Penipuan Lelang Semakin Canggih, DJKN Terus Mengedukasi Masyarakat Tentang Lelang yang Benar
Nanang Ansari
Selasa, 10 September 2024 pukul 12:25:32 |
676 kali
Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN) Rionald Silaban mengatakan, lelang telah menjadi bagian penting dalam transaksi jual beli di Indonesia. Lelang membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan barang yang berkualitas dengan harga yang kompetitif dan membantu pemerintah dalam mengelola aset secara efisien.
“Namun, masih banyak masyarakat yang kurang memahami proses dan aturan lelang yang sah sehingga rentan menjadi korban penipuan,” ungkap Rionald saat menyampaikan sambutannya dalam webinar Kemenkeu Corpu Talk bertajuk "Ikut Lelang Tipu-Tipu? Jangan Ya Dek Yaa..” yang dilaksanakan secara hybrid pada Selasa (10/9) di Kampus Politeknik Keuangan Negara STAN, Banten.
Penipuan yang mengatasnamakan lelang, bukan hal yang baru. Dengan kemajuan teknologi, tambah Rionald, metode penipuan semakin canggih. “Oleh karena itu, kita harus terus mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda mengenai tata cara lelang yang benar,” tegasnya.
Webinar yang terselenggara atas inisiatif bersama Kantor Wilayah (Kanwil) DJKN DKI Jakarta dan Kanwil DJKN Banten bekerja sama dengan Pusdiklat Kekayaan Negara dan Perimbangan Keuangan (KNPK), BPPK Kementerian Keuangan ini menghadirkan dua narasumber dengan moderator Rachmatunnisya, Widyaiswara Ahli Madya pada Pusdiklat KNPK.
Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Tavianto Noegroho yang menjadi narasumber pertama menjelaskan tentang proses lelang yang sah dilakukan di hadapan pejabat lelang dan diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), Balai Lelang, dan Kantor Pejabat Lelang Kelas II.
Untuk mencegah penipuan lelang, Tavianto memberikan beberapa tips. Dirinya meminta untuk hati-hati jika ada penawaran lelang dengan harga yang tidak ajar, permintaan setoran uang jaminan tidak melalui virtual account atau rekening resmi penyelenggara lelang. Masyarakat juga bisa memastikan kebenaran informasi lelang melalui lelang.go.id dan nama penyelenggara lelang, baik KPKNL, Balai Lelang, dan Pejabat Lelang Kelas II pada laman www.djkn.kemenkeu.go.id.
Senada hal itu, Ketua Perkumpulan Balai Lelang di Indonesia (PERBALI) Wiwiek Trisoecianty mengatakan perkembangan teknologi dan masih adanya masyarakat yang mudah tergiur dengan harga murah dan proses cepat merupakan di antara beberapa faktor penyebab masih maraknya penipuan lelang.
PERBALI, menurutnya, akan terus melakukan edukasi ke masyarakat tentang mekanisme lelang, keamanan transaksi, dan manfaat serta potensi keuntungan jika mengikuti lelang.
Pada penghujung acara, Kepala Kanwil DJKN DKI Jakarta Arif Bintarto Yuwono menyampaikan pentingnya kolaborasi dan kerja sama dalam menangani penipuan lelang. Kerja sama antara lembaga pemerintah, kemudian juga penyelenggara lelang, pihak berwenang, dan peserta lelang, menurutnya merupakan kunci untuk menciptakan lingkungan lelang yang aman dan tepercaya.
"Jika mendapati indikasi adanya penipuan, agar segera laporkan kepada pihak yang berwenang. Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku penipuan adalah langkah penting dalam mencegah terulangnya kasus serupa di masa depån,” pesan Arif. (na/ain)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru