Lakukan Inisiatif Produksi, PT GDE Bukukan Capaian Produksi dan Keuangan All Time High
Monika Yulando Putri
Kamis, 23 Mei 2024 pukul 18:28:11 |
789 kali
Jakarta – PT Geo Dipa Energi
(Persero)/PT GDE mencatat capaian produksi tahun 2023 sebesar 825 GWh yang
berkontribusi terhadap pendapatan Perseroan sebesar Rp1.049 miliar dan laba
bersih sebesar Rp219 miliar. Capaian produksi dan laba bersih PT GDE tahun 2023
merupakan all time high atau capaian tertinggi Perseroan semenjak
berdiri pada tahun 2002. Demikian disampaikan Dewan Direksi PT GDE pada saat
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT GDE untuk Tahun Buku 2023, Rabu (22/5).
“Pencapaian bukan yang hal mudah
karena di 2023 cukup challenging,” tegas Yudistian Yunis, Direktur Utama
PT GDE. Lebih lanjut Yudistian menjelaskan bahwa pada semester awal tahun 2023
diproyeksikan PT GDE akan mengalami penurunan produksi sepanjang tahun 2023
yang menyebabkan prognosis produksi pada akhir tahun turun cukup signifikan.
Akibatnya, pada awalnya pendapatan dan laba bersih PT GDE diproyeksikan
berkurang dibanding pada tahun sebelumnya.
PT GDE pun segera melakukan recovery
actions. Beberapa inisiatif strategis yang dilakukan antara lain meliputi
penggunaan Enterprise Asset Management (EAM) dan GEOREC Asset
Performance Management (APM), serta penerapan Business Intelligence
(Power Bi). GEOREC merupakan sebuah sistem berbasis Artificial Intelligence
yang digunakan utuk melihat performa aset. Dengan penggunaan GEOREC, manajemen
PT GDE memiliki data dan informasi yang cukup tentang manuver pembangkit
listrik sehingga apabila terdapat penurunan kinerja dapat diantisipasi lebih
awal.
Upaya-upaya manuver produksi yang
dilakukan oleh PT GDE berbuah manis. EAM dan GEOREC APM mampu memperpanjang jam
operasional Patuha-1. Secara umum, biaya produksi bisa ditekan menjadi
Rp340/KWh atau 110 persen di atas target biaya Rp379/KWh. Pada akhirnya, PT GDE mampu mencatatkan
capaian produksi 98 persen dari target atau sebesar 825 GWh dan pendapatan sebesar
Rp1.049 miliar. Pendapatan PT GDE tersebut dihasilkan dari Pembangkit Listrik
Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng sebesar Rp408 miliar dan PLTP Patuha sebesar Rp641
miliar.
Komisaris Utama PT GDE, Tio
Serepina Siahaan, mengapresiasi kerja keras manajemen PT GDE sehingga capaian
PT GDE di tahun 2023 lebih baik dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. “Kami
melihat kesungguhan Direksi untuk melakukan inovasi-inovasi pemanfaatan
teknologi dalam memitigasi risiko-risiko, tadi yang disampaikan Direktur
Operasi terkait forced outage, sehingga bisa dikenali dengan lebih cepat
penyebab dari forced outage ini,” ungkap Tio.
Lebih lanjut, Tio juga mengapresiasi
upaya Direksi terkait tender Patuha yang sempat terkendala aturan pemenuhan
Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Tio menegaskan Dewan Komisaris terus
mendorong manajemen untuk terus memperbaiki pengelolaan manajemen risiko
perusahaan agar dilaksanakan secara lebih ketat dan lebih komprehensif.
PT GDE merupakan Badan Usaha
Milik Negara (BUMN) dengan struktur kepemilikan saham sebanyak 94,5 persen Negara
Republik Indonesia dan 5,5 persen dimiliki oleh PT PLN (Persero) sehingga pada
kesempatan yang sama, turut hadir perwakilan PT PLN (Persero) I Nyoman Ngurah
Widiyatnya. Nyoman menyampaikan apresiasi atas kinerja PT GDE tahun 2023 dan
menyebutnya sebagai pencapaian yang luar biasa. Selain itu, ia juga
menyampaikan harapan PT PLN agar PT GDE dapat terus mencapai kinerja lebih baik
lagi di tahun 2024 dengan tetap mempertahankan kinerja PLTP Patuha dan
meningkatkan kinerja PLTP Dieng. Beberapa hal yang dapat meningkatkan kinerja
PT GDE di tahun 2024 antara lain PT GDE memastikan ketersediaan uap baik
melalui pengembangan sumur baru maupun mempertahankan sumur yang sudah ada dan
memastikan manajemen aset berbasis digital karena dapat meningkatkan utilisasi
pembangkit.
Sebagai penutup RUPST PT GDE
Tahun Buku 2023, Dirjen Kekayaan Negara Rionald Silaban selaku perwakilan
Pemerintah Republik Indonesia, menyampaikan apresiasi atas pencapaian kinerja
dan tata kelola perusahaan yang baik. Lebih lanjut, Rionald menyampaikan
beberapa arahan. “Terkait penerapan dari GEOREC dan Asset Performance
Management agar digunakan sehingga dapat mewujudkan operational excellence
dari perusahaan,”
Arahan-arahan lain yang
disampaikan oleh Rionald antara lain meliputi agar PT GDE melakukan mitigasi potensi
kenaikan biaya proyek dan beban bunga akibat mundurnya COD dari proyek
pengembangan PLTP Dieng 2 dan Patuha 2, melakukan efisiensi biaya produksi dan
operasional sehingga marjin pendapatan dapat terjaga, dan melakukan evaluasi
terkait progress pengembangan usaha dan juga eksplorasi, serta melihat peluang
pemanfaatan ekstrasi mineral ikutan Green Lithium dan Colloidal
Silica.
(mon/bhc)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru