Program Sekolah Valuasi: Kolaborasi DJKN, World Bank, dan KLHK Dukung Pembangunan Berkelanjutan
Mutiara Maulidya Putri Djamali
Selasa, 21 Mei 2024 pukul 20:43:39 |
504 kali
Jakarta - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara kembali
menyelenggarakan program sekolah valuasi guna mendukung pembangunan
berkelanjutan. Kegiatan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2023 ini merupakan
hasil kolaborasi antara DJKN, World Bank, dan Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hal ini disampaikan oleh Arik Haryono
selaku Direktur Penilaian DJKN pada pembukaan Sekolah Valuasi 2.0: Shaping the Future
of Indonesia’s Natural Capital and Ecosystem Services Valuation (21/5).
"Pada tahun 2023 lalu, telah
dilaksanakan Sekolah Valuasi dengan tema “Building the Capacity to Value Indonesia's Nature”.
Pada tahun ini, kami melanjutkan kembali Program Sekolah Valuasi," jelas
Arik. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk mengindentifikasi dan memahami
nilai sumber daya alam serta mengembangkan mekanisme pembiayaan keanekaragaman
hayati di Indonesia.
Arik juga menambahkan bahwa program
sekolah valuasi dilaksanakan untuk memperkaya wawasan dan memperluas kerja sama
di bidang valuasi sumber daya alam. "Pelaksanaan kegiatan Sekolah Valuasi
2.0 dapat menjadi sarana diskusi yang konstruktif, serta semoga akan banyak
muncul masukan dan rekomendasi terkait penilaian sumber daya alam dan kebijakan
yang perlu dibangun dalam mendukung tercapainya pembangunan yang berkelanjutan,"
pungkasnya.
Selain dihadiri oleh kolabolator
seperti KLHK dan World Bank, Sekolah Valuasi 2.0 turut dihadiri oleh BAPPENAS,
Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Informasi Geospasial (BIG) serta akademisi.
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid melalui zoom ini masih akan berlanjut
dengan berbagai rangkaian kegiatan dan kolaborasi. "Bersama tingkatkan
penilaian sumber daya alam, ekonomi tumbuh, alam tetap terjaga," ucap
David Kaczan, Senior Economist World Bank yang turut
menjadi narasumber menutup acara hari itu.
(Ke/hb)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru