Berita DJKN

DJKN Dukung Bima Jadi Seperti Bung Karno

Kamis, 28 Februari 2019 pukul 11:04:24   |   310 kali

Cirebon - Mimpi masyarakat Cirebon untuk memiliki sarana olah raga sekelas Gelora Bung Karno mungkin segera terwujud, pasalnya proses hibah Kawasan Stadion Bima kini sedang digodok. Ketua Tim Penilai Dampak Ekonomi dan Sosial Stadion Bima Moh. Nahdi mengatakan bahwa saat ini Tim Penilai Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kota (Pemkot) Cirebon dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sedang mengkaji dampak ekonomi dan sosial Stadion Bima untuk warga Cirebon. 

“Kita nilai dan kaji secara ekonomi dan sosial, seberapa besar dampaknya, serta bagaimana nanti pengelolaannya. Untuk proses hibah sendiri tetap berjalan dan kini permohonannya sudah kami (Kementerian Keuangan-red) ajukan ke Pak Presiden,” ujar Nahdi saat Forum Group Discussion (FGD) Dampak Ekonomi dan Sosial Stadion Bima pada Rabu (27/2) di Balaikota Cirebon.

Dalam keterangannya, Nahdi menjelaskan bahwa penilaian dampak ekonomi dan sosial (PDES-red) diperlukan untuk memperdalam kajian persetujuan Hibah Stadion Bima dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah Kota Cirebon. “PDES ini kami harap bisa menjadi pilot project dan nantinya akan dilakukan pada setiap  proses pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN). “Kita ingin yang terbaiklah untuk masyarakat, jangan sampai nanti ketika sudah dihibahkan malah menjadi beban, karena leverage nya bagi geliat ekonomi dan sosial tidak sesuai yang diharapkan,” ujarnya.

Nahdi menyambut baik yang telah dilakukan Pemkot Cirebon untuk pengelolaan Stadion Bima. “Sejak 2016 pinjam pakai , mulai terlihat progres yang pesat, dimana sebelumnya (Stadion Bima-red) terbengkalai. Harapannya nanti bila hibah sudah disetujui, kawasan inj tetap menjadi stadion dan sarana olah raga,  Pemkot Cirebon bisa memanfaatkan sebaik-baiknya untuk melayani masyarakat dengan fasilitas yang layak dan bisa dibanggakan sebagai icon Kota Cirebon,” kata Nahdi.

Konsultan PT Sarana Multi Infrastruktur Fithra Faisal Hastiadi, dalam FGD tersebut mengatakan bahwa masuk atau tidaknya pembiayaan infrastruktur tidak hanya dilihat dari kelayakannya secara ekonomi namun juga secara sosial. “Bicara kuantitatif mungkin dampaknya kecil, namun bisa jadi secara sosial berdampak besar. Untuk itulah FGD ini diadakan. Kita ingin menghimpun keterangan masyarakat, selain tentunya Tim Penilai juga turun langsung ke lapangan (Kawasan Stadion Bima-red), “ ujar Fitra. Keterangan yang diperoleh dari FGD dan keterangan di lapangan akan menjadi data awal dalam proses PDES.

Bima Jadi Icon Cirebon

Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati dalam paparannya pada FGD tersebut berjanji bahwa Pemerintah Kota Cirebon akan lebih bertanggung jawab bila nanti Stadion Bima jadi dihibahkan. “Aset Bima adalah sarana publik, di Cirebon sarana publik masih sangat kurang, sementara kita semua punya mimpi punya sarana olah raga selevel Senayan di Jakarta.” Ujar Eti. “Semoga FGD dan penilaian yang dilakukan ini bisa mempercepat proses hibah,” tambah Eti.

Dalam diskusi yang dihadiri berbagai elemen masyarakat Kota Cirebon ini dibedah apa saja yang diinginkan masyarakat, dan bagaimana dampak ekonomi dan sosial Stadion Bima bagi warga.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitan dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kota Cirebon memaparkan berbagai hal yang telah dilakukan Pemkot Cirebon dari awal pinjam pakai hingga saat ini.  “2016 ada pemeliharaan dan pembangunan senilai Rp1,4 milyar untuk revitalisasi jalan gerbang masuk dan lain-lain. 2017 rehab lapangan bola, lintasan atletik, tribun, menara obor dan lainnya dengan bantuan dari provinsi senilai Rp 9,3 milyar. Selain itu pembanguna shelter dan sakatepark hasil CSR juga dilakukan di tahun yang sama,” paparnya.

Agus mengharapkan bila hibah terlaksana, Pemkot Cirebon akan mengalokasikannya untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Cirebon. “ RTH di Cirebon saat ini baru 9% dari 20% yang menjadi target. Kawasan ini tentu akan menyumbang signifikan bila jadi dihibahkan,” terangnya.

Ketua Umum KONI Kota Cirebon Wati Musliwati dalam diskusi meminta pengelolaan kawasan Stadion Bima tetap berpijak pada blueprint  yang sudah diusulkan di 2012. “Stadion Bima kami harap bisa jadi pemusatan cabang olah raga skala nasional dan dilengkapi dengan wisma atlet. Untuk kegiatan selain olahraga harus lebih diatur, jangan sampai nanti ada konser atau lainnya yang malah akan merusak fasilitas yang sudah ada,” pintanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Komunikasi  Informasi dan Statistik kota Cirebon mewacanakan untuk diadakan deklarasi bersama untuk bersama-sama memelihara dan mengelola Stadion Bima. “Banyak sekali potensi kawasan ini, dimana berbagai komunitas sering berkumpul di sini. Kita juga sudah fasilitasi dengan wifi corner, google station dan akan dibangun co-working space dimana masyarakat berkumpul dan beraktifitas. Untuk itu perlu komitmen bersama,” ujarnya.

Mengenai aset yang dihibahkan, Nahdi mengatakan bahwa daftar aset sudah clear sesuai surat permintaan Pemkot Cirebon dan sesuai surat Menteri ke Presiden. "Nilai asetnya per 2012 sekitar Rp400 milyar, bisa diperbarui melalui proses penilaian kembali sesuai nilai saat ini," ujarnya.

Moh. Nahdi kembali mengatakan bahwa tantangan pengelolaan bila jadi dihibahkan akan semakin berat. “Harus dibicarakan bersama, mungkin Cirebon bisa meniru GBK (Gelora Bung Karno-red) mengenai zonasinya,” ujar Nahdi.

Kita tunggu Bima dan Bung Karno jadi icon gelora semangat Indonesia. (uun/faza)


Foto Terkait Berita