Berita DJKN

Kunjungi Aset Jaminan di Biak Marauw, Dirjen KN: Jangan Putus Asa untuk Selesaikan Piutang Negara

Kamis, 21 November 2019 pukul 17:19:07   |   448 kali

Biak – Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN) Isa Rachmatarwata didampingi Sekretaris Dirjen Kekayaan Negara Dedi Syarif Usman, meninjau lokasi Hotel Marauw yang keberadaannya masih menjadi barang jaminan piutang negara pada Selasa, (19/11).


Penyelesaian piutang negara yang seringkali dianggap sulit dan bahkan hampir mustahil diselesaikan tersebut, oleh karena itu, Dirjen KN Isa berharap agar para pihak terkait jangan cepat putus asa dalam mencari solusi dan menyelesaikan pengurusan piutang negara. “Pemerintah saat ini sangat gencar dan antusias dalam memajukan pariwisata, bukan tidak mungkin dalam waktu lima tahun ke depan Biak akan menjadi salah satu destinasi wisata utama mengingat potensi yang sangat besar, bukan tidak mungkin ke depannya PT Biak Marauw dapat menyelesaikan dengan memanfaatkan momen untuk memajukan pariwisata tersebut,” ujarnya.


Pada kesempatan tersebut, pria nomor satu DJKN tersebut bertemu dengan salah seorang warga lokal bernama Warpor. “Kami minta tolong pada pemerintah, Bapak. Tolong bantu kami perbaiki jalan-jalan yang rusak di tempat kami (wilayah Marauw),” pinta Wapor. Selain itu, pria asli Marauw tersebut juga memperlihatkan denah Hotel Marauw jauh sebelum hotel tersebut diluluhlantakan kepada rombongan.

Sebagai informasi, Hotel Marauw merupakan hotel bintang empat yang terletak di Pulau Biak, Papua, Indonesia yang dibangun pada tanggal 11 Maret 1991. Menjulang ke atas setinggi 6 enam lantai, hotel tersebut dibangun dengan bahan-bahan berkualitas wahid. Dari lantai dasar hingga lobi yang terletak di puncak bukit, tamu dapat memakai lift yang disediakan. Keindahan Samudera Pasifik yang merupakan lautan teduh turut tersaji dan dapat dinikmati pengunjung dari balik kamar hotel.


Namun kemegahan tersebut hanyalah tinggal cerita. Krisis ekonomi berimbas pada kebangkrutan hotel mewah pada masanya tersebut. Satu demi satu komponen penyusun hotel dijarah massa, dan pada tahun 2008 hotel bernilai miliaran rupiah tersebut diratakan dengan tanah.

Selain itu, Ia juga memberikan arahan kepada seluruh pegawai KPKNL Biak terkait potensi yang ada karena masih banyak hal yang mungkin dapat dieksplorasi oleh KPKNL Biak. “Mungkin kita perlu mengeksplorasi dan mengeksploitasi apa potensi yang ada di sekitaran sini,” kata Dirjen KN.


Menurut orang nomor satu di DJKN tersebut, dalam lingkup wilayah kerja KPKNL Biak tentu masih belum diketahui seberapa besar potensi kekayaan negara yang mampu digali di sana, seberapa besar potensi permintaan bantuan yang bisa muncul dari sana. “Pemda sana mungkin belum cukup aware dengan lelang dan bagaimana mengelola aset mereka. Artinya di masa mendatang, cepat atau lambat, potensi ini dapat tersingkap satu per satu. Dugaan saya dengan banyaknya perubahan yang sangat mendasar yang terjadi belakangan ini, perubahan itu bisa cepat terjadi,” lanjutnya.


Isa juga berpesan kepada punggawa KPKNL Biak agar senantiasa berpikir terbuka dan membuat sudut pandang yang berbeda dalam menyikapi masalah yang terjadi. Ia juga menekankan untuk membangun soft skill dan soft competency yang lebih dasar, terutama nilai integritas. “Pelanggaran terhadap nilai integritas tidak akan ditoleransi dan akan ditindak sesuai ketentuan berlaku,” pungkasnya.

(text/gambar: ANI/SA)

 

Foto Terkait Berita