Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 150-991    ID | EN      Login Pegawai
Berita DJKN

Jadi Narasumber TVRI, Kakanwil DJKN Kalbar Paparkan Pentingnya Pengelolaan Aset BLU

Selasa, 02 Maret 2021 pukul 15:46:22   |   219 kali

Pontianak - TVRI Stasiun Kalimantan Barat menyiarkan secara langsung dialog interaktif bincang 56 dengan tema “Pengelolaan Aset sebagai Profit Center Badan Layanan Umum” pada Senin, (1/3).   Sebagai pembicara dalam dialog ini dihadirkan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kalimantan Barat Edward UP Nainggolan dan Rektor Universitas Tanjungpura Prof. Dr. Garuda Wiko S.H., M.Si.,FCBArb serta dipandu oleh penyiar TVRI Kalbar Nurul Fitriani.


Badan Layanan Umum (BLU) adalah salah satu bentuk reformasi Keuangan Negara, dimana diberlakukannya anggaran berbasis kinerja. Penganggaran ini diimplementasikan pada satuan kerja instansi pemerintah yang memberikan pelayanan langsung kepada publik. Mengutip teori organisasi dari Max Weber, Edward mengatakan bahwa organisasi yang langsung melayani masyarakat, tidak cocok dilayani dengan sistem birokrasi, seperti contohnya Universitas Tanjungpura selaku BLU. Diberikan keleluasaan atau fleksibilitas pada BLU dengan tujuan meningkatkan kualitas kinerja satker tersebut.


“Fleksibilitas tersebut termasuk di dalamnya adalah pendapatan yang langsung dikelola dan tidak perlu disetor ke kas negara, dapat melakukan manajemen kas, melakukan kerjasama pemanfaatan aset, pengelolaan piutang, melakukan utang jangka pendek dalam rangka meningkatkan kinerja, serta diperbolehkan merekrut pegawai non PNS,” terang Edward.

Edward menjelaskan pula bahwa konsep pengelolaan BLU adalah enterprising the government. “Dalam konsep BLU, menggunakan manajemen bisnis dalam artian bagaimana BLU mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki, untuk meningkatkan pendapatan yang nantinya akan kembali ke BLU itu sendiri,” terangnya.


Lebih lanjut, Kakanwil Kalbar ini menyampaikan bahwa diberikan otonomi 100 persen kepada BLU dengan tujuan agar birokrasi dapat terpotong. Resource yang dimiliki oleh Universitas Tanjungpura selaku BLU, termasuk human capital yaitu dosen, terus digiatkan untuk melakukan penelitian sesuai dengan tri darma perguruan tinggi.


Menanggapi hal tersebut, Prof. Garuda Wiko menyampaikan bahwa status BLU yang disandang oleh Universitas Tanjungpura merupakan sebuah tantangan. “Kita dituntut untuk mandiri dengan diberikannya banyak sekali potensi aset baik infrastruktur maupun SDM dengan berbagai keahlian. Dengan fleksibilitas yang diberikan, maka tantangannya adalah bagaiamana memanajemen tata kelola menjadi akuntabel dan transparan, serta bagaimana mendorong produktivitas SDM,” ujar Prof Garuda.


Ia menjelaskan bahwa sejauh ini Perguruan Tinggi berstatus BLU di Kalimantan Barat ada dua, yaitu Universitas Tanjungpura dan Politeknik Kesehatan Kemenkes. Untuk menjadikan status satker menjadi BLU, perlu disiapkan enam dokumen, yang bertujuan untuk meyakinkan Kementerian Keuangan dan Kementerian teknis, apakah satker menjadi lebih baik saat menjadi BLU. Pertama, Surat Pernyataan yang menyatakan bersedia untuk diaudit, kedua, Standar Pelayanan Minimum, ketiga, Pola Tata Kelola, yang mana menggambarkan proses bisnis satker tersebut, keempat, Rencana Strategi Bisnis, dimana terisi perencanaan-perencanaan strategis yang akan dilakukan dan harus memperlihatkan lonjakan yang luar biasa sebelum dan sesudah menjadi BLU. Rencana strategis ini nantinya akan diwujudkan dalam Rencana Bisnis dan Anggaran setiap tahun. Kelima, Laporan Keuangan, dan terakhir, Surat Pernyataan Meningkatkan Kinerja.


Prof Garuda Wiko menyampaikan alasan Universitas Tanjungpura bertransformasi menjadi BLU.  “Universitas Tanjungpura melihat ada potensi untuk lebih fleksibel dalam mengelola keuangan. Aset BLU adalah sumber daya ekonomi yang digunakan optimal untuk pelayanan kepada masyarakat dalam bidang pendidikan. Dukungan pemerintah dalam konteks infrastruktur dan SDM yang mencukupi untuk berakselerasi lebih, sehingga kita membutuhkan fleksibilitas salah satunya dalam pengelolaan keuangan,” pungkasnya.


Edward dan Prof Garuda Wiko memiliki visi yang sama tentang optimalisasi aset BLU Untan ini. Diharapkan, Untan dapat semakin menggerakkan civitas akademika mereka untuk bersama-sama  meningkatkan kualitas Universitas Tanjungpura dengan mengoptimalkan resource­-nya. Melalui keleluasaan dan fleksibilitas yang diberikan, Untan dapat lebih berperan untuk mencedaskan kehidupan anak-anak bangsa di Kalimantan Barat, dan memajukan Kalimantan Barat untuk Indonesia yang lebih baik.

 

Foto Terkait Berita
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami |