Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita DJKN
Dekati Generasi Muda, Kemenkeu Gelar Nyibir Fiskal di Kampus UNS

Dekati Generasi Muda, Kemenkeu Gelar Nyibir Fiskal di Kampus UNS

Monika Yulando Putri
Kamis, 29 Februari 2024 pukul 17:32:25 |   415 kali

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menggelar Nyibir Fiskal (Nyimak dan Bicara Kebijakan Fiskal) bertajuk “Unlocking Creativity, Innovations for a Sustainable Future” Rabu (28/2), di Aula Gedung Suhardi, FEB UNS, Surakarta. Pada kesempatan tersebut dilaksanakan rangkaian acara penandatanganan kerja sama antara FEB UNS dan Kemenkeu, konferensi perekonomian terkini dan arah kebijakan fiskal, talkshow ekonomi kreatif dan dukungan APBN, serta peresmian Fiscal Corner.

Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus menyambut antusias, “Acara ini sangat penting sekali dan kami sangat berterima kasih kepada kawan Kemenkeu dan kawan FEB, khususnya Dekan dan Wakil Dekan yang telah mensponsori dan merintis kegiatan ini”, ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kemenkeu Jawa Tengah Tri Wahyuningsih R.M. menyampaikan bahwa bahwa Kemenkeu merupakan institusi yang diberikan mandat untuk mengelola kebijakan fiskal atau menyelenggarakan urusan di bidang keuangan dan kekayaan negara di dalam pemerintahan yang tentunya dalam kapasitas membantu presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.

Amanah yang diemban oleh Kemenkeu, lanjut Tri Wahyuningsih, adalah mengelola APBN yang merupakan uang rakyat Indonesia yang digunakan tentunya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Pada sesi conference, Dewi Puspita, Analis Kebijakan Ahli Madya Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu menjabarkan tentang kondisi perekonomian terkini dan arah strategi kebijakan fiskal Pemerintah. Dewi Puspita juga berpesan kepada generasi muda untuk peduli dengan APBN sebagai “Uang Kita”.

Selanjutnya, sesi talkshow diisi oleh narasumber Heru Mataya yang merupakan penggerak festival Indonesia dan penggagas “Solo Art Market”, Bony Wirasmono yang merupakan sutradara film animasi Nussa dan Rara, serta M. Olgiano selaku Analis Kebijakan Ahli Pertama BKF. Heru dan Bony menjabarkan mengenai industri kreatif yang mereka lakukan, adapun Olgiano memaparkan dukungan Pemerintah untuk ekonomi kreatif yang meliputi dukungan fiskal dan nonfiskal.

Melengkapi acara ini, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang memberikan edukasi lelang kepada peserta Nyibir Fiskal melalui kegiatan simulasi lelang. Selain itu, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)/PT SMF turut mengambil bagian dalam sesi seminar dengan topik “Creative Financing: Pembiayaan Perumahan dan Investasi Generasi Muda”. Corporate Secretary PT SMF Primasari Setyaningrum sebagai narasumber menjelaskan bentuk creative financing yang dilakukan oleh PT SMF sebagai salah satu Special Mission Vehicle Kemenkeu dan juga mendorong generasi muda untuk melek investasi. “Kalau yang ini (Efek Beragun Aset/EBA Ritel) cocok untuk mahasiswa, mulai dari seratus ribu,”

Acara Nyibir Fiskal mendapatkan antusiasme yang tinggi dari generasi muda. Lebih dari 250 orang, sebagian besar mahasiswa, memadati acara yang berlangsung sekitar empat jam tersebut.

 

Foto Terkait Berita

Berita Terbaru

Floating Icon