Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita DJKN
Jaga Aset Negara di UPN Veteran Jakarta

Jaga Aset Negara di UPN Veteran Jakarta

N/A
Jum'at, 15 Desember 2023 pukul 16:00:02 |   832 kali

Jakarta - “Jaga Aset Negara” demikian seru para mahasiswa pada acara DJKN Goes to Campus 2023 di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta pada Kamis (14/12). Acara yang bertajuk “Peran Strategis DJKN dalam Mengelola Aset Negara” ini digelar oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kementerian keuangan dihadiri lebih dari 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen maupun civitas akademika.

Acara yang dibuka oleh Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat DJKN Adi Wibowo, memaparkan bahwa DJKN adalah salah satu unit di bawah Kementerian Keuangan yang memiliki fungi pengelolaan kekayaan negara, penilaian dan pelayanan lelang.

“DJKN adalah salah satu dari sebelas unit eselon I di Kementerian Keuangan yang memiliki tiga fungsi yaitu fungsi pengelolaan kekayaan negara, penilaian, dan lelang,” jelas Adi.

Kemudian, Adi Wibowo juga menyampaikan bahwa salah satu bentuk pengelolaan kekayaan negara adalah pengelolaan Barang Milik Negara yang contohnya adalah bangunan, peralatan dan mesin di UPN Veteran Jakarta.

“Apabila kita melihat sekilas fungsi yang pertama yang menjadi tema kita dalam kesempatan ini, tadi kita lihat di video ada bangunan-bangunan, jembatan itu adalah bagian dari hasil pembangunan yang merupakan pengelolaan dari APBN kita, termasuk di dalamnya adalah BMN contohnya bangunan, peralatan dan mesin di UPN Veteran Jakarta ini yang nilainya sekitar 584 Miliar Rupiah”, ungkap Adi.

Mengakhiri sambutannya Adi Wibowo mengajak kepada generasi muda untuk memanfaatkan dengan maksimal dan menjaga BMN yang disediakan.

“Tugas kita semua ini menggunakan, menjaga, dan mengelola dengan baik sehingga bermanfaat dan memiliki nilai tambah”, jelas Adi.

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UPN Veteran Jakarta  Prof. Dr. Prasetyo Hadi, dalam kesempatannya menyambung penjelasan Adi Wibowo bahwa UPN Veteran Jakarta selalu menjaga kepercayaan negara yang telah menyediakan fasilitas berupa BMN dengan memakai dengan maksimal dan menjaganya.

“Aset milik negara ini adalah bagian yang saat ini di UPN Veteran Jakarta harus menjaga karena telah diberikan kepercayaan untuk memakai,” jelas Prasetyo.

Kemudian, Prasetyo Hadi juga melaporkan bahwa UPN Veteran Jakarta terus melaksanakan pengelolaan kekayaan negara salah satunya dengan melakukan penghapusan BMN melalui lelang.

“Sehingga tadi oleh Pak Adi Wibowo bahwa usia aset yang sudah mengalami masa tidak bisa dipakai lagi atau harus dihapus itu ada cara bagaimana menghapusnya, kami juga sudah melakukan penghapusan dengan lelang pak. Menyusul ada dua gudang lagi berisi barang-barang akan dihapuskan, yang semoga nantinya setelah itu gudang ini bisa dijadikan gedung perkuliahan,” tambah Prasetyo.

Melengkapi penjelasannya, Prasetyo Hadi mengungkapkan gudang-gudang ini direncanakan untuk dikosongkan dari BMN yang akan dihapuskan lalu akan menjadi gedung perkuliahan baru untuk menampung lebih banyak mahasiswa dan memberikan nilai tambah berupa PNBP.

“Gedung perkuliahaan ini nantinya akan sejalan dengan tugas kami dari yang ditargetkan Kementerian Keuangan kepada kami sebagai BLU untuk meningkatkan pendapatan PNBP kami di luar UKT,” lengkap Prasetyo.

Semangat yang disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UPN Veteran Jakarta juga sama dengan semangat mahasiswa ketika mendengarkan materi “Peran Strategis DJKN dalam Mengelola Aset Negara” yang disampaikan oleh, Kepala Seksi Perumusan Kebijakan Barang Milik Negara II A Gaspar Bacenti Fernandez.

Pada kesempatan pemaparannya Gaspar Bacenti Fernandez menjelaskan tentang Pengenalan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Pengelolaan Kekayaan Negara secara umum dan Pengelolaan Barang Milik Negara secara khusus. Para peserta sangat antusias mendengarkan pemaparan narasumber terutama ketika narasumber mencontohkan jenis BMN yang identik dengan Kementerian/Lembaga pengguna BMN.

“Nomor satu tentunya PUPR karena dia punya aset jembatan, jalan tol, tanah, yang kedua Kementerian Pertahanan karena mereka BMN-nya banyak berbentuk alutsista, yang ketiga adalah Kementerian Sekretariat Negara karena mereka mengelola Gelora Bung Karno,” jelas Gaspar.

Dosen UPN Veteran Jakarta , Ferry Irawan yang menjadi moderator pada kesempatan ini mengakhiri kegiatan dengan kesimpulan bahwa pengelolaan barang milik negara merupakan tanggung jawab bersama karena aset negara atau barang milik negara sejatinya adalah milik rakyat Indonesia.

“Banyak sekali yang bisa disimpulkan dalam kesempatan ini, intinya mungkin dalam satu kalimat bahwa pengelolaan aset barang milik negara merupakan tanggung jawab kita semua, bukan hanya DJKN sebagai Unit Eselon I dibawah Kementerian Keuangan namun juga seluruh lapisan masyarakat termasuk mahasiswa dan masyarakat umum. Karena aset negara atau barang milik negara sejatinya adalah milik rakyat Indonesia,” ucap pria yang merupakan alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara ini. 
 
 (arv/ditsap)

Foto Terkait Berita

Berita Terbaru

Floating Icon