Pembiayaan dan Investasi PT SMI Serap 1,8 Juta Tenaga Kerja
Nanang Ansari
Selasa, 21 Mei 2024 pukul 18:36:07 |
701 kali
Jakarta
– PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI mencatatkan outstanding
Pembiayaan dan Investasi per 31 Desember 2023 sebesar Rp91,3 triliun di
berbagai sektor infrastruktur. Salah satu output yang dihasilkan adalah penyerapan
1,8 juta tenaga kerja dari sektor jalan tol dan jalan. Hal ini diungkap oleh
Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
Tahun Buku 2023 PT SMI, Senin (20/5) di Jakarta.
Tiga sektor utama yang memberikan kontribusi besar
adalah sektor transportasi, sektor ketenagalistrikan, dan sektor jalan tol dan
jalan. “Dari sektor jalan tol dan jalan, telah terbangun sepanjang 3.666 km,
yang menyerap 1,8 juta tenaga kerja. Manfaat lainnya adalah mempercepat arus
barang dan jasa,” sebut Erwin.
Dari sektor transportasi, tambahnya, outputnya berupa
80 kereta listrik, revitalisasi 438 gerbong kereta, kapasitas penumpang
transportasi 7,3 juta per tahun, serta mempercepat arus barang dan jasa. Sedangkan
dari sektor ketenagalistrikan, pembiayaan dan investasi yang dilakukan oleh PT
SMI mendukung ketersediaan kapasitas tenaga listrik 3.913 MW, memberikan
penerangan kepada 4 juta rumah tangga atau 16 juta jiwa, serta menambah pasokan
listrik dari energi terbarukan yang dapat mengurangi emisi CO2 yang setara 920
ton/tahun.
Selain tiga sektor tersebut, PT SMI melaksanakan
pembiayaan pada sektor infrastruktur sosial, bandara dan pelabuhan, air bersih
dan irigasi, telekomunikasi, serta minyak dan gas bumi.
“Sektor-sektor yang dibiayai PT SMI memiliki
multiplier lebih besar dari pada rata-rata multiplier perekonomian nasional,” jelas
Erwin saat memaparkan dampak perekonomian dari disbursement pembiayaan
2023.
Dari data yang sampaikan, disbursement pembiayaan
Badan Usaha tercatat Rp15,02 triliun, sedangkan pembiayaan Publik Rp255 miliar. Disbursement
pembiayaan ini menciptakan output perekonomian nasional sebesar Rp28,85
triliun, penciptaan nilai tambah yang setara dengan 0,06 persen PDB, dan
berdampak pada tenaga kerja total sebanyak 58 ribu orang.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kekayaan
Negara Rionald Silaban selaku Wakil Pemerintah Republik Indonesia selaku
Pemegang Saham menyampaikan apresiasi kepada Direksi, Dewan Komisaris, dan
Dewan Pengawas Syariah atas pencapaian kinerja di tahun 2023 dan atas
kepatuhan Perseroan dalam menyampaikan laporan manajemen secara rutin. Dirinya
juga mengapresiasi pengawasan yang telah dilakukan oleh Dewan Komisaris dan Dewan
Pengawas Syariah.
Sebelum menutup rapat, Rionald menyampaikan beberapa
arahan, di antaranya tentang pelaksanaan mandat penugasan khusus. “Terkait
dengan pelaksanaan mandat penugasan khusus kepada Perseroan, kiranya perlu
memperhatikan kesesuaian sumber pendanaan, dampak penugasan terhadap kinerja
keuangan dan operasional, khususnya
terkait sustainability Perseroan,” pesannya. (na/taw)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru