Tiru Bloemenveiling Alsmeer Belanda, DJKN Kembangkan Lelang Bunga di Indonesia
Esti Retnowati
Rabu, 21 April 2021 pukul 12:33:04 |
751 kali
Jakarta
– Tanaman hias (florikultura) tidak hanya ditanam di perkebunan untuk dipandang
dan dinikmati keindahannya, tapi juga menjadi salah satu komoditi yang
diperdagangkan dan memiliki banyak peminat. Bunga telah lama menjadi daya tarik
Internasional. Di manca negara, lelang bunga telah populer, salah satunya
Bloemenveiling Aalsmeer di Belanda, pasar pelelang bunga terbesar dan tersibuk
di dunia. Di Asia sendiri, pada Februari 2021 juga telah dilaksanakan lelang
bunga potong secara elektronik di pasar bunga Kunming Dounan, Tiongkok. Lelang
bunga serupa seperti di Belanda dan Tiongkok juga berpotensi dikembangkan di
Indonesia. Hal ini diungkapkan Kepala Subdirektorat Bina Lelang I Kurnia Ratna
Cahyanti pada forum diskusi potensi lelang bunga secara virtual pada Selasa
(20/4/21).
Indonesia,
lanjut Kurnia, memiliki berbagai macam tanaman hias (florikultura) yang tumbuh
di berbagai wilayahnya. Berdasarkan data BPS tahun 2015-2019, terdapat 12 jenis
tanaman hias populer yang tersebar di 24 provinsi Indonesia, dimana bunga
krisan menempati penjualan tertinggi, diikuti mawar, sedap malam dan melati. Hasil
survey dari tim Direktorat Lelang, bahwa penjualan tanaman tersebut masih
dilakukan secara konvensional, yakni petani akan menjual produksi bunganya
melalui perantara tengkulak/pengepul dan pedagang sebelum sampai ke tangan
konsumen. Oleh karena itu, penjualan melalui lelang masih memiliki potensi yang
besar di Indonesia.
Lebih
lanjut, Kurnia menjelaskan bahwa saat ini Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
(DJKN) sedang mengembangkan penjualan bunga melalui lelang. Kedepan, lelang
bunga akan dilakukan dengan mekanisme lelang noneksekusi sukarela terjadwal
khusus. Lelang terjadwal khusus adalah lelang non eksekusi sukarela atas barang
bergerak yang waktu pelaksanaannya ditentukan oleh penyelenggara lelang secara
tertentu, rutin dan terencana. Penawaran lelang dapat dilakukan secara offline
dengan kehadiran peserta dalam bentuk bazaar maupun online melalui
e-marketpalce auction tanpa kehadiran peserta.
Saat
ini, DJKN tengah mempersiapkan langkah pengembangan selanjutnya untuk mendukung
mekanisme lelang bunga, seperti berkoordinasi dengan komunitas bunga dan
Kementerian Pertanian, mempersiapkan regulasi, menjalin kerjasama dengan
perusahaan ekspedisi dan pendirian rumah lelang/auction house.
Dalam
mengembangkan mekanisme lelang bunga yang baik, tentunya tidak mudah. Kepala
Subdirektorat Bina Lelang II Erris Eka Sundari mengatakan bahwa terdapat
beberapa tantangan/risiko yang perlu dimitigasi oleh pihaknya. Tantangan tersebut
seperti kondisi cuaca yang tidak menentu di Indonesia, perlunya penetapan
standar kualitas mutu barang (komoditas bunga), penetuan strategi distribusi
barang, dan mekanisme pemantauan pada ketersediaan jumlah produksi tanaman hias
pada tiap wilayah. Pihaknya berharap, mekanisme lelang dapat meningkatkan
penjualan bunga Indonesia dan secara lebih luas dapat menjadi pilihan instrumen
penjualan produk UMKM yang lebih baik guna menguatkan ekonomi masyarakat.
Pada
kesempatan yang sama, Kepala Subdirektorat Bina Lelang III Diki Zenal Abidin
menyampaikan terkait konsepsi reinventing lelang sukarela untuk penggalian
potensi lelang bunga, berupa strategi pengembangan dan gagasan penyesuaian
lelang sukarela. (er)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru