Berita DJKN

Menkeu: Cinta Membutuhkan Komitmen dan Konsekuensi

Senin, 25 Februari 2019 pukul 17:29:08   |   637 kali

Bengkulu –  Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengingatkan agar jangan pernah lelah mencintai Republik Indonesia. Menurutnya, bukan rindu saja yang berat, melainkan juga cinta. “Cinta memiliki elemen komitmen dan konsekuensi,” ujarnya saat acara bincang santai bersama jajaran pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang bertugas di Provinsi Bengkulu, pada Jumat, (22/2) di aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPB) Provinsi Bengkulu.


Dalam hidup, lanjutnya, terkadang seseorang mengalami rasa kesal, tetapi bukan menjadi lelah dan berputus asa. Pegawai Kemenkeu harus memiliki attitude baik, penuh optimisme, tekat kuat, niat bulat, semangat setiap saat. “Saya tidak rela kalau Republik Indonesia disepelekan. Ini tumpah darah kita, apalagi Bengkulu. Bumi Rafflesia tempat dimana Bung Karno makin menggelorakan semangat kemerdekaan, tempat kelahiran ibu negara pertama,” ucap Sri Mulyani dengan penuh semangat.


Ia mengharapkan jajaran pegawai Kemenkeu di Bengkulu mampu memahami esensi keuangan negara. Dirinya mencontohkan semisal pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) harus mengetahui tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), dan DJPB.


“Pegawai DJP, DJBC, DJKN, maupun DJPB merupakan bagian dari Kemenkeu. Ibarat badan atau tubuh, 74 ribu pegawai Kemenkeu adalah satu tubuh Kemenkeu yang diberikan mandat menjalankan tugas menjaga keuangan negara,” ujarnya.


Dengan mampu memahami esensi keuangan negara, wanita kelahiran Bandar Lampung ini ingin jajaran pegawai Kemenkeu tidak terjebak dengan hoax. Pegawai Kemenkeu harus mampu menjelaskan ke masyarakat  terkait tugas dan fungsi Kemenkeu. Kemenkeu membutuhkan orang-orang yang berkarakter dan berkomitmen menjaga keuangan negara. “Sepi ing pamrih, rame ing gawe. Bekerjalah bukan karena ingin popular atau dikenal, bekerjalah untuk memberi manfaat,” tuturnya.


You can ask, you should ask. Pegawai Kemenkeu harus bertanya apabila tidak tahu, seperti bagaimana yang telah ditampilkan Kemenkeu Muda Bengkulu dalam puisinya menyebutkan sinergi membangun negara dengan mengepalkan tangan,” ujarnya memberi contoh.

Wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengharapkan agar pegawai Kemenkeu dapat semangat belajar dan saling bertukar wawasan. “Kenapa sih gak bisa bikin APBN yang gak pakai utang? Anda bisa tanya ke BKF (Badan Kebijakan Fiskal-red). Kenapa sih penerimaan pajak gak bisa tinggi? Anda bisa tanya ke DJP,” ujarnya.

 

Sri Mulyani menegaskan bahwa tugas Kemenkeu adalah menjaga keuangan negara, sesuai makna simbol Nagara Dana Rakca yakni Penjaga Keuangan Negara. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Kemenkeu berpedoman pada amanat konstitusi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. “Pengelolaan keuangan negara salah satunya adalah mengelola APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-red),” terangnya.


Menurutnya, APBN adalah alat/instrumen fiskal yang terdiri dari penerimaan negara pajak, kepabeanan, cukai, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), termasuk hibah. Penerimaan negara tersebut digunakan untuk belanja pemerintah pusat dan pemerintah daerah.


Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Sri Mulyani didampingi oleh beberapa pejabat eselon I di Kemenkeu, antara lain Sekretraris Jenderal Kemenkeu Hadiyanto, Inspektur Jenderal Sumiyati, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Astera Primanto Bhakti. Turut hadir dalam kegiatan bertema Belungguk Bersamo Ibu Menteri Keuangan, diantaranya Kepala Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu Ekka S. Sukadana, Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bengkulu Sri Yuwono Hari Sarjito, pejabat eselon IV dan jajaran KPKNL Bengkulu. (DJKN/budiprast/adr)

 

 

 

 

Foto Terkait Berita