DJKN Goes to Campus: KPKNL Semarang “Tularkan Ilmu†ke Mahasiswa Polines
N/A
Rabu, 21 November 2012 pukul 11:36:52 |
191 kali
Semarang – Setiap unit eselon satu di lingkungan Kementerian Keuangan dituntut untuk dapat “menjual” produk unggulannya kepada masyarakat luas tidak hanya terbatas pada para pengguna jasanya. Hal inilah yang diinstruksikan Menteri Keuangan di berbagai kesempatan dan instruksi ini yang dilakukan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) melalui kantor vertikal di lingkungan Kanwil IX DJKN Semarang yaitu Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang bekerja sama dengan Politeknik Negeri Semarang (Polines) mengadakan acara yang diusung dalam bentuk kuliah umum “Peran DJKN (KPKNL Semarang) dalam Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat” pada 13 November 2012 di Gedung Serbaguna Polines, Semarang Jawa Tengah.
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini, diawali dengan sambutan Kepala KPKNL Semarang Syam S. Chaidir yang dibacakan oleh Kepala Sub Bagian Umum KPKNL Semarang Supriyadi. Dalam sambutannya, Kepala KPKNL Semarang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian DJKN kepada masyarakat dalam memberikan informasi secara terbuka mengenai tugas dan fungsi DJKN khususnya untuk pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) sebagai salah satu unsur dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP).
Sebelum acara inti dimulai, Kepala Seksi Pelayanan Penilaian KPKNL Semarang Fenny Arie Kartini menyampaikan prolog mengenai tugas dan fungsi DJKN. Fenny Arie menekankan bahwa KPKNL Semarang sebagai kantor operasional di bawah Kantor Wilayah IX DJKN Semarang mengemban tugas untuk menyajikan informasi di bidang kekayaan negara, penilaian, piutang negara dan lelang. Kuliah Umum ini membahas tuntas tugas dan fungsi KPKNL Semarang dalam tiga materi utama antara lain, pertama “Penerapan Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) dalam LKPP”, kedua “Manajemen Aset Negara” termasuk di dalamnya pengelolaan dan penatausahaan BMN, serta ketiga “Prinsip-prinsip Dasar Penilaian Properti”.
Narasumber pertama, Nur Hidayah menyampaikan perbedaan yang mendasar antara Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) dan Sistem Akuntansi Keuangan (SAK). Lulusan S2 Universitas Gadjah Mada (UGM) ini juga menyampaikan perubahan basis laporan keuangan pemerintah pusat yang pada awalnya berbasis kas, namun berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang SAP berubah menjadi berbasis kas menuju akrual yang pada tahun 2015 nantinya akan seluruhnya berbasis akrual.
Materi kedua disampaikan oleh Mohamad Asrori dari Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara (PKN) KPKNL Semarang. Dalam penyampaiannya, alumni Prodip III PPLN (STAN) ini menekankan perubahan yang signifikan tentang opini BPK atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga (LKKL) sejak setelah dilakukannya penertiban aset melalui Inventarisasi dan Penilaian (IP) BMN. Atas prestasi inilah DJKN memperoleh Rekor Muri sebagai satu-satunya instansi pemerintah yang telah melakukan IP dengan cepat. Pria kelahiran Tegal 34 tahun silam ini juga menyempaikan tentang pengelolaan dan penatausahaan BMN yang berujung pada 3 T yaitu tertib administrasi, tertib hukum, dan tertib fisik.
Materi terakhir mengenai penilaian disampaikan oleh Amri Firmansyah. Alumnus Magister Manajemen Universitas Padjajaran Bandung ini menyampaikan perbedaan antara harga, biaya, dan nilai serta dasar-dasar dari penilaian sebagai salah satu unsur kegiatan pengelolaan BMN yang dilakukan untuk penghapusan dengan pemindahtanganan maupun pemanfaatan BMN seperti sewa, kerja sama pemanfaatan, tukar menukar dan sebagainya. Tiga pendekatan utama dalam penilaian yaitu pendekatan data pasar, pendekatan pendapatan, dan pendekatan biaya dapat digunakan secara bersama-sama maupun sendiri tergantung dari objek yang akan dinilai.
Kuliah umum ini dihadiri oleh dua ratusan mahasiswa Diploma III dan Diploma IV Jurusan Akuntansi Polines yang tidak beranjak sejak dimulai sampai selesainya acara. Hal yang tidak diduga adalah antusiasme mahasiswa dalam sesi tanya jawab yang menanyakan peran dan tugas DJKN dikaitkan dengan isu-isu tentang BMN yang berkembang dewasa ini, antara lain tentang sengketa tanah dan rumah dinas, penilaian kekayaan negara Indonsesia, dan isu-isu hangat lain terkait BMN.
Dalam kesempatan lain Ketua Jurusan Akuntansi M. Noor Ardiansyah mewakili Direktur Polines menyampaikan terima kasih kepada KPKNL Semarang dan berharap agar acara ini sebagai awal kerja sama antara Polines dan KPKNL Semarang. Program yang sudah diusung oleh Polines salah satunya adalah menjadikan KPKNL Semarang sebagai instansi pemerintah tempat mahasiswanya melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Program tersebut disambut dengan baik oleh Kepala KPKNL Semarang melalui Kepala Seksi Pelayanan Penilaian yang menyampaikan bahwa KPKNL Semarang akan sangat terbuka untuk para mahasiswa khususnya dari Polines dan berharap agar kegiatan KKL di KPKNL Semarang dapat diprogram sedemikian rupa agar secara continue mahasiswa KKL dari Polines selalu ada. Hal ini akan sangat membantu KPKNL Semarang ditengah krisis kekurangan sumber daya manusia.
Kerja sama ini tidak cukup dengan Polines saja, ke depannya akan dijadwalkan program yang sama dengan Civitas Akademika lain, dengan harapan dapat memasyarakatkan peran penting DJKN dalam Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.
(Tim Kreatif KPKNL Semarang : Syam S. Chaidir, Supriyadi, Prammar Susiyanto, Gunawan Raharjo, Feri Listianto, Moh. Taofik, Fenny Arie Kartini, Nur Hidayah, Amri Firmansyah, Moh. Asrori, Erni Rianawati, dan Pamdhi Sulistio) Oleh: Mohamad Asrori (Seksi PKN KPKNL Semarang)
Berita Terbaru