Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Berita DJKN
Begini Bedanya Hidup di Indonesia dan Australia
Melliana Andriani Susanto
Jum'at, 31 Agustus 2018 pukul 16:44:22   |   2765 kali

Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) English Club menyelenggarakan kegiatan sharing session mengenai kebudayaan Australia-Indonesia pada Kamis (30/8) di Aula DJKN. Brian Thomas, pegawai Autralian Treasury yang sedang bertugas di Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini.

Brian menceritakan pengalamannya selama 8 bulan di Indonesia. Menurutnya, banyak perbedaan yang mencolok antara budaya Indonesia dan Australia. Perbedaan ini tidak hanya dirasakan oleh Brian saja, tapi juga oleh istri dan kedua anaknya yang ikut mendampingi Brian di Jakarta. Bagi Brian yang tumbuh besar di Cairns dan kemudian bekerja di Canberra, tantangan yang paling berat dalam kehidupan sehari-hari adalah lalu lintas dan tingkat kemacetan Jakarta. Apalagi jam masuk sekolah di Indonesia dimulai pukul 07.30, padahal di Australia dimulai pukul 09.00.

Selain Jakarta, Brian juga pernah mengunjungi Yogyakarta selama beberapa hari kemudian lanjut ke Bali. Selama mengunjungi berbagai kota di Indonesia, Brian bercerita juga mengenai pengalamannya mencoba berbagai makanan khas Indonesia yang terkenal kaya akan bumbu. Tidak lupa kebiasaan di masyarakat Indonesia yang wajib menggunakan tangan kanan saat makan.

Saat ditanya mengenai hal mengenai Indonesia yang paling berkesan, Brian menjawab “The people”. Menurut Brian, orang Indonesia lebih sopan dan suka menyapa.

Selain Brian, Kepala Sub-Bagian Pengembangan Pegawai dan Kepemimpinan Sekretariat DJKN Neil Prayoga turut membagikan pengalamannya selama menimba ilmu di Australia selama 4 tahun. Hal yang unik tentang Canberra misalnya jumlah kangguru di sana yang berjumlah sekitar 1.000.000. jumlah ini lebih banyak daripada masyarakat itu sendiri yg hanya berjumlah sekitar 40.000 jiwa. Bahkan di beberapa jalan terpasang rambu bertuliskan “hati-hati kangguru”. “Jadi harus menyetir pelan-pelan, karena saya waktu itu lagi nyetir rada ngebut, lalu tiba-tiba ada kangguru lewat depan saya dan melompat di kaca depan hingga kaca mobil saya retak” ujarnya.

Safety regulations juga menjadi hal yang perlu diperhatikan saat mengunjungi Australia. Neil Prayoga menganjurkan untuk selalu memakai seat-belt setiap saat berkendara, bahkan saat membawa anak, “Kalau nggak pakai bakal didenda, dan itu mahal banget. Di beberapa bis biasanya polisi setempat menaruh CCTV, jadi saat di jalanan ketahuan siapa yang suka melanggar” lanjutnya.

Berbagai hal yang disampaikan oleh Brian dan Neil menunjukkan bahwa sangat penting untuk selalu open minded terhadap hal-hal baru, serta memiliki kemampuan untuk memahami perbedaan. (Tim Humas DJKN)

 

Foto Terkait Berita
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini