Terkait Pemindahan Ibu Kota, Dirjen KN: Berikan Kontribusi Aset Bagi Kehidupan Jakarta yang Lebih Baik
Nanang Ansari
Senin, 23 Oktober 2023 pukul 14:58:28 |
492 kali
Jakarta -
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) menggelar seminar internasional
bertajuk "Reimagining Jakarta Future: Perspective on Socio-Demographic
Changes and Land Value Capture from State Asset Optimizing", pada
Senin (23/10) di Jakarta.
Terkait
kepindahan Ibu Kota Jakarta, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban
dalam sambutannya menaruh perhatian besar tentang peran Barang Milik Negara
(BMN) yang ada di Jakarta. "Bagaimana aset pemerintah pusat berupa BMN
yang ada di Jakarta saat ini cukup signifikan bisa memantu mengkonsolidasikan
kepentingan yang lebih besar. Dalam hal tidak cukup materiil, apa yang dapat
kita lakukan supaya kita bisa berkontribusi bagi kehidupan Jakarta yang lebih
baik", imbuhnya.
Rionald
juga mendorong DJKN sebagai regulator dan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN)
sebagai Badan Layanan Umum (BLU) dapat melakukan optimalisasi aset dan menjadi
pionir dalam menggali isu-isu tersebut. Dirinya mewanti-wanti apabila LMAN
diberi amanah untuk mengelola seluruh aset pemerintah pusat di Jakarta.
"Menteri Keuangan menaruh harapan besar kepada LMAN. Oleh karena itu masing-masing
dari kita meningkatkan kemampuannya sehingga kita bisa menjawab
tantangan", ujarnya.
Penyelenggaraan
seminar hasil kolaborasi DJKN dan LMAN ini membahas dua topik. Dalam
laporannya, Direktur Utama LMAN Basuki Purwadi mengatakan dua topik yang
diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, menyongsong IKN Nusantara.
"Dan ini memang merupakan suatu kegiatan yang sangat penting karena topik
yang akan kita bahas, pertama adalah the impact on socio-demographic
changes in Jakarta. Yang kedua, land value capture from Jakarta new
vision as a mega hub city", sebut Basuki.
Untuk
membahas dua topik tersebut, hadir tiga narasumber, yaitu Dr. Diaswati
Mardiasmo, Chief Economist at PRD Real Estate Australia, Dr. Sonny
Harry Budiutomo Harmadi, Chairman of Indonesian Population Coalition,
dan terakhir, Dr. Sukamdi, M.Sc., Researcher at Gajah Mada
University-Earth Sciences and Economic Resource/Human Geography and
Enviromental Geoscience. Sedangkan bertindak sebagai moderator adalah Reza
Pranata Putra dari LMAN. (nng)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru