Benahi Kinerja, Tahun 2023 LPEI Fokus Perbaiki Fundamental
Monika Yulando Putri
Minggu, 26 Mei 2024 pukul 07:42:00 |
584 kali
Jakarta – Lembaga Pembiayaan
Ekspor Indonesia (LPEI) melakukan transformasi secara menyeluruh yang telah
dimulai semenjak tahun 2020. Pada periode 2020-2023, fase transformasi yang dilakukan
adalah memperbaiki fundamental (fixing fundamental). Demikian
disampaikan Rijani Tirtoso, Ketua Dewan Direktur sekaligus Direktur Eksekutif
LPEI dalam saat Rapat Pertanggungjawaban Kinerja LPEI Tahun 2023, pada Rabu
(22/05) di Jakarta.
Pada periode 2020-2023, perbaikan
fundamental LPEI meliputi fokus terhadap peningkatan kualitas aset, new
business model, perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas Sumber Daya
Manusia (SDM), serta optimalisasi likuiditas dan biaya. Perbaikan kualitas aset
menghasilkan collections tahun 2023 sebesar Rp883 miliar dan NPL Net
sebesar 4,5 persen.
LPEI juga mendapat penugasan
khusus dari pemerintah berupa Penugasan Khusus Ekspor (PKE) atau National
Interest Account. Dalam program ini, LPEI ditugasi untuk menyediakan
pembiayaan ekspor atas transkaksi atau proyek yang secara komersial sulit
dilaksanakan tetapi dianggap perlu oleh pemerintah untuk menunjang kebijakan
ekspor nasional.
LPEI mencatat total alokasi dana
PKE sejak tahun 2016 mencapai Rp8,7 triliun. Disbursement untuk 8
program PKE tahun 2023 mencapai Rp4,9 triliun dan total disbursement
sejak awal program PKE diluncurkan mencapai Rp13,3 triliun.
Pada kesempatan yang sama,
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban, menyampaikan harapannya agar
kinerja LPEI dapat membaik. Rionald juga meminta LPEI berhati-hati terkait
perubahan suku bunga terkini karena dapat berpengaruh terhadap cost of fund.
“Kita jaga tata kelola LPEI, ini bukan tahun yang mudah, kita pelan-pelan
mencoba recover. Saya berharap kita menjaga kredibilitas dan reputasi,”
pungkas Rionald.
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru