Mitigasi Risiko sebagai Upaya Mencapai Target yang Maksimal
N/A
Kamis, 16 Mei 2013 pukul 17:10:16 |
6078 kali
Palembang – Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Sumatera Selatan, Jambi dan Bangka Belitung Encep Sudarwan selaku pemilik risiko memimpin langsung pembahasan profil risiko pada 23 April 2013 di Kanwil DJKN Sumatera Selatan, Jambi dan Bangka Belitung Gedung Keuangan Negara Lantai III, Palembang.
Acara ini dihadiri oleh Encep Sudarwan selaku pemilik risiko dan kepala bidang dan kepala kantor operasional selaku koordinator manajemen risiko, para administrator manajemen risiko serta para anggota lainnya. Encep Sudarwan mengatakan bahwa berbicara masalah risiko berarti memikirkan akan ada sesuatu yang meleset dari perkiraan, meleset dari harapan, meleset dari target, dan menghambat tercapainya tujuan.
Berdasarkan hasil pembahasan yang mendalam di Rakorda yang baru dilaksanakan di Tanjung Pesona Resort, Sungailiat, Kep Babel seminggu sebelumnya, dapat dipetakan bahwa yang menjadi risiko tertinggi dalam pencapaian target Kanwil DJKN Sumsel, Jambi dan Babel adalah jumlah Berkas Kasus Piutang Negara (BKPN) yang dapat diselesaikan (ditarik, lunas, pengembalian, PSBDT), kemudian penyerapan anggaran dan sertipikasi BMN berupa tanah pada kementerian/lembaga. Encep pun menyarankan kepada para peserta rapat untuk mengungkapkan apa-apa yang dapat menjadi masalah dan hambatan dalam pencapaian target di tahun 2013 ini, sehingga dalam rapat ini pula dapat segera dilakukan langkah-langkah mitigasi yang bersifat strategis dan preventif yang berujung pada tercapainya target yang telah ditetapkan oleh kantor pusat DJKN maupun Kanwil DJKN Sumsel, Jambi, Babel.
Ia mencontohkan salah satu risiko yang diluar perkiraan adalah terbitnya Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 77 Tahun 2012, putusan MK tersebut jelas menghambat DJKN secara keseluruhan dalam pencapaian target, dimana dalam putusan tersebut PUPN dilarang untuk mengeluarkan produk hukum dan melakukan aktifitas PUPN (penyerahan BUMN) yang bersifat eksekutorial seperti mengeluarkan surat paksa dan lelang. Risiko itu penting, karena perusahaan yang sudah maju sekali pun tetap selalu memikirkan risiko yang mungkin akan dihadapi atau ditemui di luar perkiraan sebelumnya.
Sebagai contoh lain adalah perusahaan ponsel terkenal asal Finlandia yang dulu sangat berjaya sehingga bertahun-tahun menjadi perusahaan ponsel nomor satu sejagad dan perusahaan smartphone yang berbasis di Kanada dimana beberapa tahun yang lalu menjadi perusahaan smartphone yang sangat digdaya, akan tetapi sekarang keadaanya terbalik. Kedua perusahaan tersebut terseok-seok dan susah payah untuk kembali menjadi raja di dunia ponsel dan smartphone. “Jadi, manajemen risiko itu adalah bagaimana agar hal-hal yang akan terjadi didepan bisa kita atasi, dan target yang sudah ditetapkan bisa sukses (tercapai, red),” ungkapnya.
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini, dimulai dengan pembahasan pengisian form 1 yaitu menentukan tingkat risiko dari Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ada di Kanwil DJKN Sumsel, Jambi, Babel apakah IKU tersebut masuk kedalam kategori rendah, sedang atau tinggi. Dalam form 1 ini, dibahas secara terperinci setiap IKU nya, kemudian sesuai kesepakatan ditetapkanlah IKU tersebut apakah termasuk IKU yang beresiko tinggi, sedang atau rendah. Penetapan tingkat risiko ini berguna untuk tindakan kedepan apa yang harus dilakukan, mana yang menjadi prioritas utama, mana yang menjadi concern bagi para kepala kantor khususnya kepala kanwil selaku pemilik risiko, dan mana yang harus segera ditindaklanjuti. Pembahasan form 1 ini berjalan cukup lancar mengingat seluruh peserta hampir seluruhnya sepakat dengan penetapan tingkat risiko yang ditetapkan bersama.
Setelah form 1 seluruhnya telah terisi, dilanjutkan dengan pengisian form 2 yaitu pengisian mengenai deskripsi risiko dan penyebab terjadinya risiko, pada form 2 ini pembahasan berjalan cukup alot dan menarik, hal ini dikarenakan setiap kantor operasional selaku koordinator manajemen risiko mempunyai masalah/penyebab yang spesifik dan berbeda dengan kantor operasional lainnya, pembahasan yang alot ini cukup ’menghangatkan’ suasana di ruang rapat. Perbedaan pandangan dan pendapat menjadi hal yang lumrah dan biasa dalam pembahasan kali ini tetapi semuanya tetap pada muara yang sama yaitu penyelesaian masalah demi tercapainya target yang telah ditetapkan.
Pembahasan berlanjut pada pengisian form 3 yaitu pengisian rincian penanganan masalah, pembahasan menjadi semakin menarik karena ini menjadi momen krusial dalam pengambilan keputusan tentang langkah-langkah strategis dan preventif guna meminimalisir dan menanggulangi risko, langkah-langkah tersebut tentunya harus yang dapat dilaksanakan bukan yang tidak mungkin dilaksanakan.
Pembahasan masih cukup alot dan antusiasme para peserta rapat pun masih terlihat bersemangat. Tepat pukul 20.00 WIB, rapat pembahasan manajemen risiko pun ditutup oleh Encep Sudarwan. Encep mengingatkan kepada seluruh peserta untuk terus bersemangat dan segera melaksanakan apa yang telah disepakati dalam rapat tersebut, sehingga risiko yang dihadapi dapat diminimalisir dan target tahun 2013 dapat tercapai. He who is not courageous enough to take risks will accomplish nothing in life (Muhammad Ali). Erwin M. Hidayat/KPKNL Pangkalpinang.
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru