Dirjen Kekayaan Negara : Kembangkan Industri Lelang, Dukung Perekonomian Indonesia
Arista Putri
Rabu, 29 Mei 2024 pukul 15:00:51 |
426 kali
Jakarta – Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald
Silaban membuka Musyawarah Nasional Persatuan Balai Lelang di Indonesia (Munas
PERBALI) yang diikuti oleh anggota balai lelang seluruh Indonesia pada Rabu (29/5)
di Jakarta Pusat. Munas tersebut merupakan Munas ke-IV yang diselenggarakan oleh PERBALI dengan
mengangkat tema “Mewujudkan Industri Lelang yang Professional, Mandiri,
Adaptif, dan Modern untuk Menyongsong Era Digital Lelang“.
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Kekayaan Negara
memberikan arahan kepada seluruh Balai Lelang agar sistem manajerial PERBALI
terus bertumbuh positif sehingga dapat mengembangkan industri lelang yang
mendukung perekonomian Indonesia. Pemerintah melalui DJKN terus mendukung
perkembangan PERBALI dengan penyempurnaan regulasi serta dukungan supervisi dan
evaluasi terhadap proses bisnis lelang sesuai perundang-undangan.
Selain itu, Rio mengungkapkan pentingnya organisasi balai
lelang seperti PERBALI untuk meningkatkan kinerja serta eksistensinya,
mengembangkan etika profesi yang mencakup tanggung jawab, integritas, dan moral
tinggi dalam pelaksanaan lelang. "Kehadiran PERBALI sebagai satu-satunya
wadah asosiasi Balai Lelang, menunjukkan bahwa komitmen Industri Lelang swasta
terus berkembang,”pungkasnya.
Di tempat yang sama, Direktur Lelang Tavianto Nugroho juga
menyampaikan dalam arahannya agar Balai Lelang dapat melakukan kolaborasi
bersama dengan KPKNL, pejabat lelang kelas II, maupun pejabat lelang kelas I
untuk dapat memastikan bahwa dalam melakukan lelang sukarela, pemohon lelangnya
adalah pemiliknya sendiri “Harus dipastikan bahwa barang yang dilelang clear
and clean, agar peserta lelang sedari awal tahu hak dan kewajibannya,”lanjut
Tavianto
Tavianto juga menegaskan bahwa penting bagi balai lelang
untuk dapat mempublikasikan objek lelang secara mandiri baik melalui media
massa maupun konvensional untuk barang-barang yang khusus. “Bapak-Ibu
diperbolehkan untuk membentuk tim khusus pemasaran untuk memperkealkan
resistensi dari balai lelang, pejabat lelang kelas II dalam proses lelang di
Indonesia,” tambahnya.
Direktur Lelang, Tavianto Nugroho dalam sambutannya juga berterima kasih atas kontribusi balai lelang karena telah berperan membuka lapangan kerja, memutar perekonomian, dan secara langsung maupun tidak langsung berkontribusi pada bea lelang yang mencapai 80 Miliar pada tahun 2021, 74 miliar pada tahun 2022, dan 100 miliar pada tahun 2023. “Mari bersama-sama kita bangun bahwa lelang pasti prosesnya, bagus harganya,” harapnya. (Bhika/Arista)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru