Peringatan Detik-Detik Hari Uang Ke 66
N/A
Rabu, 31 Oktober 2012 pukul 16:30:31 |
3260 kali
Jakarta - Merdeka atau mati! Begitulah semboyan rakyat Indonesia ketika melakukan perlawanan senjata dengan tentara Jepang dan Belanda yang menjajah bangsa Indonesia yang akhirnya bangsa Indonesia memprokalmasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Hari-hari sesudah proklamasi, rakyat yang telah merdeka, masih menggunakan mata uang Jepang dan uang Javasche Bank sebagai alat pembayaran. Penggunaan kedua mata uang tersebut, sungguh tidak sejalan dengan hakekat dari kemerdekaan karena bangsa yang merdeka adalah bangsa yang berdaulat. Salah satu atribut dari kedaulatan itu adalah memiliki mata uang sendiri, yang digunakan sebagai alat pembayaran yang sah oleh segenap rakyatnya bukan mata uang asing, apalagi mata uang yang dikeluarkan oleh pemerintah yang pernah menjajahnya.
66 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 29 Oktober 1946, Wakil Presiden Republik Indonesia saat itu, Mohammad Hatta berpidato melalui Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta pada pukul 20.00 WIB. "Besok tanggal 30 Oktober 1946 adalah suatu hari yang mengandung sejarah bagi tanah air kita. Rakyat kita menghadap penghidupan baru. Besok mulai beredar Uang Republik Indonesia sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah. Mulai pukul 12 tengah malam nanti, uang Jepang yang selama ini beredar sebagi uang yang sah, tidak laku lagi. Beserta dengan uang Jepang itu ikut pula tidak berlaku uang De Javasche Bank. Dengan ini tutuplah suatu masa dalam sejarah keuangan Republik Indonesia. Masa yang penuh dengan penderitaan dan kesukaran bagi rakyat kita. Sejak mulai besok kita akan berbelanja dengan uang kita sendiri, uang yang dikeluarkan oleh Republik kita." Ujar Wapres pertama Republik ini tersebut.
Sejak tanggal 30 Oktober 1946 inilah mata uang rupiah resmi berlaku secara nasional, sehingga tanggal 30 Oktober didaulat menjadi hari bersejarah bagi rakyat indonesia pada umumnya dan keluarga besar Kementerian Keuangan pada khususnya sebagai hari Oeang Republik Indonesia (ORI). Tepat pada hari Selasa, 30 Oktober 2012, peringatan hari ORI yang ke 66 digelar. Acara peringatan hari ORI ini dirayakan pegawai Kementerian Keuangan di seluruh wilayah Indonesia dengan berbagai cara. Di mulai dari serangkaian perlombaan cabang olah raga antar unit eselon I, family gathering, hingga akhirnya pada hari ini untuk lingkup kantor pusat Kementerian Keuangan digelar upacara peringatan detik-detik hari uang di lapangan upacara Kantor Pusat Kementerian Keuangan yang dihadir langsung oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Agus Martowardojo beserta jajaran pejabat eselon dan pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan.
Melalui momentum peringatan hari uang yang ke 66 ini, Agus kembali mengajak para pegawai Kementerian Keuangan untuk lebih memberikan sumbangsih nyata bagi negara Republik Indonesia dalam hal kemajuan tingkat ekonomi Indonesia di dunia Internasional. Krisi keuangan yang terjadi pada akhir tahun 90-an telah menghancurkan perekonomian bangsa yang dibangun sejak kemerdekaan. Namun perlahan tetapi pasti, saat ini perekonomian bangsa mulai kembali memperoleh kepercayaan di dunia. Agus optimis ke depan, perekonomian Indonesia dapat lebih baik lagi jika mendapat dukungan terbaik dari Insan Kementerian Keuangan.
Pada upacara peringatan hari uang tersebut, dilakukan juga penganugrahan tanda jasa bagi para pegawai Kementerian Keuangan yang telah mengabdi lebih dari 10 tahun. Selain itu pada acara ramah tamah yang digelar sesaat setelah upacara, juga diumumkan rangkuman hasil perlombaan olah raga dalam rangka peringatan hari uang. Kontingen DJKN yang sebelumnya berhasil merebut juara 2 pada lomba gerak jalan indah, kembali merebut predikat terbaik ke dua dalam lomba kerapihan berbaris dalam upacara peringatan hari uang. Capaian tersebut melengkapi koleksi juara dari kontingen DJKN pada gelaran olah raga dalam rangka memperingati hari uang ke 66 ini selain juara II voli, Juara II tenis lapangan, dan Juara I tenis meja cabang tunggal.
Terkait lomba Kantor Pelayanan Percontohan (KPPc), Kantor Pelayanan kekayaan Negara dan lelang (KPKNL) Banda Aceh berhasil maju ke ajang lomba KPPc tingkat Kementerian Keuangan mewakili DJKN untuk berkompetisi dengan unit-unit eselon I lain di Kementerian Keuangan. Menanggapi kemenangan DJKN ini, Direktur Jenderal kekayaan Negara Hadiyanto mengucapkan terima kasih kepada seluruh punggawa-punggawa DJKN dan memberikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan ini. “Saya Ucapkan terima kasih atas kemenangan ini, tingkatkan prestasi, dan lanjutkan perjuangan!” ucap Hadiyanto kepada seluruh pegawai DJKN. Maju terus DJKN, Selamat Hari Oeang ke 66!!!!
(Bend/Niko/Dimas-Humas DJKN)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru