Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Berita DJKN
RUPS Sahkan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan 2021 PT TPI
Alief Ibnu Nuzul
Senin, 25 April 2022 pukul 06:58:20   |   224 kali

Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Tuban Petrochemical Industries (TPI) menyetujui laporan tahunan dan mengesahkan laporan keuangan perseroan tahun buku 2021 pada Jumat (21/04). Dalam rapat yang diselenggarakan secara hybrid di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kementerian Keuangan tersebut turut dilaksanakan pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung Jawab sepenuhnya (volledig acquit et de-charge) kepada direksi dan dewan komisaris.  

 

Hadir dalam rapat tersebut Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban selaku Kuasa Pemegang Saham beserta jajaran, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional Taufik Aditiyawarman, Direktur PT Pertamina Pedeve Indonesia Rahmi Amini, dan jajaran direksi serta komisaris PT TPI.

 

Direktur Utama PT TPI Sukriyanto menjelaskan dalam paparannya bahwa di tengah tantangan pandemi Covid-19 pada tahun 2021, PT TPI berhasil membukukan kinerja yang sangat baik. “Dari sisi keuangan dapat kami laporkan bahwa pendapatan meningkat 30,14 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp4,62 triliun,” ujarnya.

 

Sukriyanto juga mengungkapkan bahwa terdapat peningkatan sebesar 335 persen pada laba komprehensif PT TPI yang mencapai Rp965 miliar di tahun 2021. Hal tersebut turut disertai peningkatan aset dan ekuitas perseroan, masing-masing sebesar 26 persen dan 27 persen. Perseroan juga melaporkan adanya setoran dividen dari anak-anak usaha yang mencapai Rp414 miliar.

 

Di sisi operasional, Perseroan berhasil membukukan kapasitas produksi sebesar 97 persen dengan tingkat Quality, Health, Safety, Security, and Environment (QHSSE) zero accident, yang artinya selama tahun 2021 tidak ada kejadian kecelakaan kerja yang signifikan di PT TPI dan anak usaha.

 

PT TPI merupakan induk usaha (holding company) dari PT Trans Pacific Petrochemical Indotama, PT Petro Oxo Nusantara, PT Polytama Propindo, dan PT Tuban Propilena Nusantara. Sebanyak 47 persen saham perseroan dikuasai oleh Menteri Keuangan, 51 persen dikuasai PT Pertamina, dan 2 persen dikuasai PT Pertamina Pedeve Indonesia. (alf/arv)

Foto Terkait Berita
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini