Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita DJKN
Dirjen Kekayaan Negara : Kembangkan Industri Lelang, Dukung Perekonomian Indonesia

Dirjen Kekayaan Negara : Kembangkan Industri Lelang, Dukung Perekonomian Indonesia

Arista Putri
Rabu, 29 Mei 2024 pukul 15:00:51 |   426 kali

Jakarta – Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban membuka Musyawarah Nasional Persatuan Balai Lelang di Indonesia (Munas PERBALI) yang diikuti oleh anggota balai lelang seluruh Indonesia pada Rabu (29/5) di Jakarta Pusat. Munas tersebut merupakan Munas ke-IV  yang diselenggarakan oleh PERBALI dengan mengangkat tema “Mewujudkan Industri Lelang yang Professional, Mandiri, Adaptif, dan Modern untuk Menyongsong Era Digital Lelang“.

 

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Kekayaan Negara memberikan arahan kepada seluruh Balai Lelang agar sistem manajerial PERBALI terus bertumbuh positif sehingga dapat mengembangkan industri lelang yang mendukung perekonomian Indonesia. Pemerintah melalui DJKN terus mendukung perkembangan PERBALI dengan penyempurnaan regulasi serta dukungan supervisi dan evaluasi terhadap proses bisnis lelang sesuai perundang-undangan.

 

Selain itu, Rio mengungkapkan pentingnya organisasi balai lelang seperti PERBALI untuk meningkatkan kinerja serta eksistensinya, mengembangkan etika profesi yang mencakup tanggung jawab, integritas, dan moral tinggi dalam pelaksanaan lelang. "Kehadiran PERBALI sebagai satu-satunya wadah asosiasi Balai Lelang, menunjukkan bahwa komitmen Industri Lelang swasta terus berkembang,”pungkasnya.

 

Di tempat yang sama, Direktur Lelang Tavianto Nugroho juga menyampaikan dalam arahannya agar Balai Lelang dapat melakukan kolaborasi bersama dengan KPKNL, pejabat lelang kelas II, maupun pejabat lelang kelas I untuk dapat memastikan bahwa dalam melakukan lelang sukarela, pemohon lelangnya adalah pemiliknya sendiri “Harus dipastikan bahwa barang yang dilelang clear and clean, agar peserta lelang sedari awal tahu hak dan kewajibannya,”lanjut Tavianto

 

Tavianto juga menegaskan bahwa penting bagi balai lelang untuk dapat mempublikasikan objek lelang secara mandiri baik melalui media massa maupun konvensional untuk barang-barang yang khusus. “Bapak-Ibu diperbolehkan untuk membentuk tim khusus pemasaran untuk memperkealkan resistensi dari balai lelang, pejabat lelang kelas II dalam proses lelang di Indonesia,” tambahnya.

 

Direktur Lelang, Tavianto Nugroho dalam sambutannya juga berterima kasih atas kontribusi balai lelang karena telah berperan membuka lapangan kerja, memutar perekonomian, dan secara langsung maupun tidak langsung berkontribusi pada bea lelang yang mencapai 80 Miliar pada tahun 2021, 74 miliar pada tahun 2022, dan 100 miliar pada tahun 2023. “Mari bersama-sama kita bangun bahwa lelang pasti prosesnya, bagus harganya,” harapnya. (Bhika/Arista)

Foto Terkait Berita

Berita Terbaru

Floating Icon