Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 150-991    ID | EN      Login Pegawai
Berita DJKN

Dukung Penanggulangan Covid -19, DJKN Serahkan BMN ke Tim Bantuan Medis FK UNHAS Makassar

Rabu, 04 Agustus 2021 pukul 07:08:54   |   294 kali

Makassar – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Kanwil DJKN Sulseltrabar), Ekka S. Sukadana didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara Kanwil DJKN Sulseltrabar Desak Putu Jeny, menyerahkan secara resmi aset barang milik negara (BMN) Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar untuk dioperasionalkan oleh Tim Bantuan Medis (TBM) Calcaneus Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK UNHAS) Makassar pada Jum’at, (30/7) di Auditorium Hasanuddin BBPK Makassar, Jl. Moha Lasuloro, Antang.


Penyerahan BMN ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 01/KM.6/WKN.15/2021 tanggal 27 Juli 2021 tentang Penetapan Status Penggunaan BMN yang dioperasikan oleh pihak lain dalam rangka menjalankan Pelayanan Umum sesuai Tugas dan Fungsi pada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Acara yang berlangsung dengan menerapkan protokol Kesehatan tersebut, juga turut dihadiri oleh Ketua Badan Pengurus TBM Calcaneus FK UNHAS, Kapolsek Kecamatan Manggala, Koramil Kecamatan Manggala, Camat Kecamatan Manggala, dan Lurah Kelurahan Antang.


Dalam acara tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BBPK Makassar,Masrida Baharuddin, mewakili Kementerian Kesehatan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kanwil DJKN Sulseltrabar selaku perwakilan dari Kementerian Keuangan sekaligus pengelola aset atas proses persetujuan pemanfaatan BMN BBPK Makassar dengan kurun waktu yang tidak terlalu lama. BMN berupa Gedung BBPK secara resmi akan digunakan oleh TBM Calcaneus FK UNHAS untuk penanganan isolasi mandiri pasien covid-19 yang bergejala ringan dan sedang.


“Pandemi covid-19 ini yang kurang lebih satu tahun sangat menyusahkan kita semua, dan lagi peningkatannya sangat cepat, tentunya perlu penanganan secara gotong royong, terintegrasi, terpadu antara kementerian lembaga dan juga masyarakat. Pemanfatan Gedung BBPK ini juga merupakan salah satu wujud peran serta masyarakat membantu pemerintah untuk penanggulangan covid-19, karena nantinya akan dikelola oleh relawan TBM Calcaneus FK UNHAS secara sukarela baik dari segi SDM dan juga logistik,” ujar Masrida.


Selain itu, lanjutnya, pemanfaatan Gedung BBPK ini berfungsi untuk mengurangi tekanan rumah sakit yang saat ini diketahui sudah kewalahan atas lonjakan pasien, dan juga membantu masyarakat yang memerlukan isolasi mandiri sehingga penanganan covid bisa terkendali.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Kanwil DJKN Sulseltrabar dalam sambutan singkatnya mengatakan bahwa kolaborasi atau sinergi antara instansi yang ada bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Kementerian Keuangan terkait dengan pengelolaan keuangan dan kekayaan negara, untuk pengelolaan keuangan negara dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan terkait dengan pengelolaan kekayaan negara dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara dengan kantor operasional Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).


“Selama ini kita sama-sama telah melakukan inventarisasi BMN pada kementerian/lembaga masing-masing, sebelumnya kami telah berkoordinasi dengan Kodam dan Polda sebagai pengguna barang milik negara untuk inventarisasi maupun revaluasi atau penilaian kembali terhadap aset-aset yang ada, dan juga untuk aset BBPK khususnya yang akan diserahkan untuk dioperasionalkan oleh TBM Calcaneus FK UNHAS, BMN yang dikelola sendiri masuk dalam kategori kekayaan negara yang dipisahkan,” ungkapnya.


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa DJKN sebagai pengelola dan BBPK sebagai pengguna BMN telah bersepakat bahwa ada sebagian aset pada BBPK yang akan digunakan oleh pihak lain untuk penanganan kesehatan masyarakat khususnya dalam penanganan covid-19. “Walaupun dukungan kami dalam konteks penanganan covid-19 ini tidak begitu besar, namun harapan kami dengan adanya sinergi antara kementerian lembaga masyarakat dapat menerima manfaat sebagaimana mestinya. Selain itu, kiprah relawan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat tentunya juga sangat membantu pemerintah dalam penanggulangan covid-19 ini,” tutur Ekka.


Selanjutnya, koordinator pelaksana kawasan karantina Covid-19 Dr. dr. Hisbullah Amin menyampaikan bahwa dengan memanfaatkan aset dimaksud untuk kegiatan relawan TBM Calcaneus FK UNHAS menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran UNHAS sekaligus menjadi sarana bagi dosen untuk menerapkan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat.


dr. Hisbullah juga melaporkan bahwa proses isolasi mandiri dengan memanfaatkan fasilitas Gedung BBPK tersebut, telah berjalan selama dua pekan. “Pada hari pertama kami sudah menerima 12 pasien, lalu pada hari kedua sampai dengan hari ini sekitar 170 orang yang terkonfirmasi positif sudah melakukan pendaftaran, jumlah tersebut belum termasuk keluarga dari pasien. Jadi estimasi kami sekitar 400-500 orang mengantri untuk diisolasi mandiri di tempat ini,” jelas dr Hisbullah.


Masyarakat yang telah melakukan pendaftaran untuk isolasi mandiri di Gedung BBPK tersebut tidak terbatas pada masyarakat dari wilayah Sulawesi Selatan saja. Dengan  adanya pemanfaatan gedung BBPK tersebut membuka ruang untuk sinergi antar instansi dengan masyarakat, dan juga mengoptimalkan pemanfaatan aset milik negara. (Teks/Foto: Bidang KIHI Kanwil DJKN Sulseltrabar)

 

 

Foto Terkait Berita
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami |