Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita DJKN
Anugerah Reksa Bandha, Penghargaan Kemenkeu kepada Stakeholder Berprestasi

Anugerah Reksa Bandha, Penghargaan Kemenkeu kepada Stakeholder Berprestasi

Nanang Ansari
Rabu, 22 November 2023 pukul 14:34:34 |   872 kali

Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan penghargaan kepada stakeholder Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang berprestasi di bidang pengelolaan aset dan lelang berupa Anugerah Reksa Bandha. Penghargaan ini terdiri dari lima kategori penghargaan di bidang pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan empat kategori di bidang lelang.

 

“Anugerah Reksa Bandha ini adalah upaya untuk meningkatkan motivasi dari seluruh stakeholder Kementerian Keuangan dalam rangka terus menyadari bahwa aset negara adalah output atau hasil kerja keras negara untuk memperolehnya oleh karena itu harus dijaga, dikelola, dan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk rakyat kita. Ini hanya bisa dilakukan apabila awareness atau kesadaran mengenai pentingnya aset bagi perekonomian dan dalam upaya menciptakan nilai tambah terus ditanamkan dan ini termasuk upaya kita dengan memberikan Anugerah Reksa Bandha di 2023”, kata Menkeu dalam acara yang dihelat di Aula Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, pada Rabu (22/11).

 

Menkeu menyebut, BMN adalah satu komponen aset negara yang kita organize, dikumpulkan, dan dikelola dengan baik dalam rangka akuntabilitas kepada rakyat. “Kita terus melakukan edukasi dan sosialiasi mengenai pentingnya peranan aset negara. Tidak ada hanya sebagai koleksi aset dalam neraca keuangan, namun juga sebagai aset yang mampu memberikan nilai tambah dalam perekonomian”, pesannya.

 

Sebagai pengelola barang, Kemenkeu terus berupaya dalam mengelola dan mendokumentasikan aset negara secara baik. Wujud pengelolaan aset negara terus diperbaiki dan dapat diterjemahkan dalam prinsip efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas. Beberapa upaya yang dilakukan, antara lain penggunaan BMN semakin distandarkan dengan standar barang dan standar kebutuhan dalam rangka optimalisasi BMN, melaksanakan piloting pengukuran kinerja aset, implementasi asuransi BMN, dan sertipikasi BMN berupa tanah yang ditargetkan dapat selesai pada 2024.

 

Menkeu memberikan apresiasi kepada seluruh Kementerian/Lembaga yang meraih prestasi dibidang pengelolaan BMN. Ini bukti bahwa Indonesia tidak hanya berfokus untuk bagaimana mendapatkan dana untuk membangun dan kemudian tidak menjaga hasil pembangunan. Ini juga menggambarkan martabat suatu negara. "Cara kita memperlakukan aset, menggambarkan tingkat keberadaban (civilitisation) dari suatu bangsa. Kalau kita memperlakukan baik, maka kita memiliki tingkat peradaban yang makin tinggi", kata Menkeu.


Selain mengelola aset negara, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) juga memiliki tugas yang penting, yakni lelang. Menkeu menjelaskan, lelang adalah salah satu instrumen yang mampu menggerakkan roda ekonomi dengan meningkatkan potensi nilai barang melalui lelang. Selain itu, pemanfaatan instrument dan infrastruktur lelang juga digunakan untuk pemasaran produk UMKM. 

 

Instrumen lelang, tambah Menkeu, juga memiliki peran dalam memulihkan keuangan negara khususnya dalam penegakan hukum dan juga menjadi instrumen penting bagi perbankan dalam penyelesaian Non Performing Loan (NPL). “Kita terus melakukan agar fungsi intermediasi lelang terutama dalam penyelesaian NPL dapat berjalan efisien dan efektif”, jelas Menkeu.

 

Perkembangan digital menjadi hal yang penting di era saat ini, Kemenkeu meningkatkan layanan lelang dengan Portal Lelang Indonesia lelang.go.id. Dengan digitalisasi, lelang lebih efisien, efektif, transparan, akuntabel dan menjamin kepastian hukum. Di dalam konteks kekayaan negara, lelang adalah salah satu instrumen yang dapat menggerakkan ekonomi Indonesia. (nng)

Foto Terkait Berita

Berita Terbaru

Floating Icon