Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Berita DJKN
DJKN, LPEI, & Pemprov Sulut Bersinergi Tingkatkan Potensi Sulut sebagai Gerbang UKM Ekspor di Timur Indonesia
Ayutia Nurita Sari
Selasa, 28 September 2021 pukul 10:03:19   |   435 kali

Manado – Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban menyampaikan bahwa pada tahun 2020, sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, perdagangan, hingga pariwisata telah menyumbangkan sekitar US$ 776 juta pada neraca ekspor Provinsi Sulawesi Utara atau meningkat sebesar 1,19 persen dari tahun sebelumnya.


“Provinsi Sulawesi Utara merupakan salah satu provinsi dengan potensi luar biasa dalam berbagai sektor. Saya mewakili jajaran Pemerintah Pusat mengucapkan apresiasi atas pencapaian yang sangat baik. Namun kita semua tidak boleh terlena dengan indahnya pencapaian ini. Sinergi dan kerja sama perlu terus ditingkatkan guna menciptakan inovasi-inovasi sebagai usaha meningkatkan ekspor di Provinsi Sulut,” ujar Rionald.


Rionald juga mengatakan bahwa dari total 65 juta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sekitar 295 ribu diantaranya berada di Provinsi Sulawesi Utara. Namun secara keseluruhan, UMKM Indonesia baru mencatatkan 14 persen porsi ekspor produknya dari total produk ekspor yang ada.


“Melihat besarnya potensi yang dimiliki, Pemerintah menargetkan untuk meningkatkan besaran ekspor produk UMKM hingga 21,6 persen sampai tahun 2024. Kedepannya Provinsi Sulut diharapkan dapat menjadi pintu gerbang bagi masyarakat di wilayah timur untuk berekspansi pada pasar dunia dan semakin berkontribusi melalui sumbangan devisa yang lebih banyak lagi bagi perekonomian Indonesia,” tambahnya.


Sambutan tersebut disampaikan Rionald pada acara Talkshow Ekspor Nasional dengan tema “Provinsi Sulawesi Utara sebagai Gerbang UKM Ekspor di Wilayah Indonesia Timur Untuk Masuk Pasar Dunia” pada Selasa (28/09). Talkshow tersebut merupakan bentuk sinergi antara Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), DJKN, serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mendukung peningkatan ekspor nasional khususnya di Provinsi Sulawesi Utara dan menciptakan eksportir baru.


Dalam acara tersebut turut hadir Direktur Eksekutif LPEI D. James Rompas, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Sulut Praseno Hadi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara Edwin Kindangen, Kepala Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara Kanwil DJKN Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara Taufiq Istianto, Direktur Pelaksana II LPEI Maqin U. Norhadi, dan Direktur Utama PT Royal Coconut Jeffry Jocom.


“Kami sebagai kantor vertikal DJKN mulai berkoordinasi dengan Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan dalam rangka mendukung Program PEN di daerah serta mengenalkan fiscal tools Pemerintah yang berperan dalam mendukung tugas Menteri Keuangan selaku pengelola kebijakan fiskal,” ujar Taufiq.


“Pada kesempatan ini, kami bersinergi dengan LPEI untuk mengembangkan potensi ekspor di Provinsi Sulawesi Utara serta menyebarluaskan bentuk dukungan Pemerintah berupa pembiayaan ekspor yang disalurkan melalui LPEI,” sambungnya.


Lebih lanjut, Taufiq juga menjelaskan mengenai kontribusi DJKN bagi UMKM dalam mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional, beberapa diantaranya adalah menyelenggarakan Kedai Lelang UMKM dalam rangka membantu memperluas cakupan pasar produk UMKM melalui www.lelang.go.id, memberikan fasilitas dan relaksasi terkait pengelolaan BMN, serta mengembangkan usaha mikro melalui pendirian rumah UMi yang merupakan bentuk optimalisasi Barang Milik Negara idle.


Pada acara tersebut yang diselenggarakan secara hybrid di Ballroom Four Point Hotel Manado dan Aplikasi Zoom juga dilaksanakan Pelatihan Ekspor Coaching Program for New Exporters (CPNE) bagi para pelaku usaha di Provinsi Sulawesi Utara. (ayu/wdp)

Foto Terkait Berita
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini