Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 150-991    ID | EN      Login Pegawai
Berita DJKN

Tutup Rakernas 2020, Dirjen KN: The Worst Time of Crisis, Bring Out the Best in People

Jum'at, 14 Agustus 2020 pukul 10:43:17   |   252 kali

Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) mengakhiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2020. Sesuai dengan tagline DJKN Dinamis, Rakernas DJKN kali ini diselenggarakan dengan cara yang tidak biasa, tidak dengan adanya pertemuan fisik namun rangkaian acara dapat berlangsung dengan baik, tidak dibatasi ruang dan waktu, fleksibel dimanapun berada dapat disaksikan seluruh insan DJKN.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN) Isa Rachmatarwata menyampaikan imbauannya kepada seluruh insan DJKN untuk senantiasa menggali potensi terbaik di tengah kondisi yang extraordinary akibat pandemi COVID-19. “Suasana yang terburuk, Insyaallah akan menggali yang terbaik dari diri kita masing-masing. The worst time of crisis, bring out the best in people,” tegasnya saat memberikan arahan pada kegiatan Penutupan Rakernas DJKN 2020 yang diselenggarakan secara virtual melalui aplikasi video konferensi Zoom Us pada Jumat, (14/8).


Dirjen KN kembali mengingatkan pesan yang disampaikan Menteri Keuangan pada pembukaan Rakernas 2020. “Dalam situasi extraordinary ini, sebagaimana yang Menteri Keuangan telah sampaikan, bahwa kita dalam situasi perang, jajaran Kemenkeu khususnya DJKN diminta untuk lebih
open minded, kritis, memiliki ketahanan dan tidak mudah pesimis, skeptis, apalagi apatis,” tegas Isa.


Menurut Isa, perubahan yang saat ini sedang berlangsung akan membawa dampak yang positif. “Hal ini (Rakernas virtual-red) akan membuat dengung hasil rakernas cepat didengar, dirasakan, dan siap diimplementasikan oleh seluruh unit di DJKN dan setiap insan DJKN. Inilah hal positif yang kita rasakan dengan rakernas 2020,” ungkapnya.


Kepada seluruh peserta Rakernas, Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) Bandung ini menyampaikan kepada seluruh insan DJKN agar tidak perlu kuatir dengan jarak untuk bisa menjadi bijak. “Jadi kita tidak perlu kuatir dengan jarak untuk kita bisa menjadi bijak. Tidak ada masalah tempat dan waktu untuk kita bisa saling membantu, itulah dinamis. Kalau dulu kita tidak bisa fleksibel untuk membahas sesuatu, atau untuk mengumpulkan teman-teman di daerah karena terbentur biaya, dengan cara online hari ini bisa kita lakukan, itulah digital,” ujar Isa. Semua hal yang akan dibahas, lanjutnya, bisa dilibatkan secara online, tidak lagi butuh kertas.


Dengan rakernas gaya baru, setiap orang bisa berkontribusi, tidak mustahil rakernas yang akan datang, kita hadirkan lebih banyak peserta, itulah militansi, tetap berjuang tanpa mengharapkan imbalan. “Saya ingin menggunakan apa yang telah kita capai dalam Rakernas ini yaitu kegiatan kolaboratif, kegiatan sinergis, melewati batas ruang dan waktu. Ini tidak cukup kalau kemudian kita mengandalkan pemikiran sebagian orang, tentu pada akhirnya kita mengandalkan semangat kita untuk berkontribusi, berkomitmen untuk membangun DJKN,” tegas pria Kelahiran Jombang, Jawa Timur ini.


Menutup arahannya, Isa menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya untuk seluruh insan DJKN. “Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada bapak ibu semua yang telah mengikuti, menyukseskan, meramaikan Rakernas DJKN Tahun 2020, semua peran, semua saran bapak ibu untuk kebaikan DJKN, Kementerian Keuangan, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini menjadi amal dan mendapatkan balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutup Isa.


Rangkaian acara yang berlangsung selama lima hari ini menciptakan butir-butir Rakernas 2020 yang terbagi menjadi sembilan butir. Butir-butir Rakernas 2020 yang diperoleh dari hasil diskusi,
sharing session, dan rapat mencakup berbagai bidang kerja DJKN. Mengenai Pengelolaan Kekayaan Negara, Kekayaan Negara Dipisahkan, Penilaian, Kehumasan, Informasi dan Teknologi, serta Sumber Daya Manusia (SDM).


Adapun Butir-butir Rakernas 2020 yang dibacakan oleh Kepala Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal Sekretariat DJKN Jose Arf Lukito antara lain, pertama Jajaran DJKN agar lebih
open-minded, kritis, resilient, dan tidak mudah pesimis/skeptis apalagi apatis pada kondisi saat ini, kedua DJKN perlu melakukan terobosan dalam PKN, ketiga DJKN harus mampu menjadi transformer kekayaan negara, dan keempat Sinergi antara Special Mission Vehicle (SMV) dengan unit vertikal,


Selain itu, lanjutnya, Kelima Integrasi proses bisnis DJKN, keenam Penyempurnaan Enterprise Resource Planning (ERP), ketujuh Kehumasan DJKN segera mewujudkan excellent strategic communication, dan Perubahan merupakan suatu keniscayaan dalam kondisi saat ini, serta terkahir Arah kebijakan penguatan SDM kedepan.


Dengan berakhirnya Rakernas 2020 ini, seluruh jajaran DJKN baik di kantor pusat, maupun kantor vertikal dapat melaksanakan hasil rakernas dengan sebaik-baiknya dan seoptimal mungkin. (Tasya/BAS-Humas)

 

 

Foto Terkait Berita
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami |