Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita DJKN
Kemenkeu Nilai Kontrak Kinerja Eselon I

Kemenkeu Nilai Kontrak Kinerja Eselon I

N/A
Jum'at, 19 Februari 2010 pukul 16:36:35 |   725 kali

 Jakarta - (inilah.com, Jum'at, 19/02/2010 13:56) Kementrian Keuangan menyatakan kontrak kinerja tahun 2009 pencapaian kinerja secara umum baik. Namun ada 4 (lainnya belum bisa memenuhi target)

  Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa kontrak kinerja tahun 2009 pencapaian kinerja secara umum baik karena dari 36 Indikator Kinerja Utama (IKU), 32 diantaranya memenuhi dan/atau melebihi target yang telah ditetapkan hijau, sedangkan 4 (empat) lainnya belum bisa memenuhi target yang telah ditetapkan (kuning). "Ada 4 yang belum dapat mencapai target jadi statusnya kuning. Tahun 2009 kan baru pertama kali buat masih merupakan trial," ujarnya dalam konferensi pers di Aula Mezanin, Gedung Kemenkeu, Jumat (19/2).   Namun ada tiga pejabat eselon I Kementrian Keuangan tidak hadir dalam penandatanganan Kontrak Kinerja.   Menurut Menkeu, pejabat-pejabat yang tidak hadir tersebut dikarenakan ada acara lain yang lebih penting di waktu yang bersamaan. "Hari ini kita meresmikan kontrak kinerja eselon I, walaupun ada yang berhalangan hadir," ujarnya. Ketiga pejabat eselon I tersebut adalah Dirjen Pajak Mochamad Tjiptarjo, Dirjen Anggaran Anny Ratnawati, dan Dirjen Perimbangan Keuangan Mardiasmo.   Kontrak kinerja tersebut merupakan suatu bentuk komitmen para pejabat untuk menjalankan tugasnya sekaligus memenuhi target yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No.12/KMK.01/2010. "Agar punya komitmen kinerja apa yang harus dicapai. Ini adalah yang kedua kalinya sejak 2009. Memang ada perubahan dari sebelumnya," ujarnya.   Berikut masing-masing komponen kontrak kinerja pejabat eselon I Kemenkeu termasuk indikator kinerja utama (IKU) , untuk Sekretaris Jenderal, Mulya Nasution, dengan 11 Sasaran Strategis dan 32 Indikator Kinerja Utama (IKU), IKU Pilihan adalah Persentase pejabat yang telah meemnuhi standar kompetensi jabatannya. Untuk Dirjen Bea dan Cukai, Thomas Sugijata, dengan 13 Sasaran Strategis dan 33 Indikator Kinerja Utama (IKU), IKU Pilihan adalah Jumlah Penerimaan bea dan cukai.   Sedangkan untuk Dirjen Perbendaharaan, Herry Purnomo, dengan 19 Sasaran Strategis dan 39 Indikator Kinerja Utama (IKU), IKU Pilihan adalah Persentase ketepatan penyerapan DIPA K/L. Untuk Dirjen Kekayaan Negara, Hadiyanto, dengan 12 Sasaran Strategis dan 28 Indikator Kinerja Utama (IKU), IKU Pilihan adalah Nilai Kekayaan negara yang diutilisasi. Untuk Dirjen Pengelolaan Utang, Rahmat Waluyanto, dengan 12 Sasaran Strategis dan 22 Indikator Kinerja Utama (IKU), IKU Pilihan adalah pemenuhan target pembiayaan melalui utang.   Sedangkan untuk Inspektur Jenderal, Hekinus Manao, dengan 14 Sasaran Strategis dan 26 Indikator Kinerja Utama (IKU), IKU Pilihan adalah indeks opini BPK atas LK BA 15 BUN dan BA 999. Untuk Kepala Bappepam LK, Fuad Rahmany, dengan 16 Sasaran Strategis dan 34 Indikator Kinerja Utama (IKU), IKU Pilihan adalah rata-rata persentase pertumbuhan nilai transaksi saham harian.   Untuk Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Anggito Abimanyu, dengan 12 Sasaran Strategis dan 23 Indikator Kinerja Utama (IKU), IKU Pilihan adalah tingkat akurasi proyeksi kebijakan fiskal. Untuk Dirjen Anggaran, Anny Ratnawati, dengan 13 Sasaran Strategis dan 22 Indikator Kinerja Utama (IKU), IKU Pilihan adalah tingkat akurasi exercise I-account. Untuk Dirjen Perimbangan Keuangan, Mardiasmo dengan 12 Sasaran Strategis dan 39 Indikator Kinerja Utama (IKU), IKU Pilihan adalah Persentase ketepatan jumlah penyaluran dana transfer ke daerah. Terakhir untuk, Dirjen Pajak, M. Tjiptardjo, dengan 15 Sasaran Strategis dan 29 Indikator Kinerja Utama (IKU), IKU Pilihan adalah jumlah penerimaan pajak.   Sementara itu untuk BPPK juga memiliki kontrak kinerja dengan 11 Sasaran Strategis dan 22 Indikator Kinerja Utama (IKU), IKU Pilihan adalah Rasio jam pelatihan pegawai terhadap jam kerja Kementerian Keuangan,   namun tidak diketahui alasannya mengapa dalam kesempatan tersebut tidak menandatangani kontrak kinerja. [mré/hid]

Berita Terbaru

Floating Icon