PT SMF Targetkan Biayai 166.000 Rumah untuk MBR di 2024
Tawassalna Arin Salsabillah
Selasa, 19 Desember 2023 pukul 21:44:53 |
684 kali
Jakarta – PT Sarana Multigriya
Finansial (PT SMF) (Persero) sebagai Special Mission Vehicle (SMV)
Kementerian Keuangan diberikan mandat untuk mendukung ketersediaan dana bagi
pembangunan rumah yang layak huni dan terjangkau bagi MBR. Pada tahun 2024
nanti, PT SMF (Persero) menargetkan akan menyalurkan KPR FLPP senilai
Rp4,1 triliun untuk 166.000 rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama PT SMF Ananta Wiyogo dalam Rapat
Umum Pemegang Saham (RUPS), pada Senin (18/12) di Jakarta.
Ananta menambahkan, selain
KPR FLPP, PT SMF juga akan menyalurkan pembiayaan komersial, baik konvensional
maupun syariah sejumlah Rp10,3 triliun. “Jadi tahun depan, total pembiayaan
yang kami salurkan adalah sejumlah Rp14,4 triliun," terangnya. Lebih
lanjut, Ananta memproyeksikan bahwa dana Penyertaan Modal Negara (PMN) pada PT
SMF akan habis dimanfaatkan untuk penyediaan rumah layak huni bagi MBR hingga
tahun 2023.
Untuk mendukung pencapaian Rencana
Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) PT SMF di tahun 2024 termasuk penyaluran
KPR FLPP, PT SMF menyusun empat strategi. Di antaranya optimalisasi perluasan
mandat perseroan, menjaga likuiditas dan menyediakan sumber pendanaan yang kompetitif
dan berkelanjutan, penguatan sinergi dengan berbagai Stakeholder perumahan,
serta peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan menjaga tata kelola
serta manajemen risiko yang baik dan terukur.
Dalam kesempatan tersebut,
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban selaku kuasa untuk dan atas
nama Menteri Keuangan mewakili negara Republik Indonesia dalam kedudukannya
sebagai pemegang saham PT SMF (Persero) menyetujui RKAP PT SMF tahun 2024.
Rionald berharap agar RKAP yang telah disetujui dan disahkan dapat menjadi
pedoman bagi Direksi, Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan manajemen
dalam melaksanakan program kerja secara efektif, efisien, dan memperhatikan
penerapan governance, risk, and compliance (GRC). “Saya berpesan agar Perseroan
memastikan inisiatif untuk penyaluran KPR dapat tepat sasaran dan memberikan value
added dalam mendukung program Pemerintah mengatasi backlog perumahan,”
tutupnya. (taw/oip)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru