Menteri Keuangan : Bangga Menjadi Pengelola Keuangan Negara
N/A
Selasa, 09 April 2013 pukul 12:43:01 |
845 kali
Surabaya – Memasuki Gedung Keuangan Negara (GKN) I Surabaya Menteri Keuangan Agus Martowardojo beserta rombongan disambut meriah oleh keluarga besar Kementerian Keuangan di lingkungan Kanwil Surabaya, Bali dan Nusa Tenggara. Acara penyambutan semakin meriah dengan persembahan tari Lenggang Surabaya yang dibawakan oleh gabungan pegawai Kementerian Keuangan pada kunjungan kerja Kementerian Keuangan Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara yang diselenggarakan 5 April 2013 di GKN I Surabaya itu.
Saat kunjungan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surabaya Menteri Keuangan Agus Martowardojo sempat melontarkan beberapa pertanyaan seputar pelayanan kekayaan negara dan lelang yang dijawab dengan sigap dan lugas oleh petugas. Agus Martowardojo juga menyempatkan diri untuk memasuki ruang tempat penyimpanan dokumen barang jaminan, dan ia pun mengungkapkan apresiasinya melihat tata cara penyimpanan barang jaminan sangat rapi tersebut.
Di hari yang sama Menteri Keuangan melaksanakan rapat dinas bersama para pegawai yang mewakili Kementerian Keuangan di lingkungan Kantor Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Dalam rapat dinas tersebut Agus Martowardojo didampingi Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Kiagus Badaruddin, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Hadiyanto, Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono, Direktur Jenderal Perbendaharaan Agus Suprijanto, Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Soni Loho, dan Staf Ahli bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi Rionald Silaban yang diikuti perwakilan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara dari eselon II hingga eselon IV.
Dalam rapat tersebut Menteri Keuangan menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para pegawai Kementerian Keuangan khususnya di lingkungan Kantor Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara yang telah menjadi bagian dari keberberhasilan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Negara. Secara khusus Agus Martowardojo menyampaikan apresiasi atas semua sumbangsih para pegawai Kementerian Keuangan pada tahun 2012 sehingga penerimaan negara mencapai 96 %, pencairan anggaran yang memenuhi target, serta pengelolaan kekayaan negara yang tertib dan terjaga. “Kepada para peserta, seluruh pegawai Kementerian Keuangan dan keluarga yang selama ini mendukung kita, membesarkan hati kita dan memberikan komitmen yang kuat sehingga kita dapat bekerja dengan baik, Terimakasih!” Tegas Agus kepada para peserta rapat. “Sekali lagi dalam kesempatan ini saya menegaskan kita patut berbahagia, terus profesional, dan rendah hati atas pencapaian yang terus bertambah.” Pungkas Agus dalam sambutan pembukaan rapat yang diselenggarakan di Aula Kanwil DJP Jagir, Surabaya.
Menteri Keuangan juga menjelaskan bahwa kita patut bangga karena sejak tahun 2005 Indonesia memiliki laporan keuangan yang diaudit dan diberi opini oleh lembaga independen. Sebelumnya, kekayaan negara kita tidak memiliki data yang akurat, namun setelah dilakukan inventarisasi dan penilaian oleh DJKN semua menjadi jelas. Nilai kekayaan negara terus berkembang dari 2005 sampai dengan 2011, sehingga mengakibatkan ekuitas yang defisit pada 2005 menjadi positif kurang lebih 1.000 Triliun pada 2011. Dengan ekuitas yang positif dan laporan keuangan pemerintah pusat yang akuntabel, diaudit dan diberi opini oleh BPK tentu saja akan membuat kepercayaan dunia terhadap Indonesia menjadi lebih baik.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir selalu di atas enam persen, dan merupakan peringkat terbaik nomor dua di antara dua puluh negara dengan perekonomian terbesar di dunia. “Itu peran yang terbesar, peran dari Kementerian Keuangan”, ujar Menteri Keuangan disambut tepuk tangan riuh dari seluruh hadirin. Dalam arahan khusus kepada DJKN, Menteri Keuangan berpesan agar DJKN dapat melaksanakan pengurusan piutang negara, penilaian, pengelolaan kekayaan negara dan lelang dengan baik, merapikan pengeloaan Barang Milik Negara, membuat kinerja BUMN lebih baik dan menindaklanjuti temuan-temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Selanjutnya, Ia menyampaikan aset negara harus dikelola secara tertib dan optimal, tertib administrasi dan tertib hukum, walaupun pengelolaan BMN di Kanwil Surabaya telah sesuai target, namun harus senantiasa ditingkatkan, salah satunya dengan menyinergikan kinerja baik di internal unit eselon satu di Kementerian Keuangan, maupun dengan Kementerian dan Lembaga lain selaku stakeholder BMN. Tuntutan akan opini yang wajar tanpa pengecualian atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat mengharuskan DJKN bekerja keras untuk menjawab tantangan tersebut. Kerja keras ini hendaknya juga didukung oleh unit eselon satu lain di Kementerian Keuangan, khususnya Ditjen. Perbendaharaan.
Senam pagi dan sarapan bersama mengawali acara value gathering pada sabtu 6 April 2013 di Grand City Surabaya. Yang unik dalam acara kali ini, Menteri Keuangan beserta Pejabat Eselon I dan II menjadi pelayan, melayani para pegawai Kementerian Keuangan yang antri mendapatkan hidangan sarapan. “Ini rawon sangat enak, saya sendiri yang masak, pasti enak,” canda Agus sambil memberikan rawon yang dia siapkan kepada salah seorang pegawai yang mengantri di “warungnya” . Dirjen KN Hadiyanto juga sangat antusias melayani pegawai yang ngantri di warung rawonnya, bahkan “Warung Rawon Dirjen KN Hadiyanto” telah sepi karena “dagangannya” telah habis diserbu pengunjung saat warung yang lain masih ramai.
“Kementerian Keuangan: Roso, Karso, Karyo!” teriak seluruh peserta value gathering Kementerian Keuangan mengawali acara inti dari kegiatan value gathering yang diadakan di Hall Convention Center Grand City, Surabaya. Pembukaan value gathering, Menteri Keuangan Agus Martowardojo memperkenalkan satu per satu rombongan dari Jakarta dan seluruh eselon I beserta eselon II dengan mengundang naik ke atas panggung dan menyampaikan bahwa menjadi pemimpin harus rendah hati dan memberi contoh bagi institusi yang dipimpinnya.
Value gathering semakin meriah dengan adanya pertunjukan tarian dari Surabaya, Bali dan Nusa Tenggara Timur yang diperankan oleh gabungan pegawai Kementerian Keuangan bertema pentingnya Nilai-Nilai Kementerian Keuangan terlebih untuk bersinergi mencapai tujuan bersama. Setelah pementasan drama, acara dilanjutkan dengan kisah inspiratif dari pegawai DJPb, pegawai DJP, Pegawai DJKN, pegawai Bea Cukai. “Saya ucapkan terima kasih atas semua dedikasinya. Pesan-pesan yang disampaikan dalam video tadi itu patut dicontoh dan diapresiasi.” ujar Agus Martowardojo.
Semangat dan keceriaan semakin tergambar di wajah para peserta ketika Menteri Keuangan, eselon I dan II dan seluruh peserta value gathering mengikuti tarian keakraban dari putra-putri Kementerian Keuangan Nusa Tenggara. Acara ditutup dengan salam-salaman seluruh peserta dengan para pejabat.
Acara diakhiri dengan penandatanganan pakta integritas oleh Menteri Keuangan sembari memberikan pesan semoga jajaran Kementerian Keuangan dapat mewujudkan visi Kementerian Keuangan menjadi Pengelola Keuangan dan Kekayaan Negara yang Dipercaya dan Akuntabel dan terbaik di tingkat regional untuk Mewujudkan Indonesia yang Sejahtera, Demokratis dan Berkeadilan, kita berkeyakinan kita harus memiliki nilai-nilai yang harus dimiliki dalam bekerja. Nilai–nilai itu adalah Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan dan Kesempurnaan (I-Prospek).
Sebelumnya, mengawali rangkaian kunjungan Menteri Keuangan, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Hadiyanto melakukan kegiatan Internaliasi Nilai-Nilai Kementerian Keuangan, Kamis 4 April 2013 di Kantor Wilayah (Kanwil) Surabaya di gedung GKN II Surabaya. Acara dibuka dengan sambutan Kepala Kanwil Jawa Timur tepat pada pukul 14.00 WIB.
Sekretaris DJKN Agus Rijanto Sedjati kemudian mengawali acara dengan menyampaikan capaian kinerja masing-masing kantor baik Kanwil maupun KPKNL di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Untuk poin-poin kinerja yang sudah baik, Sekretaris DJKN berharap agar dapat dipertahankan. Untuk yang masih kurang baik, diharapkan ada konsolidasi mengenai hambatan yang ada dan harus ada upaya perbaikan ke depan.
“Selamat dan appresiasi setinggi-tingginya terhadap kinerja untuk tahun 2012, secara keseluruhan semuanya Nilai Kinerja Organisasi (NKO) rata-rata mencapai di atas 100%.” ungkap Hadiyanto. “Dengan pencapaian itu Kita bisa bekerja dengan kinerja yang baik, tetapi role improvement tetap terbuka.” Tegas Dirjen Kekayaan Negara dalam pengarahan yang diselenggarakan di ruang serbaguna Kanwil DJKN Jawa Timur tersebut.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Hadiyanto memaparkan Internalisasi Nilai-Nilai Kementerian Keuangan. " Nilai-Nilai Kementerian Keuangan harus dimaknai dengan melakukan perubahan, respon perubahan dengan positif, untuk wujudkan kinerja lebih baik di tahun 2013." ungkap Hadiyanto. Dirjen KN juga mengharapkan agar Nilai-Nilai Kementerian Keuangan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir acara, Dirjen Kekayaan Negara memberikan plakat 10 perilaku Kementerian Keuangan kepada Kepala Kanwil X DJKN Surabaya Lalu Hendry Yujana dan Kanwil XIV DJKN Denpasar Sapto Mintarto.
Menjelang keberangkatan menuju Jakarta di ruangan VVIP Bandara Internasional Juanda Surabaya, Dirjen KN Hadiyanto dihadapan para Pejabat Eselon II, III dari Kantor Pusat, Kanwil X DJKN Surabaya dan Kanwil XIV DJKN Denpasar menyempatkan evaluasi pelaksanaan rangkaian kegiatan kunjungan kerja Menteri Keuangan yang baru saja selesai dilaksanakan. (Risma, Paundra_Humas DJKN)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru