Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita DJKN
Pembiayaan dan Investasi PT SMI Serap 1,8 Juta Tenaga Kerja

Pembiayaan dan Investasi PT SMI Serap 1,8 Juta Tenaga Kerja

Nanang Ansari
Selasa, 21 Mei 2024 pukul 18:36:07 |   701 kali

Jakarta – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI mencatatkan outstanding Pembiayaan dan Investasi per 31 Desember 2023 sebesar Rp91,3 triliun di berbagai sektor infrastruktur. Salah satu output yang dihasilkan adalah penyerapan 1,8 juta tenaga kerja dari sektor jalan tol dan jalan. Hal ini diungkap oleh Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2023 PT SMI, Senin (20/5) di Jakarta.

Tiga sektor utama yang memberikan kontribusi besar adalah sektor transportasi, sektor ketenagalistrikan, dan sektor jalan tol dan jalan. “Dari sektor jalan tol dan jalan, telah terbangun sepanjang 3.666 km, yang menyerap 1,8 juta tenaga kerja. Manfaat lainnya adalah mempercepat arus barang dan jasa,” sebut Erwin.

Dari sektor transportasi, tambahnya, outputnya berupa 80 kereta listrik, revitalisasi 438 gerbong kereta, kapasitas penumpang transportasi 7,3 juta per tahun, serta mempercepat arus barang dan jasa. Sedangkan dari sektor ketenagalistrikan, pembiayaan dan investasi yang dilakukan oleh PT SMI mendukung ketersediaan kapasitas tenaga listrik 3.913 MW, memberikan penerangan kepada 4 juta rumah tangga atau 16 juta jiwa, serta menambah pasokan listrik dari energi terbarukan yang dapat mengurangi emisi CO2 yang setara 920 ton/tahun.

Selain tiga sektor tersebut, PT SMI melaksanakan pembiayaan pada sektor infrastruktur sosial, bandara dan pelabuhan, air bersih dan irigasi, telekomunikasi, serta minyak dan gas bumi.

“Sektor-sektor yang dibiayai PT SMI memiliki multiplier lebih besar dari pada rata-rata multiplier perekonomian nasional,” jelas Erwin saat memaparkan dampak perekonomian dari disbursement pembiayaan 2023.

Dari data yang sampaikan, disbursement pembiayaan Badan Usaha tercatat Rp15,02 triliun, sedangkan pembiayaan Publik Rp255 miliar. Disbursement pembiayaan ini menciptakan output perekonomian nasional sebesar Rp28,85 triliun, penciptaan nilai tambah yang setara dengan 0,06 persen PDB, dan berdampak pada tenaga kerja total sebanyak 58 ribu orang.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban selaku Wakil Pemerintah Republik Indonesia selaku Pemegang Saham menyampaikan apresiasi kepada Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah atas pencapaian kinerja di tahun 2023 dan atas kepatuhan Perseroan dalam menyampaikan laporan manajemen secara rutin. Dirinya juga mengapresiasi pengawasan yang telah dilakukan oleh Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah.

Sebelum menutup rapat, Rionald menyampaikan beberapa arahan, di antaranya tentang pelaksanaan mandat penugasan khusus. “Terkait dengan pelaksanaan mandat penugasan khusus kepada Perseroan, kiranya perlu memperhatikan kesesuaian sumber pendanaan, dampak penugasan terhadap kinerja keuangan dan operasional, khususnya terkait sustainability Perseroan,” pesannya. (na/taw)

Foto Terkait Berita

Berita Terbaru

Floating Icon