Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Berita DJKN
Paparkan Capaian APBN, Kemenkeu Sumsel Adakan Konferensi Pers APBN KiTa Tahun 2022
Rini Murbaningsih
Jum'at, 06 Januari 2023 pukul 20:45:29   |   40 kali

Palembang – Kementerian Keuangan Provinsi Sumatera Selatan yang terdiri dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Sumatera Selatan, Jambi, dan Bangka Belitung, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumatera Selatan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung, dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Timur menggelar Konferensi Pers Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kita Tahun 2022 pada Jumat, (6/1) di Aula Gedung Kekayaan Negara Palembang.


Kepala Kanwil DJKN SJB Surya Hadi mengungkapkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) piutang negara dan lelang mengalami tren positif, namun tidak dengan PNBP aset yang mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. “Hal ini diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya karena masa transisi setelah pandemi virus corona,” ujarnya. Lebih lanjut, Surya menuturkan bahwa Crash Program yang merupakan program percepatan penyelesaian piutang negara menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap naiknya penerimaan PNBP Piutang Negara.


Kepala Kanwil DJP Sumsel dan Kepulauan Babel Nia Romadhaniah memaparkan penerimaan pajak yang cukup baik dengan capaian total Rp16,75 triliun atau sebesar 119,08 persen dari target yaitu Rp14,07 triliun. Ia menyampaikan bahwa harga komoditas yang cukup tinggi dibanding tahun lalu, pertumbuhan ekonomi yang ekspansif, pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) yang sudah memasuki jatuh tempo pelunasan, basis yang rendah di tahun 2021 akibat pemberian insentif fiskal, dan dampak implementasi UU HPP atau Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan berupa kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dan program pengungkapan sukarela (PPS) mempengaruhi kinerja penerimaan pajak. Lebih lanjut, Nia menambahkan sektor perdagangan besar dan eceran dengan sektor pertambangan dan penggalian merupakan dua sektor yang memberikan kontribusi terbesar dalam penerimaan pajak.


Di tempat yang sama, Kepala Kanwil DJPb Sumatera Selatan Lidya Kurniawati Christyana menyampaikan bahwa pemulihan ekonomi Sumatera Selatan di tahun 2022 semakin baik sejalan dengan situasi pandemi virus corona yang semakin terkendali meskipun dihadapkan dengan berbagai risiko ekonomi yang menghantui ekonomi Sumatera Selatan maupun Indonesia. Lebih lanjut, Lidya mengungkapkan sepanjang tahun 2022, APBN berperan sebagai shock absorber dalam meredam gejolak perekonomian dengan mengoptimalkan alokasi belanja negara guna menahan dampak inflasi, menjaga daya beli masyarakat, dan pencapaian sasaran pembangunan. “Kinerja APBN 2022 menjadi modal positif untuk mengawali tahun 2023. Optimisme tersebut tetap harus diikuti kewaspadaan terhadap risiko global di tahun 2023 antara lain penurunan harga komoditas, pelemahan ekonomi global serta volatilitas pasar keuangan,” ujarnya.


Foto Terkait Berita
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini