa lebih memahami betapa pentingnya APBN dalam mendukung kesejahteraan bangsa (AD/AIN).
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru