Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 150-991    ID | EN      Login Pegawai
Berita DJKN

Penganugerahan BMN Awards, Menkeu Inginkan BMN Turut Bermanfaat bagi Masyarakat dan Ekonomi

Selasa, 22 September 2020 pukul 15:20:29   |   136 kali

Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengharapkan agar seluruh kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah dapat terus meningkatkan optimalisasi Barang Milik Negara (BMN). “Sehingga, BMN tidak hanya berfungsi untuk pemerintahan, tetapi juga untuk masyarakat dan ekonomi,” katanya dalam sambutan penganugerahan BMN Awards, yang menjadi salah satu agenda pada puncak penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2020 melalui siaran langsung secara daring, pada Selasa (22/9).

Menurut Menkeu, penatausahaan BMN merupakan sikap yang tidak terpisah dari pengelolaan keuangan negara secara baik, mengingat bahwa BMN diperoleh melalui keuangan negara. “Peranan BMN sangat penting di dalam perekonomian kita dan harus ditingkatkan,” ujarnya.

Pada Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2019 yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), nilai BMN mengalami peningkatan signifikan akibat revaluasi BMN yang berlangsung selama tahun 2017 dan 2018. Nilai aset tetap yang semula Rp1.931,1 Triliun melonjak menjadi Rp5.949,9 Triliun. Terhadap hal ini, ia menghaturkan terima kasih kepada seluruh K/L yang terus memperbaiki penatausahaan dan melakukan update penilaian BMN sebagai wujud dari akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.

Ia juga menyatakan bahwa peran nyata BMN dan Barang Milik Daerah (BMD) sangat penting khususnya dalam upaya penanganan Covid-19 saat ini. “Kita upayakan agar BMN tidak sia-sia atau tidak bermanfaat,” imbaunya. Ia mengatakan, dalam penanganan Covid-19, banyak BMN yang dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang isolasi atau bahkan fasilitas observasi dan perawatan. “Seperti fasilitas di Pulau Galang, Wisma Atlet, dan Asrama Haji Pondok Gede yang semuanya digunakan dalam rangka menangani Covid-19, sekaligus mengoptimalisasi BMN tersebut,” tuturnya.

Oleh karena itu, melalui BMN Awards, ia ingin menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh K/L atas kinerja terbaik mereka di dalam mengelola BMN. Penilaian BMN Awards tahun 2020 dibagi ke dalam lima kategori, yaitu kinerja terbaik dalam utilisasi BMN, kualitas pelaporan BMN, sertipikasi BMN berupa tanah, peningkatan tata kelola berkelanjutan (continuous improvement), dan kerjasama tata kelola antar K/L (peer collaboration). Adapun penghargaan pada kategori utilisasi, kualitas pelaporan, dan sertipikasi BMN diberikan kepada tiga kelompok berdasarkan jumlah satuan kerja. Kelompok I terdiri dari K/L dengan satu sampai dengan sepuluh satuan kerja, Kelompok II untuk K/L dengan sebelas sampai dengan seratus satuan kerja, dan Kelompok III bagi K/L yang memiliki lebih dari seratus satuan kerja. 

Para pemenang dari lima kategori BMN Awards tahun 2020, adalah:

Kategori Utilisasi BMN, diberikan untuk K/L dengan tingkat utilisasi Barang Milik Negara yang terbaik dari aspek penggunaan, optimalisasi BMN untuk mendapatkan PNBP, serta optimalisasi penggunaan sesuai standar kebutuhan. Juara I dari kategori ini adalah:
Kelompok I: Kementerian Badan Usaha Milik Negara
Kelompok II: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kelompok III: Kementerian Keuangan 

Kategori Kualitas Pelaporan BMN, diberikan untuk K/L dengan kualitas pelaporan Barang Milik Negara yang terbaik, dan mencakup aspek pengawasan dan pengendalian serta efektivitas perencanaan kebutuhan. Juara I dari kategori ini adalah:
Kelompok I: Dewan Perwakilan Rakyat
Kelompok II: Kementerian Komunikasi dan Informatika
Kelompok III: Mahkamah Agung 

Kategori Sertipikasi BMN, diberikan untuk K/L yang telah melakukan upaya-upaya dalam rangka pengamanan dan penertiban dokumen kepemilikan BMN berupa tanah yang berada dalam kuasanya. Juara I dari kategori ini adalah:
Kelompok I: Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang
Kelompok II: Kementerian Komunikasi dan Informatika
Kelompok III: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Kategori Peningkatan Tata Kelola Berkelanjutan (Continuous Improvement), diberikan untuk K/L yang telah melakukan upaya-upaya secara optimal sehingga dapat tercapai peningkatan kinerja yang progresif dan signifikan dalam pengelolaan BMN melalui penggunaan teknologi informasi.
Juara I: Mahkamah Agung, dengan inovasi SIPERMARI (Sistem Informasi Perlengkapan MA RI)
Juara II: Kementerian Kesehatan, dengan inovasi e-BMN
Juara III: Kementerian Keuangan, dengan inovasi RP4 (Rencana Penggunaan, Pemanfaatan,Pemindahtanganan, dan Penghapusan) 

Kategori Kerjasama Tata Kelola antar K/L (Peer Collaboration), diberikan untuk K/L yang menjadi mitra kerja sama DJKN selaku Pengelola Barang dan telah melakukan upaya-upaya optimal dalam pelaksanaan kerjasama di bidang pengelolaan BMN, di antaranya pengamanan BMN melalui program sertipikasi BMN dan optimalisasi BMN, dalam rangka menanggulangi pandemik Covid-19 serta perbaikan tata kelola di bidang pengelolaan BMN. Penghargaan pada kategori ini diberikan kepada:
a. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, atas kerja sama dalam Program Sertipikasi BMN sehingga capaian target BMN yang berhasil disertipikatkan terus meningkat.
b. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, atas Penggunaan Wisma Atlet untuk penanganan Covid-19 dan telah memperoleh penghargaan sebagai   salah satu Top 21 Pelayanan Publik dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.
c. Badan Pemeriksa Keuangan, atas kerja sama perbaikan tata kelola pengelolaan BMN.

(nf/bhika-Humas DJKN)

Foto Terkait Berita
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami |