Tutup Rakernas 2020, Dirjen KN: The Worst Time of Crisis, Bring Out the Best in People
Faza Fakhriyan Wildan
Jum'at, 14 Agustus 2020 pukul 10:43:17 |
532 kali
Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
(DJKN) mengakhiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2020. Sesuai dengan tagline
DJKN Dinamis, Rakernas DJKN kali ini diselenggarakan dengan cara yang tidak
biasa, tidak dengan adanya pertemuan fisik namun rangkaian acara dapat
berlangsung dengan baik, tidak dibatasi ruang dan waktu, fleksibel dimanapun
berada dapat disaksikan seluruh insan DJKN.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara
(Dirjen KN) Isa Rachmatarwata menyampaikan imbauannya kepada seluruh insan DJKN
untuk senantiasa menggali potensi terbaik di tengah kondisi yang extraordinary
akibat pandemi COVID-19. “Suasana yang terburuk, Insyaallah akan menggali yang terbaik
dari diri kita masing-masing. The worst time of crisis, bring out the best
in people,” tegasnya saat memberikan arahan pada kegiatan Penutupan
Rakernas DJKN 2020 yang diselenggarakan secara virtual melalui aplikasi video
konferensi Zoom Us pada Jumat, (14/8).
Dirjen KN kembali mengingatkan pesan
yang disampaikan Menteri Keuangan pada pembukaan Rakernas 2020. “Dalam situasi
extraordinary ini, sebagaimana yang Menteri Keuangan telah sampaikan, bahwa
kita dalam situasi perang, jajaran Kemenkeu khususnya DJKN diminta untuk lebih open
minded, kritis, memiliki ketahanan dan tidak mudah pesimis, skeptis,
apalagi apatis,” tegas Isa.
Menurut Isa, perubahan yang saat ini sedang
berlangsung akan membawa dampak yang positif. “Hal ini (Rakernas virtual-red) akan
membuat dengung hasil rakernas cepat didengar, dirasakan, dan siap
diimplementasikan oleh seluruh unit di DJKN dan setiap insan DJKN. Inilah hal
positif yang kita rasakan dengan rakernas 2020,” ungkapnya.
Kepada seluruh peserta Rakernas, Alumni Institut
Teknologi Bandung (ITB) Bandung ini menyampaikan kepada seluruh insan DJKN agar
tidak perlu kuatir dengan jarak untuk bisa menjadi bijak. “Jadi kita tidak
perlu kuatir dengan jarak untuk kita bisa menjadi bijak. Tidak ada masalah
tempat dan waktu untuk kita bisa saling membantu, itulah dinamis. Kalau dulu
kita tidak bisa fleksibel untuk membahas sesuatu, atau untuk mengumpulkan
teman-teman di daerah karena terbentur biaya, dengan cara online hari ini bisa
kita lakukan, itulah digital,” ujar Isa. Semua hal yang akan dibahas, lanjutnya,
bisa dilibatkan secara online, tidak lagi butuh kertas.
Dengan rakernas gaya baru, setiap orang
bisa berkontribusi, tidak mustahil rakernas yang akan datang, kita hadirkan
lebih banyak peserta, itulah militansi, tetap berjuang tanpa mengharapkan
imbalan. “Saya ingin menggunakan apa yang telah kita capai dalam Rakernas ini
yaitu kegiatan kolaboratif, kegiatan sinergis, melewati batas ruang dan waktu. Ini
tidak cukup kalau kemudian kita mengandalkan pemikiran sebagian orang, tentu
pada akhirnya kita mengandalkan semangat kita untuk berkontribusi, berkomitmen
untuk membangun DJKN,” tegas pria Kelahiran Jombang, Jawa Timur ini.
Menutup arahannya, Isa menyampaikan
apresiasi dan terima kasihnya untuk seluruh insan DJKN. “Saya mengucapkan
terima kasih dan apresiasi kepada bapak ibu semua yang telah mengikuti,
menyukseskan, meramaikan Rakernas DJKN Tahun 2020, semua peran, semua saran
bapak ibu untuk kebaikan DJKN, Kementerian Keuangan, dan Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang kita cintai ini menjadi amal dan mendapatkan balasan yang
setimpal dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutup Isa.
Rangkaian acara yang berlangsung selama
lima hari ini menciptakan butir-butir Rakernas 2020 yang terbagi menjadi
sembilan butir. Butir-butir Rakernas 2020 yang diperoleh dari hasil diskusi, sharing
session, dan rapat mencakup berbagai bidang kerja DJKN. Mengenai
Pengelolaan Kekayaan Negara, Kekayaan Negara Dipisahkan, Penilaian, Kehumasan,
Informasi dan Teknologi, serta Sumber Daya Manusia (SDM).
Adapun Butir-butir Rakernas 2020 yang
dibacakan oleh Kepala Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal Sekretariat DJKN
Jose Arf Lukito antara lain, pertama Jajaran DJKN agar lebih open-minded,
kritis, resilient, dan tidak mudah pesimis/skeptis apalagi apatis pada kondisi
saat ini, kedua DJKN perlu melakukan terobosan dalam PKN, ketiga DJKN harus
mampu menjadi transformer kekayaan negara, dan keempat Sinergi antara Special
Mission Vehicle (SMV) dengan unit vertikal,
Selain itu, lanjutnya, Kelima Integrasi
proses bisnis DJKN, keenam Penyempurnaan Enterprise Resource Planning (ERP), ketujuh
Kehumasan DJKN segera mewujudkan excellent strategic communication, dan
Perubahan merupakan suatu keniscayaan dalam kondisi saat ini, serta terkahir Arah
kebijakan penguatan SDM kedepan.
Dengan berakhirnya Rakernas 2020 ini,
seluruh jajaran DJKN baik di kantor pusat, maupun kantor vertikal dapat melaksanakan
hasil rakernas dengan sebaik-baiknya dan seoptimal mungkin. (Tasya/BAS-Humas)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru