Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 150-991    ID | EN      Login Pegawai
Berita DJKN

Program Pelatihan Penilaian Properti, Mendapatkan Ilmu serta Meraih Penghargaan

Senin, 13 Agustus 2018 pukul 14:27:18   |   722 kali

Jakarta - DJKN menyelenggarakan Knowledge Sharing Malaysian Technical Coorperation Programme (MTCP) 2018 International Certificate On Property Valuation pada Jumat (10/8) di ruang rapat aula DJKN Lantai 5 Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh pegawai DJKN pada kantor pusat.

Menjadi narasumber kegiatan ini adalah Anggriyan Setyono, pelaksana pada Subdirektorat Standar Penilaian Properti. Ia membagikan pengalaman serta pengetahuan yang diterima pada saat mengikuti pelatihan tersebut. Pelatihan yang dilakukan selama 3 minggu di bulan Juli lalu dengan diikuti 30 peserta dari 17 negara termasuk Indonesia. Anggriyan Setyono bersama dengan Dian Fitriasari (Pelaksana KPKNL Malang) menjadi wakil dari Indonesia dalam pelatihan ini.

Secara umum Anggriyan mengemukakan bahwa pelatihan tersebut memberikan pengetahuan terkait penilaian properti yang ada di Malaysia. Terdapat beberapa perbedaan dengan pelaksanaan penilaian properti di Indonesia. Salah satu perbedaan yang menarik terdapat pada penilaian dengan metode perbandingan data pasar. Perbedaan terdapat pada data pembanding untuk objek properti dengan metode pendekatan data pasar dalam menilai objek tanah dan/atau bangunan.

Objek pembanding harus menggunakan data real transaksi berbeda dengan Indonesia yang dapat menggunakan data penawaran sebagai objek pembanding. Penilai mudah mendapatkan data transaksi jual beli maupun sewa objek pembanding. karena di Malaysia setiap transaksi terhadap objek properti harus melakukan registrasi kepada local authorities yang akan diinput pada sistem. “Salah satu action plan yang kemarin kita tawarkan, kita harus segera koordinasi dengan kementerian atau badan lain misalnya BPS atau BPN karena data kita tuh pisah-pisah” tutur Anggriyan menjawab pertanyaan peserta terkait hal yang bisa kita ambil dari Malaysia. Adapun untuk kedepannya cita-cita Direktorat Penilaian adalah menyajikan basis data yang sudah dilakukan secara bertahap.

Pelatihan tersebut juga tidak hanya diisi oleh materi tentang penilaian properti, terdapat juga acara di luar pemberian materi seperti pengenalan budaya-budaya Malaysia, country report atau pengenalan masing-masing negara oleh para peserta. Pada kesempatan tersebut Indonesia berhasil mendapatkan penghargaan sebagai The Best Action Plan. Agenda Action plan sendiri ialah kegiatan yang mengharuskan peserta memaparkan apa yang akan dilakukan setelah program pelatihan ini serta hal apa saja yang sudah dilakukan yang dinilai oleh para panelis.

Anggriyan memaparkan dalam kegiatan tersebut dengan memberikan tiga hal yaitu basis data, peraturan dan sdm. Salah satu action plan yang ditawarkan adalah membuat peraturan penilaian yang lebih sederhana. Hal tersebut tidak luput dari kritikan oleh panelis yang meragukan realisasi pelaksanaan action plan tersebut. Anggriyan menyatakan dengan yakin bahwa hal tersebut dapat dilakukan karena bekerja di tempat yang selaras dengan action plan yang ia kemukakan pada para panelis yaitu Subdirektorat Standar Penilaian Properti.

Dengan adanya keikutsertaan pegawai DJKN dalam Malaysian Technical Coorperation Programme (MTCP) 2018 Internatioanl Certificate On Property Valuation diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pegawai-pegawai DJKN terutama dalam bidang penilaian. (Fikri/Arve)

Foto Terkait Berita
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami |