Dekati Generasi Muda, Kemenkeu Gelar Nyibir Fiskal di Kampus UNS
Monika Yulando Putri
Kamis, 29 Februari 2024 pukul 17:32:25 |
415 kali
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menggelar Nyibir Fiskal (Nyimak dan
Bicara Kebijakan Fiskal) bertajuk “Unlocking Creativity, Innovations for a
Sustainable Future” Rabu (28/2), di Aula Gedung Suhardi, FEB UNS,
Surakarta. Pada kesempatan tersebut dilaksanakan rangkaian acara penandatanganan
kerja sama antara FEB UNS dan Kemenkeu, konferensi perekonomian terkini dan
arah kebijakan fiskal, talkshow ekonomi kreatif dan dukungan APBN, serta
peresmian Fiscal Corner.
Wakil Rektor Akademik dan
Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus menyambut antusias, “Acara ini sangat
penting sekali dan kami sangat berterima kasih kepada kawan Kemenkeu dan kawan
FEB, khususnya Dekan dan Wakil Dekan yang telah mensponsori dan merintis
kegiatan ini”, ungkapnya.
Sementara
itu, Kepala Perwakilan Kemenkeu Jawa Tengah Tri Wahyuningsih R.M. menyampaikan
bahwa bahwa Kemenkeu merupakan institusi
yang diberikan mandat untuk mengelola kebijakan fiskal atau menyelenggarakan
urusan di bidang keuangan dan kekayaan negara di dalam pemerintahan yang
tentunya dalam kapasitas membantu presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan
negara.
Amanah yang diemban oleh Kemenkeu, lanjut Tri
Wahyuningsih, adalah mengelola APBN yang
merupakan uang rakyat Indonesia yang digunakan tentunya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Pada sesi conference, Dewi
Puspita, Analis Kebijakan Ahli Madya Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu
menjabarkan tentang kondisi perekonomian terkini dan arah strategi kebijakan
fiskal Pemerintah. Dewi Puspita juga berpesan kepada generasi muda untuk peduli
dengan APBN sebagai “Uang Kita”.
Selanjutnya, sesi talkshow
diisi oleh narasumber Heru Mataya yang merupakan penggerak festival Indonesia
dan penggagas “Solo Art Market”, Bony Wirasmono yang merupakan sutradara film
animasi Nussa dan Rara, serta M. Olgiano selaku Analis Kebijakan Ahli Pertama
BKF. Heru dan Bony menjabarkan mengenai industri kreatif yang mereka lakukan,
adapun Olgiano memaparkan dukungan Pemerintah untuk ekonomi kreatif yang
meliputi dukungan fiskal dan nonfiskal.
Melengkapi acara ini, Kantor
Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang memberikan edukasi lelang
kepada peserta Nyibir Fiskal melalui kegiatan simulasi lelang. Selain itu, PT
Sarana Multigriya Finansial (Persero)/PT SMF turut mengambil bagian dalam sesi
seminar dengan topik “Creative Financing: Pembiayaan Perumahan dan
Investasi Generasi Muda”. Corporate Secretary PT SMF Primasari
Setyaningrum sebagai narasumber menjelaskan bentuk creative financing
yang dilakukan oleh PT SMF sebagai salah satu Special Mission Vehicle Kemenkeu
dan juga mendorong generasi muda untuk melek investasi. “Kalau yang ini (Efek
Beragun Aset/EBA Ritel) cocok untuk mahasiswa, mulai dari seratus ribu,”
Acara Nyibir Fiskal mendapatkan
antusiasme yang tinggi dari generasi muda. Lebih dari 250 orang, sebagian besar
mahasiswa, memadati acara yang berlangsung sekitar empat jam tersebut.
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru